MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Selasa, 02 Agustus 2016 10:11
Gawat..! Harga Kebutuhan Pokok Tinggi, Disperindag Dorong Produktivitas Pangan
DORONG-Disperindag Kalsel terus mendorong peningkatan produktivitas pangan untuk mengurangi ketergantungan dari Jawa.

PROKAL.CO, BANJARMASIN–Fluktuasi harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi di Kalsel, terutama harga barang yang berasal dari Jawa, menjadi alasan bagi disperindag untuk mendorong produktivitas pangan lokal Kalsel.

Diungkapkan Hj Riaharti Zulfahrani Kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Kalsel, peningkatan produktivitas pangan oleh petani lokal memang sangat diperlukan, karena itulah Disperindag bersama Dinas Pertanian terus berupaya mendorong peningkatan produktivitas pangan untuk mengurangi ketergantungan dari Jawa.

“Seperti bawang yang sudah dicoba dan ditingkatkan hasil produksinya di Batola, selain itu ada juga pengembangan cabai di Hulu Sungai dan di Tanah Laut digenjot untuk produktivitas daging sapinya,” ucapnya, baru-baru tadi.

Diakui Riaharti, hingga saat ini hampir 80 persen kebutuhan pokok Kalsel sangat tergantung di Jawa, sehingga saat ada masalah dalam pasokan atau distributsi, maka harga akan langsung melonjak. Ini yang coba dikurangi sehingga pasokan kebutuhan pokok di Kalsel bisa dipasok oleh daerah sendiri.

“Dengan petani dan peternak lokal yang bisa memenuhi pasar sndiri, tentunya akan membuat harga dipasaran bisa relatif stabil dan tentunya akan lebih murah, karena biaya distribusinya bisa lebih murah dan lebih cepat,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan H Aftahudin salah satu distributor kebutuhan pokok di Kalsel, ia mengaku memang hingga sekarang Kalsel sangat tergantung dari Jawa, seperti untuk gula pasir dan terigu. Hal ini karena Kalsel tidak memiliki pabrik gula atau pabrik terigu.

“Mudah-mudahan persoalan seperti ini bisa dicarikan solusi oleh pemerintah daerah, sehingga ke depan Kalsel bisa mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku dari Jawa,” pungkasnya.(sya)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers