MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 10 Desember 2021 11:21
Rp74 Miliar Terancam Sia-Sia, Progres Jalan Liang Anggang-Bati-Bati Memprihatinkan

Tutup Tahun, Pekerjaan Belum Selesai

PARAH: Jalan Liang Anggang-Bati-Bati rusak berat karena pengerjaan rehabilitasi yang belum selesai. Banyak warga mengeluhkan kondisi jalan ini. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN -Tahun 2021 sudah tinggal menghitung hari. Namun pekerjaan rehabilitasi Jalan Liang Anggang-Bati-Bati masih terlihat menyedihkan. Progresnya masih 50 persen. Padahal akhir bulan ini, kontrak pekerjaan harus sudah tuntas.

Penanganan jalan ini disebut-sebut bakal gagal memenuhi kontrak. Jangankan terlihat aspal. Kondisinya pun tergenang air. Tak terlihat tanda-tanda tuntas, warga dan pengendara pun mengeluh. Bagaimana tidak, mereka harus memutar melalui Jalan Cempaka Banjarbaru.

Tak hanya membuang energi dan waktu, tentu saja ongkos yang harus mereka keluarkan lebih. “Mau melintas takut kecelekaan. Apalagi kubangan sangat banyak. Akhirnya menyusahkan warga,” keluh Romi warga Banjarmasin yang bekerja di kawasan Bati-Bati.

Dia mengatakan pekerjaan jalan biasanya dilakukan dalam lajur bergantian untuk memudahkan pengedara. Dalam proyek Liang Anggang-Bati-Bati hal ini entah kenapa tak terlihat. Pengendara dipaksa melintasi jalanan yang masih dalam progres perbaikan. “Saya bulan lalu hampir kecelakaan karena jalannya licin. Sekarang tak berani lagi melintas,” tukasnya.

Pengendara lain, Hasanah juga mengeluh, dia rela turun kerja dini hari agar tak terlambat sampai ke kantor. “Kantor mana mau tahu, kondisi jalan seperti ini, yang susah warga,” tuturnya.

Dia sangat berharap, pekerjaan segera tuntas agar dirinya tak lagi dibuat susah tiap hari. “Saya takutnya celaka. Kalau jatuh dan tiba-tiba di belakang ada mobil, bisa tak selamat,” imbuhnya.

Tak hanya pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan. Para pedagang yang berada di kawasan ini pun turut menyesalkan lambannya pekerjaan. Imbasnya ke omset mereka.

Yuli salah seorang pedangan makanan di sana mengaku, sejak pekerjaan jalan ini dilaksanakan, pengunjung yang datang ke tempatnya hanya hitungan jari. Bahkan dalam sehari ada yang tak pernah ada pembeli.“Bagaimana orang mau mampir, lewat saja susah. Biasanya para sopir ramai istirahat dan makan,” keluhnya.

Senada dengan Yuli, Ahmadi salah seorang pedagang lain juga mengeluhkan keadaan jalan. Kondisi jalan yang belum selesai dan bahkan susah dilalui, membuat pengendara memilih jalan lain. Sehingga, dampaknya, warungnya pun sepi pembeli. “Apalagi sekarang jaman susah. Kondisi ini memperparah pendapatan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalsel (Satker PJN Wilayah I Kalsel) Budianto mengakui, keterlambatan pekerjaan jalan ini karena penyedia jasanya bekerja kurang greget. “Ini kami kejar-kejar terus,” katanya kemarin.

Diungkapkannya, progres pekerjaan yang baru 50 persen ini baru terlaksana pemasangan batu samping untuk peninggian jalan, urukan dan agregat aspal kelas A masih jalan dan baru sebagian aspal lapis pertama. “ Masih diupayakan kelar tahun ini, kalau tidak ya kerja di masa denda,” sebutnya.

Kepala Balai Pelaksan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XI Banjarmasin, Syauqi Kamal juga menyayangkan progres pekerjaan jalan ini tak sesuai harapan. Menurutnya, jika tak selesai sampai akhir tahun ini, maka penyedia jasa akan bekerja dalam masa denda. “Blacklist kalau putus kontrak, kalau bekerja dalam masa denda hanya dikenakan denda atas hari keterlambatannya,” ujarnya kemarin.

Dia beralasan lambannya pekerjaan jalan ini juga karena kondisi cuaca sering hujan. Lahan sudah siap aspal kembali rusak, juga manajeman lapangan kurang baik. “Sudah diminta untuk merubah metoda kerja,” terangnya.

Ruas jalan ini sendiri merupakan jalan yang mengalami kebanjiran di awal tahun lalu. Jalan tergenang hingga mencapai lutut orang dewasa. Penanganan jalan ini untuk peninggian badan jalan selevel 40-60 cm dari aspal sebelumnya.

Penanganan ruas jalan ini terbagi dua paket pekerjaan. Paket pertama adalah, pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dengan panjang mencapai 3,52 Km. Saat ini pekerjaan masih pengerasan.

Paket kedua adalah pekerjaan rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya, Bati-Bati. Panjang jalan yang ditangani mencapai 2,7 Km. Total kedua paket ini menelan dana APBN sebesar Rp74 miliar.

PROYEK PENGERJAAN JALAN LIANG ANGGANG-BATI-BATI

- Paket pertama: Rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari

- Paket kedua: Rehabilitasi Jalan Simpang Liang Anggang sampai Batas Kota Pelaihari dan Batas Pelaihari sampai pertigaan Bati-Bati hingga Jalan Benua Raya. (mof/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:11

Dua Pekan Lagi Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, ini Respon Para Pengunjung

Radar Banjarmasin jalan-jalan ke Duta Mall dan Q Mall. Melihat…

Kamis, 07 Juli 2022 13:10

Mahasiswa: RKUHP Mengancam Kebebasan

 Unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) juga…

Kamis, 07 Juli 2022 13:09

Pelamar Komisioner Bawaslu Kalsel Berguguran, Banyak Mengira Seleksi CPNS

Belum memasuki tahap verifikasi berkas, sejumlah pelamar Komisioner Badan Pengawas…

Kamis, 07 Juli 2022 13:08

Pikap Dianggap Relevan untuk PMK Swasta, Tapi Tak Boleh Angkut Orang

eluarnya rencana larangan bagi BPK atau PMK swasta menggunakan armada…

Kamis, 07 Juli 2022 13:04

Diduga Stress Dimintai Tanggung Jawab, Pemuda 21 Tahun Gantung Diri

Remaja berinisial IFR (21), warga Jalan Antasan Kecil Barat RT…

Rabu, 06 Juli 2022 11:21

Hujan Deras Tiga Jam Buat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Banjir Parah

Hanya perlu hujan deras selama tiga jam untuk memicu banjir…

Rabu, 06 Juli 2022 11:19

Waspada Cuaca Buruk, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

 Gara-gara hujan deras di Kota Banjarbaru (4/7) pagi, tiga penerbangan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:17

Daftar Pemilih Kalsel Berkurang, Ternyata ini Sebabnya

Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:16

Anak-Anak Pasar Batuah: “Rumah Ulun Jangan Dibongkar”

 Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Hairansyah…

Rabu, 06 Juli 2022 11:15

Dilarang Bagi Daging Kurban Gunakan Kantong Plastik, Pakai Bakul Purun Saja

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers