MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 14 Desember 2021 09:38
Adik Masih Buron, Sang Kakak Menyerahkan Diri
KAUS HITAM: Riduan (23) menjalani pemeriksaan di Mapolsek Banjarmasin Tengah. | FOTO: POLSEK FOR RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Satu dari dua pengeroyok yang menewaskan Ahmad Fauzi (30) di Pasar Lama telah menyerahkan diri ke kantor polisi.

Dia adalah Riduan (23), warga Jalan Sulawesi Gang Irian.

Sedangkan pelaku kedua, Hendra (21) yang tak lain adik Riduan, saat ini masih dicari-cari polisi.

Perkelahian dengan senjata tajam ini terjadi di dekat Jembatan Kembar Sulawesi pada Sabtu (11/12) malam. Duel tak seimbang ini berakhir dengan maut warga Jalan Sultan Adam Kompleks Mahligai, Banjarmasin Utara tersebut.

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat tim medis Rumah Sakit Ulin selama 30 menit.
Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Susilo mengatakan, Riduan datang ke markasnya ditemani kerabatnya.

"Dia diserahkan keluarganya setelah dijemput dari Tanjung (Kabupaten Tabalong). Mungkin karena ketakutan makanya ia bersembunyi," kata Susilo, kemarin (13/12).

"Awalnya kami mendapatkan identitas yang menganiaya korban. Lalu pendekatan kepada keluarganya. Kakaknya mau dibujuk, tapi adiknya yang masih dicari," tambahnya.

Polisi pun segera mengorek keterangan darinya. Motifnya terungkap, korban kerap membuat onar di tempat pelaku bekerja. "Pelaku kesal sampai habis kesabaran," jelas Susilo.

Dalam perkelahian itu, pelaku menggunakan celurit dan sebilah pisau kecil. Sementara pisau panjang bertali yang ditemukan polisi di TKP merupakan milik korban.

Dalam interogasi itu, Riduan berkali-kali coba melindungi adiknya. Bahwa dia sendiri yang menganiaya Fauzi, bahwa Hendra tidak ikut-ikutan.

"Dari sejumlah luka di tubuh korban, dari dada, pinggang, tangan hingga kepala, Riduan mengaku dialah yang melakukannya," tambah Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Tengah, Iptu I Gusti Ngurah Utama Putra.

"Keterangan saksi mata juga menyebutkan Riduan sendiri yang berkelahi. Dia juga mendapat luka di tangan. Tapi banyak yang melihat, mereka berdua yang berlari mengejar korbannya," lanjut I Gusti.

Sesudah perkelahian berdarah itu, keduanya kabur menuju Terminal Pal Enam di batas kota. "Riduan menumpang angkutan umum jurusan Tanjung. Hendra tak ketahuan, mereka berpisah di terminal," tutupnya.

Polisi berharap, keluarga bisa melacak keberadaan Hendra dan membujuknya untuk menyerahkan diri. Jika memang dalam penyelidikan tak terbukti, maka sang adik tentu akan dibebaskan.

Yang pasti, untuk sang kakak, penyidik menyiapkan jerat pasal berlapis 338 jo 351 KUHP untuk pembunuhan dan penganiayaan. (lan/fud)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:06

Tukang Atap Tersengat Listrik, Sekujur Tubuh Terbakar

 Tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Agus (22), warga Terantang, Kecamatan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:13

Palsukan Surat Magang, Oknum Pengacara Ditangkap

 M Hafidz Halim (31) ditahan di Kotabaru. Oknum pengacara terkenal…

Selasa, 05 Juli 2022 12:03

Cekcok di Kafe, Keris Dihunus, Akhirnya Berujung Maut

Hanya berselang lima jam setelah insiden maut di depan Cafe…

Selasa, 05 Juli 2022 11:57

Syarkani Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Desa

 Warga Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Jumat, 01 Juli 2022 11:52

Sudah 62 Kali, Kebakaran di Banjarmasin Dominan Disebabkan Korsleting

 Sejak Januari hingga Juni 2022, tercatat ada 62 kali peristiwa…

Jumat, 01 Juli 2022 11:50

Pasar Kalindo Heboh, Diduga Wanita Berjilbab Kepergok Curi Emas, Begini Kronologinya

Pasar Kalindo di Jalan Belitung Darat mendadak heboh, Kamis (30/6)…

Kamis, 30 Juni 2022 11:09

Setahun Diburu, Penganiaya Pemuda di Warung Malam Akhirnya Tertangkap

Setahun diburu, akhirnya pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korbannya luka berat…

Rabu, 29 Juni 2022 13:53

Penuntutan Tiga Perkara Dihentikan

Proses penuntutan tiga perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel…

Rabu, 29 Juni 2022 13:51

Kasus Bendungan Tapin, Kepala BPN dan Guru SD Diperiksa

 Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalsel masih menyidik dugaan korupsi proyek pembangunan…

Rabu, 29 Juni 2022 13:50

Tak Terima Dituduh Mencuri, Bos Ditebas

Tak terima dituduh mencuri, Suprianto (37), nekat menebas bosnya sendiri…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers