MANAGED BY:
SENIN
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 15 Desember 2021 11:09
Akibat Stres dan Kutu Air, Penyakit Merebak di Tengah Korban Banjir
TERENDAM: Jalan Prona di Banjarmasin Selatan terendam selama banjir rob. Dinas Kesehatan Banjarmasin menyebut, stres di tengah korban banjir meningkatkan risiko hipertensi. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Dinas Kesehatan Banjarmasin tengah sibuk menangani penyakit yang merebak di tengah korban banjir rob.

Yakni dermatitis atau peradangan kulit dan hepatitis atau tekanan darah tinggi.

Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi mengatakan, penyakit kulit kini masuk dalam 10 penyakit terbanyak yang dikeluhkan masyarakat di ibu kota Provinsi Kalsel ini.

"Yang kami temukan, banyak warga menderita kutu air (gatal di sela jari kaki). Ini menempati urutan pertama untuk penyakit yang dialami warga akibat banjir rob belakangan ini," ucapnya, kemarin (14/12).

Pada posisi kedua ada penyakit darah tinggi. Sebelum dilanda banjir, hipertensi berada di urutan nomor satu. Sekarang, sudah kalah dengan kutu air.

"Penyakit pola hidup (hipertensi) ini memang tak harus menunggu banjir. Tapi ketika rumah yang dihuni terendam air, semakin menambah tingkat stress. Itulah memicu penyakit darah tinggi ini," jelasnya.

Selain kedua penyakit itu, di peringkat ketiga ada penyakit diare dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) yang juga menjadi keluhan warga.

Lantas apa langkah Dinkes dalam menanggulangi penyakit akibat banjir rob ini? Mantan Wakil Direktur RSJ Sambang Lihum itu menjawab, mereka sudah menggelar rapat bersama semua puskesmas.

"Nanti kami akan membangun pos-pos pelayanan kesehatan di beberapa titik yang terdampak banjir. Termasuk menginventarisir logistik apa saja yang diperlukan," ujarnya.

Saat ditanya apakah ditemukan penyakit lain seperti malaria dan demam berdarah (DBD), Machli mengaku belum menerima laporannya.

"Nyamuk jenis Aedes Aegypti ini hanya mau bertelur di air yang jernih dan menggenang, alias tak bergerak. Sehingga banjir ini tidak memungkinkan untuk dijadikannya sarang," pungkasnya. (war/fud)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 13:03

Dulunya Jadi Korban Pencurian, Lalu Memeras Pencuri, Gantian Masuk Penjara

ZA (38) tidak tahan terus diperas usai keluar dari menjalani…

Sabtu, 21 Mei 2022 13:01

Modus Rukiah, Ternyata Cabul, Guru Agama Divonis Bersalah

Guru agama berinisial SA (45) akhirnya divonis bersalah di Pengadilan…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:58

JANGAN BOROS..!! Kunjungan Kerja DPRD Banjarmasin Sebaiknya Digantikan Zoom

Rencana DPRD Kota Banjarmasin membangun gedung baru disebut Direktur Borneo…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:57

Hanya Perbolehkan Sapi dari NTT, PMK Belum Terdeteksi di Banjarbaru

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi menjadi kekhawatiran tersendiri…

Jumat, 20 Mei 2022 13:03

Penggelapan Mobil Mewah di Pelabuhan Trisakti Berhasil Digagalkan

Sebuah mobil mewah disita Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) pada…

Jumat, 20 Mei 2022 13:01

Tempat Karaoke Ilegal Menjamur di Tapin

Hingga sekarang, Pemerintah Kabupaten Tapin belum pernah mengeluarkan izin karaoke…

Jumat, 20 Mei 2022 12:59

Menara BTS Marak di Banjarmasin, DPRD: Tahun Depan Dipungut Retribusi

Maraknya pendirian Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi di…

Jumat, 20 Mei 2022 12:14

Kebijakan Pelat Putih Mulai Berlaku Juni, tapi Belum Ada yang Pesan

 Polri resmi mengganti warna dasar pelat nomor kendaraan dari hitam…

Jumat, 20 Mei 2022 12:09

Kapan Banjarmasin Boleh Melepas Masker? Pemko Tak Mau Terburu-buru

Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat melepas masker bila berada di…

Kamis, 19 Mei 2022 16:04

UKK Imigrasi di Balangan Siap Berikan Layanan Keimigrasian

PARINGIN – Sejak akhir tahun 2021 kemarin pelayanan keimigrasian telah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers