MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 17 Desember 2021 10:42
Catatan dari Peresmian Bandarmasih Tempo Doeloe

Meresmikan itu Gampang, Membangun yang Susah

BERKEMBANG: Di tangan anak muda yang kreatif, kawasan Kota Lama yang dulu sepi dan horor, kini menjadi tempat nongkrong yang digandrungi anak muda Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Jalan Hasanuddin HM boleh disebut sebagai sisi kota tua dari Banjarmasin. Anak-anak muda mengubahnya menjadi wadah tongkrongan yang nyaman.

- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

Rabu (15/12) malam, gang kecil yang dijuluki Kota Lama itu tampak ramai. Muda-mudi terus berdatangan.
Mereka bercengkerama, mencuil kudapan, menyesap bergelas-gelas kopi.

Buka sejak jam 8 pagi sampai jam 12 malam, total di sini sudah ada sepuluh kedai. Bandingkan, tahun 2019 lalu hanya ada satu kedai.

Pelopornya adalah kedai kopi bernama 'Kota Lama Koffie'. Setahun kemudian, disusul kedai roti bernama 'Kedai Roti Terang' dan kedai kuliner bernama 'Kongsi'.

Tahun 2020, Radar Banjarmasin mewawancara almarhum Antonio Merari Lenda alias Nyonyo. Ia manajer Kota Lama Koffie. Sepeninggal Nyonyo, posisi manajer beralih kepada Redy.

Kala itu, Nyonyo bercerita, kawasan ini hanya diisi gudang dan perkantoran. Pada malam hari, gelap dan horor.
Tapi kawasan itu disukai anak-anak muda untuk latar pemotretan karena kesannya yang antik.

Tahun 2017, dimulai dari survei. Tapi kedai itu baru benar-benar dibuka dua tahun kemudian. "Saya tak menduga, ketika dibuka, pengunjung yang datang selalu bertambah," tuturnya.

Kini, mimpi Nyonyo telah menjadi kenyataan.

Manajer Kedai Roti Terang, Bayu Indra Aditya mengatakan, kehadiran kedai-kedai baru telah memberikan warna. "Melebihi ekspektasi kami," tutur Bayu, Rabu (15/12) malam.

Menurutnya, ini berkat kerja keras para pengusaha muda di sana. "Konsep tentang kota lama ini tak ingin kami ubah lebih jauh. Makanya hampir semua tenant tak mengubah banyak bentuk bangunannya," jelasnya.

"Sekarang, kami berharap bisa mencakup pasar lebih luas, pelanggan yang lebih banyak," tambahnya.

"Saat ini kami juga memproses pembentukan paguyuban. Sebagai wadah silaturahmi dengan pemerintah," lanjutnya.

Malam itu pula, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina datang untuk meresmikan gerbang dan prasasti. Akhirnya, pemko melirik kota lama. Kawasan ini akan dimasukkan dalam daftar kunjungan wisata. Diberi nama 'Bandarmasih Tempo Doeloe'.

"Belum lengkap rasanya bila ke Banjarmasin tanpa mampir kemari," ungkapnya.

Kembali pada Bayu, diceritakannya, tim wali kota mulai menjalin komunikasi dengan pengusaha di kota lama sejak pertengahan tahun tadi.

"Setahu saya, ini termasuk deretan ruko-ruko pertama yang dibangun di Banjarmasin. Menjadi pusat perdagangan, tapi kemudian sempat mati suri," jelasnya.

Disinggung terkait sumbangsih pemko, Ibnu mengatakan bakal ada penataan. Dari lahan parkir, gerbang, dan plang nama yang dibantu dari program CSR PDAM Bandarmasih. "Soal stimulus, memang belum ada," akunya.

Berikutnya, Ibnu berjanji pemko akan membenahi drainase dan pedestrian di sana. "Dan yang paling mendesak menjaga keamanannya," tutupnya.

Menunggu Inisiatif Pedagang

Lantas, bagaimana dengan Kawasan Wisata Mandiri (KWM) yang jaraknya hanya selemparan batu dari Bandarmasih Tempo Doeloe?

Padahal, lokasinya strategis. Langsung menghadap ke Sungai Martapura dan maskot Patung Bekantan.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku juga ingin membenahinya. "Kalau kawasan ini (Bandarmasih Tempo Doeloe) sudah berkembang, mari kita tata lagi yang di sebelah," ujarnya.

Ia menyatakan kesiapan pemko bekerja sama dengan pengusaha.

Tapi, diakuinya tak mudah untuk membenahi KWM. Dia berharap ada inisiatif dari pedagang untuk memicunya.

"Pedagang di sana sudah ada yang bubar. Sebagian juga ada yang tinggal di situ. Jadi harus pelan-pelan kalau mau menatanya. Saya kira kalau ada inisiatif akan lebih mudah," jelasnya.

"Tinggal pemerintah nanti yang membantu. Kami bisa carikan dana CSR yang ingin berpartisipasi," tutupnya. (at/fud)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Senin, 31 Januari 2022 10:17

Sarigading, Jamu Paling Terkenal di Masanya, Ini Awal Mula Kisahnya...

Tahu lah pian? Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada jamu…

Senin, 31 Januari 2022 10:14

Makam Massal Tragedi 23 Mei 1997 yang Mulai Dilupakan

Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin pada 23 Mei 1997 silam…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers