MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 20 Desember 2021 10:59
Kondisi SDN Teluk Dalam 7 Dikeluhkan
PROTES: Warga sekaligus orang tua murid, mengungkapkan unek-uneknya terkait perbaikan sarpras di Sekolah Penggerak SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, Minggu (19/12).

BANJARMASIN - Kondisi fasilitas penunjang di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teluk Dalam 7 Banjarmasin menuai protes dari sejumlah warga.

Minggu (19/12) siang, mengatasnamakan paguyuban orang tua siswa SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, belasan warga yang tinggal di dekat bangunan sekolah itu mengeluarkan unek-uneknya. Utamanya, terkait perbaikan fasilitas sekolah yang hingga kini masih amburadul.

Salah seorang warga, Anang Suryani menuturkan, pihak sekolah tampak tidak memiliki keseriusan untuk memperbaiki fasilitas penunjang sekolah.

Contohnya halaman sekolah. Lelaki 42 tahun itu menilai, perbaikan dilakukan terkesan sembarangan dan tak kunjung diselesaikan. "Belum selesai pengerjaan perbaikan fasilitas halaman, eh malah mau perbaiki yang lain lagi. Hasilnya, satu pun tak ada perbaikan yang selesai," keluhnya.

Alhasil halaman sekolah jadi tampak terbengkalai, hingga akhirnya ditumbuhi banyak tanaman liar.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, Minggu (19/12) siang, bangunan gedung sekolah sebenarnya tampak kokoh dan masih sangat bagus. Namun, tidak demikian dengan sarana penunjangnya. Ambil contoh, halaman sekolah tadi. Halaman masih didominasi tanah urukan. Lalu di atasnya, hanya diletakkan kulit pohon kelapa hingga ditumbuhi tanaman liar.

Ketua RT 30 RW 2, Tarmiji, menjelaskan, kondisi itu diketahui berlangsung sejak 2019 lalu. Meski dahulu halaman sekolah terbilang rendah dan gampang terdampak banjir rob, namun masih tergolong bagus alias terawat. Tak tampak adanya kerusakan, apa lagi sampai ditumbuhi tanaman liar dan terkesan tidak terawat.

"Kita bisa lihat sendiri. Mestinya, makin tahun makin bagus (terawat). Kalau seperti ini, kami khawatir bisa membahayakan anak-anak. Karena kadang-kadang kami menemukan ada ular juga di sini," ungkapnya.

Tarmiji menilai, halaman sekolah penting untuk penunjang aktivitas anak-anak di sekolah. Kemudian, masyarakat di sekitar sekolah pun bisa meminjamnya apabila sewaktu-waktu diperlukan.

"Jadi, antara masyarakat dengan sekolah bisa bersinergi. Kalau dekat perumahan, idealnya antara permukiman dan bangunan sekolah itu menyatu," tambahnya.

Masih soal halaman sekolah. Di bagian lain, memang ada upaya perbaikan dengan dipasangnya paving blok. Tapi, kondisinya seperti terbengkalai alias tidak diselesaikan.

Yang lucu, ada bagian halaman yang tampak dipasangi plastik ekobrik. Padahal seperti diketahui, ekobrik umumnya hanya digunakan untuk bahan kerajinan tangan. Bisa berupa bangku, meja, pagar, atau hiasan lainnya. Bukan malah dibenamkan ke dalam tanah, yang justru malah menghambat resapan air.

Sementara itu, salah seorang warga yang juga orang tua siswa lainnya, Ijah menuturkan, sepengetahuannya pihak sekolah menginginkan agar sekolah bisa bertaraf internasional.

"Tapi, bagaimana mau bertaraf internasional, kalau soal halaman ini saja tidak selesai-selesai. Mestinya, selesaikan dahulu pengerjaan perbaikan yang ada, baru ke perbaikan yang lain. Jangan setengah-setengah seperti ini," ungkapnya.

"Masukan warga maupun guru-guru yang ada di sini, terkait perbaikan fasilitas sekolah pun seperti tidak didengar lagi oleh kepala sekolah," tambahnya.

Lebih jauh, lantaran terkesan adanya pembiaran, warga mengaku akan menempuh jalur lain. Yakni, dengan berkirim surat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin. Ada pun bunyi surat itu, warga menilai telah terjadi kemunduran terkait pembenahan sarana prasarana sekolah.

Dalam surat itu pula, setidaknya ada 20 tanda tangan warga sekaligus orang tua siswa yang menginginkan adanya perubahan.

Terpisah, Radar Banjarmasin mengonfirmsi keluhan warga kepada Kepala SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin, Yuni Chandra. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Nomor telepon yang bersangkutan tak bisa dihubungi. (war)


BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:11

Dua Pekan Lagi Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, ini Respon Para Pengunjung

Radar Banjarmasin jalan-jalan ke Duta Mall dan Q Mall. Melihat…

Kamis, 07 Juli 2022 13:10

Mahasiswa: RKUHP Mengancam Kebebasan

 Unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) juga…

Kamis, 07 Juli 2022 13:09

Pelamar Komisioner Bawaslu Kalsel Berguguran, Banyak Mengira Seleksi CPNS

Belum memasuki tahap verifikasi berkas, sejumlah pelamar Komisioner Badan Pengawas…

Kamis, 07 Juli 2022 13:08

Pikap Dianggap Relevan untuk PMK Swasta, Tapi Tak Boleh Angkut Orang

eluarnya rencana larangan bagi BPK atau PMK swasta menggunakan armada…

Kamis, 07 Juli 2022 13:04

Diduga Stress Dimintai Tanggung Jawab, Pemuda 21 Tahun Gantung Diri

Remaja berinisial IFR (21), warga Jalan Antasan Kecil Barat RT…

Rabu, 06 Juli 2022 11:21

Hujan Deras Tiga Jam Buat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Banjir Parah

Hanya perlu hujan deras selama tiga jam untuk memicu banjir…

Rabu, 06 Juli 2022 11:19

Waspada Cuaca Buruk, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

 Gara-gara hujan deras di Kota Banjarbaru (4/7) pagi, tiga penerbangan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:17

Daftar Pemilih Kalsel Berkurang, Ternyata ini Sebabnya

Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:16

Anak-Anak Pasar Batuah: “Rumah Ulun Jangan Dibongkar”

 Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Hairansyah…

Rabu, 06 Juli 2022 11:15

Dilarang Bagi Daging Kurban Gunakan Kantong Plastik, Pakai Bakul Purun Saja

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers