MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 04 Agustus 2016 13:03
Terharu Bawakan Tari Bapalas Banua di Kota Ambon
Putri Safarina

SEJAK duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Putri Safariani, sudah menekuni seni tari. Khususnya tari tradisional. Cewek yang juga anggota Sanggar Perpekindo Banjarmasin ini, beberapa waktu lalu tampil di kota Ambon. Bersama rekan-rekan penari lainnya, di kota tersebut ia membawakan tari Bapalas Banua.

Sebuah tarian kreasi serta tari hiburan yang merefleksikan ritual orang Bukit Meratus. Sementara pijakan tari kreasi tersebut adalah Tari Tandik oleh Dayak Meratus.

Ketika membawakan tarian tersebut, cewek kelahiran 23 Juni ini sempat kaget serta terharu melihat antusias warga Ambon sangat luar biasa terhadap tarian yang dibawakan.

"Bagaimana aku enggak terharu, di saat daerah sendiri dance hiphop atau kpop lebih digemari anak muda, namun di sana (Ambon) tarian tradisi lebih dihargai," jelasnya.

Selama kurang lebih 13 menit ia dan rekan-rekannya menari, Putri menjelaskan ada lebih dari ratusan mata yang menyaksikan. Bahkan tidak sedikit dari mereka, ikut terbawa suasana saat mereka melihat tarian yang dibawakan.

"Sorak sorai penonton saat kami menari dan antrian foto bersama, bagi kami itu sudah sangat luar biasa," tutur cewek yang berkuliah di STKIP PGRI Banjarmasin ini.

Bagi Putri, dengan menari tarian tradisional, secara tidak langsung juga dapat mempromosikan kota mau pun daerah ke tempat yang ia kunjungi.

Namun, yang menjadi persoalan menurutnya minat anak muda zaman sekarang lebih tertarik ke dance hiphop atau k-pop daripada tarian daerah atau tradisi.

Ia berharap, sebagai salah seorang yang memilih bertahan untuk mendalami tarian tradisi, ke depannya mampu lebih banyak mengenalkan tatian tradisi serta menjadi inspirasi untuk banyak orang.

"Setidaknya, aku ingin menjadi penerus kebudayaan peradaban tari di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan. I dance for laughter,I dance for tears,I dance for madness,I dance for fears,I dance for hopes,I dance for screams,I'm the dancer,I create the dreams," pungkasnya. (war)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers