MANAGED BY:
SENIN
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 22 Desember 2021 18:57
LUCUT..!! Sekolah Jadi Langganan Banjir
TERENDAM: Kondisi di SDN Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara yang masih terendam banjir di bulan Desember 2021. | Foto: Arifin For Radar Banjarmasin

BARABAI - Dua sekolah di Hulu Sungai Tengah (HST) jadi langganan banjir saat musim hujan. Selain mengajar, para guru juga dibuat sibuk mengamankan dokumen sekolah dan membersihkan lumpur sisa banjir.

Dua sekolah tersebut yakni SDN 3 Mandingin, Kecamatan Barabai dan SDN Sungai Buluh, Kecamatan Labuan Amas Utara, Hulu Sungai Tengah. Letak geografis dua sekolah ini memang berada di dataran rendah.

SDN 3 Mandingin dekat dengan aliran Sungai Barabai, sedangkan SDN Sungai Buluh dekat dengan rawa. SDN Sungai Buluh menjadi sekolah yang paling lama terendam.

Guru SDN Sungai Buluh, Arifin mengatakan hingga Selasa (21/12) sekolahnya masih terendam. Sekolah ini sudah terendam sejak 1 Desember lalu. Artinya sudah 21 hari sekolah digenangi air. "Para siswa sampai harus mengerjakan soal penilaian akhir semester di emper rumah warga beralas terpal," kisahnya.

Selain berada di dataran rendah, Arifin menjelaskan jarak sekolahnya dengan sungai kurang lebih 50 meter. Air yang merendam sekolah juga belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Biasanya dalam kurun waktu satu bulan air baru surut. Itupun jika tidak turun hujan lagi.

"Kalau cuaca cerah ada penurunan air. Tapi kalau hujan turun ya air kembali naik," jelasnya.

Jika banjir sudah surut, para guru harus membersihkan sisa lumpur. Kisah yang sama juga dialami para guru di SDN 3 Mandingin. Sekolah ini notabene masih berada di perkotaan Barabai. Namun menjadi langganan banjir. Bulan November tadi sekolah ini sudah 5 kali kebanjiran.

"Lucut (bahasa Banjar artinya: lelah) baru dibersihkan sudah kebanjiran lagi," kata Guru SDN 3 Mandingin, Fahriadi. Ketinggian air saat banjir di sekolah ini bisa sampai 2 meter. Untuk itu tiap kali hujan lebat mengguyur kota Barabai para guru dibuat was-was, takut jika banjir merendam sekolah.

"Jadi buku pelajaran ada yang kita selamatkan dengan cara dibawa ke rumah dan dokumen dinaikkan ke atas lemari," kisahnya. Tiap kali banjir para siswa terpaksa diliburkan.

Sudah jadi langganan banjir, lantas bagaimana mitigasinya? Plt Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar menjelaskan mitigasi bencana yang lebih komprehensif atas kejadian banjir yakni: pengamanan dokumen penting, elektronik, untuk mengurangi kerugian besar seperti banjir awal Januari lalu.

Untuk mitigasi jangka pendek yakni: pemetaan sekolah terdampak, pembinaan sekolah agar lebih siap dalam pengamanan dokumen dan peralatan sekolah, serta pembentukan desain komunikasi early warning system yang lebih baik.

Sedangkan mitigasi jangka panjang yakni: evaluasi konstruksi sarana prasarana pada sekolah yang terpetakan sebagai langganan terdampak banjir, dengan sistem konstruksi yang lebih baik. "Misal semua ruang kelas berada di lantai dua dengan basemen di lantai satu," jelasnya.

Namun yang perlu diingat tidak semua sekolah di HST bertingkat. Jadi evaluasi konstruksi sarana prasarana hanya bisa dilakukan bagi sekolah yang bertingkat saja. Lantas apakah ada kendala dalam mitigasi ini?

"Kendala teknis tentu kemampuan keuangan Pemerintah HST yang sangat terbatas, sehingga peran dan perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Pusat menjadi harapan kami untuk berkolaborasi dan memberi dukungan," pungkasnya.

Sebagai gambaran pada banjir Januari 2021 lalu jumlah sekolah yang terdampak sekitar 167 sekolah. Data Dinas Pendidikan HST menyebut untuk banjir bulan November 2021 tadi SMP 13 sekolah, SD 32 sekolah dan PAUD 41 sekolah. (mal)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 13:03

Dulunya Jadi Korban Pencurian, Lalu Memeras Pencuri, Gantian Masuk Penjara

ZA (38) tidak tahan terus diperas usai keluar dari menjalani…

Sabtu, 21 Mei 2022 13:01

Modus Rukiah, Ternyata Cabul, Guru Agama Divonis Bersalah

Guru agama berinisial SA (45) akhirnya divonis bersalah di Pengadilan…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:58

JANGAN BOROS..!! Kunjungan Kerja DPRD Banjarmasin Sebaiknya Digantikan Zoom

Rencana DPRD Kota Banjarmasin membangun gedung baru disebut Direktur Borneo…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:57

Hanya Perbolehkan Sapi dari NTT, PMK Belum Terdeteksi di Banjarbaru

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi menjadi kekhawatiran tersendiri…

Jumat, 20 Mei 2022 13:03

Penggelapan Mobil Mewah di Pelabuhan Trisakti Berhasil Digagalkan

Sebuah mobil mewah disita Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) pada…

Jumat, 20 Mei 2022 13:01

Tempat Karaoke Ilegal Menjamur di Tapin

Hingga sekarang, Pemerintah Kabupaten Tapin belum pernah mengeluarkan izin karaoke…

Jumat, 20 Mei 2022 12:59

Menara BTS Marak di Banjarmasin, DPRD: Tahun Depan Dipungut Retribusi

Maraknya pendirian Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi di…

Jumat, 20 Mei 2022 12:14

Kebijakan Pelat Putih Mulai Berlaku Juni, tapi Belum Ada yang Pesan

 Polri resmi mengganti warna dasar pelat nomor kendaraan dari hitam…

Jumat, 20 Mei 2022 12:09

Kapan Banjarmasin Boleh Melepas Masker? Pemko Tak Mau Terburu-buru

Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat melepas masker bila berada di…

Kamis, 19 Mei 2022 16:04

UKK Imigrasi di Balangan Siap Berikan Layanan Keimigrasian

PARINGIN – Sejak akhir tahun 2021 kemarin pelayanan keimigrasian telah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers