MANAGED BY:
MINGGU
10 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 24 Desember 2021 20:11
Siswa Haruyan Dayak Sekolah di Tenda
BELAJAR DI TENDA: Para siswa SDN 3 Haruyan Dayak saat mengikuti proses belajar di dalam tenda darurat beralas terpal. Bangunan sekolah mereka hancur akibat disapu banjir dan longsor Januari 2021 tadi. | Foto: Lina Erma Yanti For Radar Banjarmasin

BARABAI- Sungguh miris melihat suasana belajar para siswa di SDN 3 Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah (HST). Karena gedung sekolahnya hancur diterjang banjir dan longsor, mereka terpaksa belajar di tenda darurat.

Parahnya, kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Januari 2021. Sejak HST dilanda banjir bandang. Seluruh bangunan sekolah porak poranda. Ruang kelas 1 sampai 4 hancur tak tersisa. Sedangkan ruang kelas 5, perpustakaan dan kantor guru rusak berat. Tak hanya itu, fasilitas water closet yang baru dibangun 2020 tadi juga rusak.

Bangunan sekolah ini memang semi permanen. Hanya gedung perpustakaan yang bangunannya permanen. “Sedangkan bangunan lainnya lantai beton dan dinding kayu,” kata Lina Erma Yanti, Guru SDN 3 Haruyan Dayak, Kamis (23/12).

Selama pandemi siswa memang belajar dari rumah, namun setiap dua pekan sekali yaitu hari Senin dan Rabu para siswa datang ke sekolah untuk menerima tugas dan mengumpulkan tugas. Jadi proses belajar masih tetap berlangsung meski kondisi terbatas. “Para guru yang ke rumah siswa untuk memberikan pelajaran,” lanjutnya.

SDN 3 Haruyan Dayak memiliki siswa 68 orang. Untuk menuju sekolah ini diperlukan waktu 1 jam dari pusat kota Barabai. Akses menuju sekolah ini cukup sulit, memang jalannya sudah aspal dan paving. Namun, keadaannya sudah mengkhawatirkan. Jalan aspal rusak dan paving mulai ambles.

Belum lagi jika hujan lebat, musibah longsor menghantui para guru. Sudah beberapa kali jalan menuju sekolah ini tertimbun material longsor. Alhasil kondisi jalan semakin parah, becek dan licin.

“Kami juga harus melewati jembatan darurat. Jembatan ini sudah lima kali lebih hanyut diterjang luapan air Sungai Hantakan,” kata guru yang sudah mengajar lima tahun di sekolah tersebut.

Setelah menunggu hampir 11 bulan akhirnya SDN 3 Haruyan Dayak dapat bantuan ruang kelas darurat senilai Rp 50 juta dari Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi.

Ruangan ini digunakan untuk tempat belajar para siswa sementara. Ukuran lebar dan panjang 6x7 meter ditambah teras 1,2 meter. Sayangnya, ruangan tak mampu menampung semua siswa. Alhasil, para siswa harus berbagi ruang, ada yang belajar di dalam tenda darurat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar mengakui, memang pada perubahan anggaran 2021 tadi Pemkab HST tidak mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sekolah tersebut. “Sebab dulu ada yang menjanjikan ingin membantu memperbaiki dari lembaga sosial atau organisasi profesi. Tapi sampai sekarang tidak ada realisasi,” katanya.

Untuk itu, perbaikan sekolah baru dianggarkan di APBD 2022 mendatang. “Karena pelayanan pendidikan bagi anak di pegunungan Meratus merupakan prioritas kita,” jelasnya.

Selain bantuan ruang kelas darurat, Anhar menjelaskan, SDN 3 Haruyan Dayak juga dapat bantuan uang Rp 17 juta dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi. Uang ini digunakan untuk membeli peralatan kebersihan, alat tulis, buku, dan keperluan belajar siswa lainnya. (mal)


BACA JUGA

Sabtu, 09 Desember 2023 13:44

Caleg Kesal Balihonya Tetiba Rusak

Sejumlah baliho milik Calon Legislatif (Caleg) Kota Banjarbaru di pertigaan…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:42

Siap-Siap, Tilang Elektronik Segera Diberlakukan di Kabupaten HSS

Para pengguna jalan raya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:40

Berantas Pemabuk di RTH Kota Banjarbaru, Satpol PP Pakai Intelijen

 Pembacokan yang dialami MH (17) ketika bersantai di RTH Guntung Paikat pada…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:38

Deteksi Dini Ancaman Bencana, Pemko Banjarbaru Pasang CCTV

Bencana banjir mulai menghantui sejumlah wilayah di Banjarbaru. Akibat cuaca ekstrem…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:36

Tahun Ini Sudah Ribuan PJU dan Belasan Taman Dibangun di Banjarbaru, Cek Lokasinya...

 Guna memenuhi layanan infrastruktur dasar yang layak untuk masyarakat, sepanjang…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:34

Warga Desa Panyipatan Tanah Laut Temukan Bayi Misterius di Musala

Warga Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan dihebohkan dengan penemuan sesok bayi pada Sabtu…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:33

Terkaget-kaget, Tersangka Korupsi Eks Kepala PT BPR Batola Dijemput Paksa Kejaksaan

 Setelah menetapkan BR sebagai tersangka pada Juli tadi, kasus dugaan korupsi PT…

Sabtu, 09 Desember 2023 13:30

Rebutan Buah di Tabalong, Seorang Warga Pingsan

Warga Tabalong menyerbu pesta buah Gunungan Hasil Pertanian di Puncak Hari Jadi…

Jumat, 08 Desember 2023 13:50

Kasus DBD Bermunculan di Banjarbaru, Warga Harus Berantas Sarangnya

Musim hujan yang melanda Kota Banjarbaru, membuat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) bermunculan…

Jumat, 08 Desember 2023 13:47

Kondisi Terkini Banjir di HST, BPBD Terus Lakukan Pemantauan

Beberapa wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dilanda banjir, akibat hujan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers