MANAGED BY:
RABU
17 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 25 Desember 2021 10:08
Setelah 13 Tahun Menghilang, Kincir Angin Komet Direstorasi

Mbah Yuno Temukan Bongkaran di Tanah Laut

DIRESMIKAN: Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin meresmikan kembali Kincir Angin Komet di kelurahan Komet Banjarbaru kemarin. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

Di penghujung tahun, satu lagi landmark di Kota Banjarbaru berdiri. Namun dibanding sejumlah landmark yang dibuat sebelumnya, landmark yang satu ini terbilang bersejarah dan ikonik bagi warga Banjarbaru.

- Oleh: Muhammad Rifani, Banjarbaru

Landmark baru ini yakni Kincir Angin Komet. Sesuai nama, lokasinya berada di pertigaan jalan Panglima Batur dengan Jalan Wijaya Kusuma Kelurahan Komet Kota Banjarbaru.

Kemarin (25/12), kincir angin ini diresmikan oleh Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin beserta sejumlah pejabat Pemko Banjarbaru. Pemko menegaskan bahwa kincir ini telah rampung dibangun ulang atau direstorasi.

Usut punya usut, rupanya bahan atau material yang digunakan diproyek restorasi kincir ini masih orisinil dari kincir angin yang lawas dengan sedikit modifikasi oleh Pemko Banjarbaru.

Sebagai penyegar ingatan, kincir ini sebelumnya sempat dibongkar di tahun 2008. Kala itu, bangunan kincir diganti dengan miniatur kincir yang lebih kecil. Keputusan ini sempat menuai sejumlah reaksi miring lantaran miniatur yang didirikan tak representatif dari kincir angin ikonik ini.

Saat itu, reaksi miring juga makin bertambah lantaran kincir angin komet yang orisinil terkesan tak diperlakukan dengan laik. Ditambah pembongkaran malah diserahkan kepada pemulung dan nasib setelahnya tak diketahui bagaimana.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin bercerita bahwa warga Banjarbaru khususnya di kawasan sana meminta kincir tersebut dibangun lagi dengan lebih laik.

"Kincir ini punya kenangan yang dalam bagi warga Banjarbaru. Karena ini adalah ikon dan pada saat itu memang kincir ini difungsikan sebagai alat pemompa air," kenangnya.

Proses restorasi sebut Aditya susah susah gampang. Sebab, pihaknya berkeinginan kincir ini bisa dibangun ulang seperti mulanya. "Nah, kita harus mencari-cari dimana bagian orisinilnya."

Dari hasil penelusuran, akhirnya tim Pemko kata Aditya berhasil melacak material asli kincir tersebut. Yang mana rupanya masih disimpan apik oleh seorang warga Banjarbaru yang bernama H Sayuno atau akrab disapa Mbah Yuno.

"Kita dapat kabar bahwa kincir ini disimpan oleh Mbah Yuno. Saya saat itu mengutus beberapa orang untuk bertemu dengan beliau termasuk anak-anaknya untuk menyampaikan maksud ingin membangun ulang kincir komet," curhat Aditya.

Beruntung, pihak Mbah Yuno dan keluarga klaim Aditya bersedia menghibahkan kincir angin tersebut. Yang mana rupanya sebelum disimpan Mbah Yuno, bagian kincir didapatnya dari sebuah tempat di wilayah Kabupaten Tanah Laut.

"Jadi beliau tidak mau menyerahkan kincir ini kepada orang lain sebelumnya lantaran punya kenangan dengan kincir tersebut. Alhamdulillah, beliau bersedia menghibahkan untuk dibangun ulang," katanya.

Karena mayoritas material atau bagian asli kincir masih laik dan bisa dipasang. Maka, Pemko ujar Aditya tinggal membuat pondasi penyangga serta dipercantik dengan dibuatkan taman mini di sekitar kincir.

"Mayoritas nyaris sama persis, apalagi bagian-bagiannya masih ada yang orisinil. Yang berbeda mungkin hanya posisinya saja. Kita berharap ini dapat kembali jadi ikon kebanggaan warga Banjarbaru," tegasnya.

Sebagai gambaran, proyek restorasi kincir angin Komet ini memakan anggaran sekitar 197 juta rupiah. Pengerjaan sendiri rampung 16 Desember 2021 tadi dan diresmikan kemarin. (rvn/ij/bin)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Senin, 31 Januari 2022 10:17

Sarigading, Jamu Paling Terkenal di Masanya, Ini Awal Mula Kisahnya...

Tahu lah pian? Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada jamu…

Senin, 31 Januari 2022 10:14

Makam Massal Tragedi 23 Mei 1997 yang Mulai Dilupakan

Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin pada 23 Mei 1997 silam…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers