MANAGED BY:
SABTU
26 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 29 Desember 2021 12:33
Target Vaksinasi Kalsel Tak Sampai 2 Persen Lagi
KEJAR TARGET: Vaksinasi santri di Ponpes Al-Muhajirin Pemangkih HST saat divaksin. HST akhirnya berhasil memenuhi target 70 persen vaksinasi. | FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Masifnya kegiatan vaksinasi demi mengejar target 70 persen mulai terlihat membuahkan hasil. Bagaimana tidak, sisa cakupan dari yang ditargetkan hanya tersisa 1,62 persen. 

“Alhamdulillah capaian vaksinasi begitu melonjak. Semoga sisa tak sampai 2 persen ini akan didapat sebelum 31 Desember mendatang,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim kemarin.

Dia begitu yakin sisa tak sampai 2 persen ini terkejar seiring gencarnya vaksinasi yang dilakukan pemerintah kabupaten dan kota. “Kami acung jempol dengan pemerintah daerah yang turut berandil besar melakukan upaya percepatan,” tambahnya.

Disampaikannya, dari data Kemenkes sampai Selasa (28/12) kemarin, cakupan vaksinasi pertama di Kalsel sudah sebanyak 2.161.584. Terdongkraknya cakupan vaksinasi karena tingginya realisasi di Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tabalong.

HST sudah menyusul empat daerah lain yang aman 70 persen cakupan vaksinasi pertama. Setelah Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Bumbu dan Balangan. “Tabalong juga hampir 70 persen. Hanya tersisa tak sampai 1 persen hingga malam ini,” sebutnya.

Di Kabupaten Banjar yang sempat berjalan lamban, saat ini sudah bergerak ke 60 persen. “Cakupan dan luasan daerahnya (Kabupaten Banjar) tak bisa disamakan dengan daerah lain. Itu artinya capaiannya sudah tinggi,” imbuhnya.

Bagaimana dengan stok vaksin? Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel ini memastikan, jumlahnya sangat cukup. Dari data pihaknya, ada sebanyak 600 ribu dosis yang tersebar di kabupaten dan kota.

Pemprov sendiri harus siap-siap mendapat sanksi jika tak mencapai target 70 persen. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan akan memberi sanksi kepada daerah yang capaian vaksinasinya rendah hingga tutup tahun mendatang. Sanksinya berupa disinsentif atau tidak akan diberikan tambahan dana insentif daerah. (mof/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 26 November 2022 14:52

Mabuk Judi Online, Mobil Bengkel Malah Digadaikan

Gara-gara ketagihan judi online, Aceng Guruh (AG) akhirnya harus berurusan…

Sabtu, 26 November 2022 14:48

Fakta Baru Sidang Mardani Maming, Sekda Diminta Bubuhkan Paraf

Masih dengan agenda pemeriksaan saksi, (25/11), sidang perkara korupsi dengan…

Sabtu, 26 November 2022 14:37

Karena Dua Hal ini Stadion 17 Mei Tak Bisa Penuhi Standar FIFA

Menjadi lapangan sepak bola terbesar di Kalimantan Selatan, Stadion 17…

Sabtu, 26 November 2022 14:33

Replika Rumah Lanting Nasibmu Kini, Dulu Dirawat, Kini Dibiarkan Rusak

Kondisi replika rumah lanting di dermaga wisata religi Kubah Makam…

Sabtu, 26 November 2022 14:28

Mulai Banyak Ditemui, Izin Kedai Kopi di Banjarbaru akan Dikejar

Kedai kopi atau Coffee Shop di Banjarbaru kini bak jamur…

Sabtu, 26 November 2022 11:26

Kabarnya UMP Kalsel di 2023 Bakal Naik 8,83 Persen

 Beredar kabar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 Kalsel dinaikkan 8,83…

Sabtu, 26 November 2022 11:20

Kasus Penganiayaan Selebgram Banjarmasin, Kapolda Janji Cek ke Propam

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi rupanya baru mengetahui…

Sabtu, 26 November 2022 10:15

Gerbang Batas Kota ini Nasibnya Belum Jelas

 Selain bundaran Tugu Simpang Empat, Lapangan Murjani dan Minggu Raya.…

Sabtu, 26 November 2022 10:11

Stok Blanko KTP-el Mulai Menipis

Kosongnya blangko KTP elektronik di Dinas Kependudan dan Pencatatan Sipil…

Sabtu, 26 November 2022 10:08

Persuasif Saja Tak Cukup Cegah Masyarakat Buang Sampah Disini

Meski sudah dipasangi kamera pengawas alias CCTV, sampah di kawasan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers