MANAGED BY:
SENIN
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 18 Januari 2022 13:14
INGAT YA..!! Hampir Semua Wilayah di Kalsel Berpotensi Longsor
RAWAN: Rumah warga di Desa Malinau Kecamatan Loksado rusak akibat tanah longsor, (11/11). | FOTO: BPBD HSS FOR RADAR BANJARMASIN

 Sejumlah daerah di Banua patut waspada dengan potensi bencana tanah longsor. Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor melalui Sekdaprov Roy Rizali Anwar telah mengeluarkan surat edaran terkait informasi peta prakiraan gerakan tanah dan antisipasi bencana tanah longsor di wilayah Kalimantan Selatan.

Surat edaran tertanggal 11 Januari 2022 tersebut ditujukan kepada Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Dalam surat itu, Roy menyampaikan beberapa informasi, sekaligus meminta bantuan dan kerjasama BPBD kabupaten/kota untuk menindaklanjuti surat Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tanggal 30 Desember 2021, perihal peta prakiraan gerakan tanah untuk mengantisipasi dan mitigasi bencana longsor pada musim hujan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Roy menuturkan, berdasarkan peta prakiraan gerakan tanah, diperkirakan ada 16 kecamatan di lima kabupaten yang memiliki potensi tinggi gerakan tanah/tanah longsor. Serta, ada 56 kecamatan di 12 kabupaten/kota yang memiliki potensi menengah (lihat grafis).

Melihat prakiraan itu, BPBD kabupaten/kota diminta bekerjasama dengan lembaga/instansi terkait dan masyarakat agar segera melakukan patroli serta pengecekan ke wilayah rawan bencana yang berpotensi tanah longsor tinggi sesuai peta, dalam rangka peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana.

Kemudian, berkoordinasi dengan BMKG agar selalu mendapatkan update informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi.

Selain itu, Roy menyampaikan, informasi mengenai potensi ancaman bencana berbasis cuaca dapat diakses melalui website signature.bmkg.go.id dan untuk pemutakhiran peta potensi gerakan tanah yang diupdate setiap bulannya dapat diakses melalui tautan VSI.esdm.go.id.

Melalui surat edaran, Roy juga meminta BPBD kabupaten/kota mempublikasikan dan menyebarluaskan informasi potensi bencana kepada seluruh masyarakat dan lembaga dalam upaya mitigasi bencana serta melaporkan secara berkala ke BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Lalu, mengaktifkan Posko Siaga Bencana oleh BPBD kabupaten/kota untuk melaksanakan pemantauan, pengamatan lapangan, pelaporan dan koordinasi penanganan operasional pada saat kejadian bencana.

“Apabila terjadi bencana, BPBD kabupaten/kota agar pada kesempatan pertama dapat melaporkan setiap kejadian bencana ke Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Selatan,” tulis Roy dalam surat edaran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Solhan mengaku pihaknya sudah menerima surat edaran terkait informasi peta prakiraan gerakan tanah dan antisipasi bencana tanah longsor dari Pemprov Kalsel.

Di Banjar sendiri ada enam kecamatan yang memiliki potensi gerakan tanah. Yakni, Aluh-Aluh, Aranio, Astambul, Karang Intan, Paramasan dan Sungai Pinang.

Terkait hal itu, Solhan menyampaikan, BPBD Banjar sudah membentuk Satgas Bencana. “Di satgas ini bergabung dengan relawan serta dinas terkait,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga selalu siap siaga dan melakukan pemantauan di daerah-daerah yang diprediksi atau dirakirakan terjadi bencana. “Kami selalu berkoordinasi dengan kecamatan untuk informasi dan antisipasi. Pusdalops juga siaga 24 jam,” pungkasnya.

Daerah-Daerah Mulai Bersiap

BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatanmelakukan langkah mitigasi dengan memetakan daerah rawan bencana banjir dan longsor dikawasan pegunungan meratus.

Kepala BPBD HSS Syamsudin mengatakan untuk mencegah terjadinya longsor di tahun ini, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dispera KPLH) Kabupaten HSS bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk melakukan reboisasi penanaman pohon.

“Ada juga kerja sama dengan Dinas Kehutanan Kalsel dilakukan kebun bibit desa dan kebun bibit masyarakat di tiga Kecamatan yang berpotensi terjadi longsor yaitu Kecamatan Loksado, Padang Batung dan Telaga Langsat,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Selain itu mencegah ancaman bencana ke depan, program gerakan penananam pohon dalam setiap minggunya dilakukan bupati di lokasi rawan bencana. “Rencananya setip minggu dilakukan penanaman puluhan sampai ratusan pohon di titik-titik dari survei lapangan rawan terjadi longsor,” katanya.

Menanggapi adanya potensi tanah longsor di Kecamatan Piani, BPBD Tapin juga segera melakukan imbauan kepada warga yang bermukim di sana.

“Rencananya kita akan membuat papan peringatan,” tuturnya.

BPBD Kabupaten Batola juga sejak awal sudah melakukan langkah-langkah mengurangi resiko bencana alam di daerah Batola. “Kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan anak sekolah terkait dengan pencegahan, kesiapsiagaan, dan kedaruratan apabila terjadi bencana,” ujar PLT Kalak BPBD Kabupaten Batola Irmansyah Hadi.

Setiap desa yang rawan bencana juga sudah ditetapkan sebagai desa siaga. Di sana, pelatihan mitigasi bencana sudah dilakukan BPBD. “Bila terjadi bencana, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Tengah, Budi Haryanto mengingatkan warga untuk meningkatkan kepaswadaan dan kesiapan antisipasi cuaca ekstrim yang sedang mengintai. “Kita petakan desa yang rawan bencana dan kita koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan,” jelasnya.

Pihaknya juga membuat chat grup forum koordinasi bencana daerah ada TNI-Polri dan stakeholder terkait. “Ini untuk menindaklanjuti surat edaran Sekda Prov Kalsel. Kami juga sudah buat surat edarannya,” pungkasnya yang sudah menyiapkan beberapa lokasi sebagai pengungsian, jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Sementara itu, meski menjadi satu-satunya daerah di Kalsel yang tidak masuk dalam pemetaan wilayah pergerakan tanah ataupun tanah longsor, tetapi Kabupaten Hulu Sungai Utara tetap berwaspada.

Hal ini karena secara topografi 84 persen wilayah HSU merupakan wilayah perairan dan rawa dangkal. Ancaman tetap ada khususnya pada tebing sungai.

“Untuk tanah longsor mungkin tidak masuk dalam pemetaan road map tersebut. Namun HSU memiliki potensi abrasi sungai atau amblesnya dinding sungai,” kata Kepala BPBD HSU Sugeng Riyadi.

Adapun lokasi rawan ambles tebing sungai tersebut sesuai pemetaan lokasi rawan bencana daerah, yakni di Kecamatan Amuntai Utara, Haur Gading dan Banjang dan Amuntai Tengah.

“Dinding sungai ambles biasa terjadi saat awal musim hujan, setelah kemarau panjang. Akibatnya jalan warga rusak dan saat ini diganti dengan sistem konstruksi Pile Slab,” lengkapnya. (ris/ly/mal/bar/shn/mar/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 21 Mei 2022 13:03

Dulunya Jadi Korban Pencurian, Lalu Memeras Pencuri, Gantian Masuk Penjara

ZA (38) tidak tahan terus diperas usai keluar dari menjalani…

Sabtu, 21 Mei 2022 13:01

Modus Rukiah, Ternyata Cabul, Guru Agama Divonis Bersalah

Guru agama berinisial SA (45) akhirnya divonis bersalah di Pengadilan…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:58

JANGAN BOROS..!! Kunjungan Kerja DPRD Banjarmasin Sebaiknya Digantikan Zoom

Rencana DPRD Kota Banjarmasin membangun gedung baru disebut Direktur Borneo…

Sabtu, 21 Mei 2022 12:57

Hanya Perbolehkan Sapi dari NTT, PMK Belum Terdeteksi di Banjarbaru

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi menjadi kekhawatiran tersendiri…

Jumat, 20 Mei 2022 13:03

Penggelapan Mobil Mewah di Pelabuhan Trisakti Berhasil Digagalkan

Sebuah mobil mewah disita Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) pada…

Jumat, 20 Mei 2022 13:01

Tempat Karaoke Ilegal Menjamur di Tapin

Hingga sekarang, Pemerintah Kabupaten Tapin belum pernah mengeluarkan izin karaoke…

Jumat, 20 Mei 2022 12:59

Menara BTS Marak di Banjarmasin, DPRD: Tahun Depan Dipungut Retribusi

Maraknya pendirian Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi di…

Jumat, 20 Mei 2022 12:14

Kebijakan Pelat Putih Mulai Berlaku Juni, tapi Belum Ada yang Pesan

 Polri resmi mengganti warna dasar pelat nomor kendaraan dari hitam…

Jumat, 20 Mei 2022 12:09

Kapan Banjarmasin Boleh Melepas Masker? Pemko Tak Mau Terburu-buru

Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat melepas masker bila berada di…

Kamis, 19 Mei 2022 16:04

UKK Imigrasi di Balangan Siap Berikan Layanan Keimigrasian

PARINGIN – Sejak akhir tahun 2021 kemarin pelayanan keimigrasian telah…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers