MANAGED BY:
SENIN
03 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11
Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat
SEJARAH: Kompleks pemakaman Belanda di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara. | FOTO: JUMAIN/RADAR BANJARMASIN

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten Kotabaru. Ini sekaligus menandakan jejak penjajahan di daerah ini. Kompleks makam tersebut terletak di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara, berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota. Dari pinggir jalan raya, masuk ke pemakaman itu sekitar lima menit, kira-kira 200 meter.

Menurut salah satu warga Desa Sebelimbingan,Sumali (67), makam Belanda itu tidak lepas dari sejarah masa lalu di Sebelimbingan yang hilang.Dulu, Kotabaru saat masih bernama Pulau Laut, kaya dengan tambang batu bara yang dikuasai penjajah. 

“Para pekerja didatangkan dari Jawa. Mereka dikontrak untuk menambang di kawasan Sebelimbingan. Daerah ini cukup makmur. Berbagai fasilitas ada, seperti jalan, dermaga, pabrik pengolahan batu bara, dan rumah sakit,” ceritanya.

Kini, Sebelimbingan berbeda jauh dari gambaran itu. Sisa hiruk pikuk masa lalu nyaris tak tersisa. Tertinggal, hanyalah kompleks pemakaman itu.

Kompleks pemakaman Belanda di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara. | FOTO: JUMAIN/RADAR BANJARMASIN

Saat Radar Banjarmasin mendatangi lokasi ini, kompleks pemakaman tak terurus. Semak belukar dan lumut menguasai area tersebut. Di beberapa titik, terlihat ada bekas tanah yang digali. Sebagian besar nisan sudah tak berada di tempat lagi.

Jika melihat plang yang masih berdiri di sana, kompleks pemakaman ini pernah diurus. Setidaknya ada yang mendirikan tanda petunjuk bahwa di lokasi tersebut ada kubur orang Belanda yang pernah tinggal di Kotabaru.

Kompleks pemakaman ini ada 18 nisan yang terbuat dari struktur bata dan semen yang tak utuh. Tulisan di nisan pun sudah tak terbaca lagi. Pudar digerus waktu.

Menurut informasi warga sekitar, kompleks ini pernah digali. Konon kabarnya untuk mencari harta karun. (jum)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers