MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 09 Agustus 2016 10:20
Dikenal Pendiam, Mikael Juarai Karate Nasional Tingkat SD
BANGGA - Mikael dan keluarga saat memperlihatkan medali yang dia dapat.

Mikael Gustin Alriano, pelajar Kotabaru berusia sebelas tahun, adalah siswa SD Kalsel yang pertama meraih kejuaraan karate tingkat nasional. Sebentar lagi dia akan berangkat ke Belanda membawa nama Indonesia, bertanding di sana.

 

Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru

 

BELUM lama tadi, Danlanal Kotabaru Letkol Laut (P) Agus Praptopo mengirimkan pesan singkat ke Radar Banjarmasin. Isinya memberitahukan bahwa putra TNI AL Kotabaru berhasil juara karate tingkat nasional. "Ini katanya pertama Kalsel juara untuk usia pelajar SD," kata Danlanal.

Mendapat informasi itu saya segera mencari kontak anggota TNI Al yang dimaksud. Serma Mes Yusuf Adrianto, saat ditemui di salah satu cafe di Kotabaru, Senin (1/8) tadi, membenarkan anak pertamanya juara karate di gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Jakarta 27 Juli.

Saat itu Yusuf bersama istri dan anak-anaknya. "Mikael kebetulan lagi acara syukuran, makan-makan bersama teman-temannya ini. Ayo silakan gabung," ucapnya ramah, seraya meminta Mikael mendekat menemui saya.

Kesan pertama melihat Mikael, seperti melihat Fahri pemeran filem Ayat-ayat Cinta. Tinggi, kalem dan pendiam. Siapa menyangka dengan postur jangkungnya itu, anak dari Leni Marlina ini baru kelas V SD Santa Maria Kotabaru.

Tidak ada terlihat dari raut wajahnya kalau dia sudah bertarung dengan jawara karate SD seluruh Indonesia. Sama sekali tidak ada wajah jawara itu. Berkacamata pula. "Haha, dia memang pendiam. Di rumah dan di sekolah sama saja, pendiam. Dan susah ditebak. Waktu menang saja, ekspresinya biasa saja, kalem," kata Yusuf seolah bisa membaca pikiran saya.

Mikael kepada saya bercerita, tidak terlalu sulit mengalahkan lawan-lawannya saat itu. Meski ada beberapa atlet yang diakuinya memerlukan tenaga dan pikiran ekstra. "Ada beberapa yang badannya lebih besar daripada saya," cerita Mikael.

Mikael mulai berlatih karate sejak kelas empat SD di Surabaya. Saat itu dia berlatih di dojo TNI Al. Mikael sangat menggemari karate. Meski demikian latihan dia biasa aja, tidak menghabiskan waktu sehari hanya untuk karate.

Dan sekitar lima bulan tadi, Yusuf mencoba mengajak anak dan istri dan dua anaknya pindah ke Kotabaru. Yusuf merasa sepi jauh dari keluarganya. Mikael mau pindah sekolah cuma minta satu syarat: asal ada tempat latihan karate.

Mengabulkan syarat utama sang anak agar mau pindah, di Kotabaru Mikael lantas dimasukkan ke tempat latihan dojo Lemkari Kodim 1004, karena TNI AL Kotabaru belum ada. Mikael dilatih oleh Karateka Dan IV Rosihan Anwar.

Rosihan Anwar kebetulan juga ada di cafe. Dia bercerita, memang tidak ada kesulitan mengantar Mikael menyabet gelar juara utama. Karena anak yang gemar kegiatan drum band ini telah menguasai teknik karate dengan baik. Selain itu mental juaranya juga sudah mantap.

"Saya tidak latih banyak. Dia sudah jadi memang, tekniknya oke, mentalnya juga. Cuma waktu tanding saya minta dia tidak usah mikir menang, main lepas saja. Karena kita juga tidak ada beban untuk mempertahankan juara," katanya.

Pendiam namun saat bertanding, Mikael termasuk kategori atlet trengginas. "Luar biasa kalau sudah tanding. Semangatnya, tidak ada dia kalah selama tanding, menang telak semua," akunya.

Soal mental sepertinya Yusuf mendidik anaknya dengan baik. Kepada saya Mikael mengaku sang ayah sangat disiplin. Meski kemudian Yusuf mengatakan, kadang kerepotan juga dengan ulah anak sulungnya yang sulit ditebak.

Karena menjadi juara nasional, Oktober nanti Mikael akan berangkat ke Belanda. Ikut pertandingan karate tingkat internasional. Berangkat ke Belanda kemungkinan Mikael terbang sendiri saja, tanpa didampingi pelatih atau keluarganya di Kotabaru, karena terbatasnya anggaran. "Mahal kan ke sana, dan mungkin Mikael hanya berangkat sendiri. Tapi saya masih berusaha mencari dana tambahan supaya ada pendamping yang bisa berangkat," kata Anwar.

Sebenarnya sampai detik ini orang tua Mikael masih tidak menyangka anaknya bisa juara karate. Sifat pendiam dan kalemnya adalah alasan utama. Pun begitu Yusuf mengaku bersyukur. Dia berjanji akan terus membantu anaknya mengembangkan bakatnya itu. Walau kemudian Mikael mengaku ingin ikut jejak ayah menjadi TNI AL.

Kepala Sekolah SD Santa Maria Kotabaru Yohanes Samina di sekolah meski pendiam, Mikael cepat berbaur. "Cepat saja dia berteman. Apalagi di sekolah kan dia menonjol karena posturnya yang tinggi," katanya.

Yohanes mengaku bangga karena murid barunya ini berhasil mengangkat nama daerah dan sekolah. Dia berharap, pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada Mikael dan atlet-atlet SD lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga H Akhmad Fitriadi mengaku bangga. "Ini pertama kali kita dan Kalsel bisa juara di tingkat O2SN. Memang ini ranahnya Dinas Pendidikan, namun sebagai atlet daerah tentu kita akan lakukan pembinaan maksimal bagi atlet muda kita," ujarnya. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers