MANAGED BY:
SENIN
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 08 April 2022 10:56
Dampak Pelaksanaan Event Women-20 Bagi Kalimantan Selatan
Tri Fitriani Puspitasari, MA

Provinsi Kalimantan Selatan sukses menjadi tuan rumah bagi pertemuan tingkat tinggi Women-20 yang merupakan bagian integral dari presidensi Indonesia pada KTT G-20 tahun 2022.

==================================
Oleh: Tri Fitriani Puspitasari, MA
Peneliti pada Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan
==================================

Dalam KTT G-20 memuat banyak sekali isu-isu strategis antara lain isu lingkungan hidup, isu ekonomi berkelanjutan, isu tentang teknologi, isu tentang energi dan lain sebagainya. Dalam side event Women-20 agenda yang dibahas merupakan agenda khusus tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Untuk Kalimantan Selatan tema khusus yang diangkat berkaitan dengan isu kesehatan yang setara bagi ibu dan anak pada masa pandemi Covid-19. 

Dalam side event 4 Women-20 Kalimantan Selatan mengangkat tema “ Promoting Health Issue To Recover Together Equally” atau mempromosikan isu kesehatan untuk pulih bersama secara berkeadilan. Tema ini diangkat mengingat banyaknya persoalan terkait akses kesehatan terhadap ibu dan anak khususnya selama masa pandemic Covid-19.

Melalui Side event 4 Women-20 Kalimantan Selatan memiliki kesempatan luas kepada negara-negara peserta Women-20 untuk memaparkan situasi terkini terkait akses kesehatan terhadap perempuan dan anak yang meliputi kematian bayi dan kematian anak serta stunting dalam rangka memformulasikan kebijakan pencegahan persoalan-persoalan tersebut. Agenda Women-20 di Kalimantan Selatan dilaksanakan pada tanggal 23-25 Maret 2022 secara hybrid.
Agenda ini dihadiri oleh berbagai tamu baik pada tingkat lokal, regional maupun internasional. Terdapat sekitar 150 orang tamu undangan yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri yang hadir baik secara offline maupun online dalam diskusi panel.

Peserta pada event ini antara lain; Delegasi Women-20 dan jaringan advokasi kesetaraan gender, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, G-20 engagement groups and working groups, organisasi internasional dan organisasi nasional, media massa dan masyarakat.

Event ini dilaksanakan selama tiga hari, dimana pada hari pertama diskusi dilaksanakan secara hybrid dengan sesi panel yang pertama mengangkat tema identifikasi tantangan bagi perempuan untuk mengakses kesehatan selama pandemi, dengan fokus pada kesehatan ibu dan seksual reproduksi. Pemateri kedua membahas tentang tinjauan stunting di Indonesia menuju peningkatan respons kesehatan.

Objektif dari kegiatan ini adalah diskusi panel terkait akses kesehatan yang setara selama situasi pandemi, yang meliputi : 1. Identifikasi akses perempuan terhadap layanan kesehatan, selama pandemi. 2. Identifikasi gender gap dalam respons kesehatan selama pandemi Covid-19. 3. Mendiskusikan rekomendasi yang actionable sebagai komitmen pembuat kebijakan.

Pada akhir event, panitia Women-20 memberikan rilis sekaligus pernyataan sikap terkait dengan kesetaraan akses kesehatan terhadap perempuan; pertama komitmen untuk membangun kesehatan global melalui mekanisme mobilisasi global. Kedua, komitmen untuk menyelaraskan standar protokol kesehatan global.

Ketiga, komitmen untuk menghasilkan penelitian kesehatan secara global termasuk didalamnya tindakan untuh mencegah, kesiapsiagaan dan respons pandemi. Terlebih persoalan yang dihadapi perempuan selama pandemi tidak hanya berdampak pada kesehatan secara fisik, tetapi juga kesehatan secara mental. Termasuk penelitian terkait perluasan kapasitas produksi produk kesehatan dan vaksinasi. Semua rekomendasi yang dihasilkan adalah merupakan kondisi riil perempuan pada situasi pandemi yang memerlukan komitmen bersama untuk dipulihkan.

Dampak side event W-20 bagi Kalimantan Selatan

Dari sisi tema pada seminar yang diadakan pada event ini mengangkat tentang akses kesehatan yang setara bagi perempuan dan anak pada masa pandemi, dimana sangat sulit bagi perempuanm dalam status pembatasan sosial terlebih pada fasilitas layanan kesehatan, sehingga diperlukan langkah-langkah kedepan untuk menyelesaikan persoalan semacam ini dengan menyusun rekomendasi kebijakan pelayanan kesehatan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi sehingga perempuan dan anak mendapatkan akses kesehatan secara merata. Beberapa isu yang diangkat pada diskusi panel antara lain terkait dengan pencegahan stunting, pencegahan kematian ibu dan kematian bayi serta rencana pulih bersama dalam konteks kesehatan anak pasca pandemic Covid-19.

Tentunya isu ini memberikan kesadaran bagi para delegasi dan juga masyarakat luas di Kalimantan Selatan akan pentingnya membangun kesejahteraan negara dan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas Kesehatan ibu dan Kesehatan anak.

Meskipun event Women-20 diselenggarakan secara hybrid, dimana pesertanya dibagi dalam sistem tatap muka (offline) dan daring (online) sehingga tidak semua delegasi dapat hadir secara langsung ke Kalimantan Selatan, akan tetapi event ini merupakan momentum yang sangat baik pasca dua tahun penerapan pembatasan sosial untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Beberapa tamu undangan baik lokal maupun internasional yang menjadi delegasi yang berkesempatan hadir pada kegiatan ini dapat mengeksplor potensi-potensi pariwisata Kalimantan Selatan secara langsung seperti kunjungan ke pulau Bakut tempat konservasi kera Bekantan, adanya atraksi para “Acil” Pasar Terapung, dan juga kunjungan ke Mess L miliki Dekranasda Banjarbaru yang sudah sangat terkenal reputasinya sampai ke mancanegara, serta kunjungan belanja di pusat pertokoan intan dan permata Cahaya Bumi Selamat Martapura dimana ini merupakan hal yang sangat baik bagi image bagi Kalimantan Selatan untuk memulai bangkit dan pulih secara ekonomi.

Sebagaimana pula disampaikan dalam rilis Women-20 di Banjarmasin bahwa seluruh agenda Women-20 hingga Oktober 2022 digelar secara bertahap pada titik-titik destinasi pariwisata di Indonesia. Momentum ini akan membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk menggelorakan kembali potensi pariwisata seiring dengan banyaknya pengakuan dari berbagai negara akan berakhirnya pandemi Covid-19.

Dengan terlaksananya event ini memberikan wawasan kepada kita semua bahwa pasca pandemi Covid-19 Kalimantan Selatan menjadi salah satu provinsi yang siap dalam menggelar event skala internasional baik dari sisi sumber daya manusia, maupun infrastruktur.

Berikutnya event Women-20 juga memberikan kontribusi perekonomian karena tamu yang datang melakukan transaksi ekonomi selama 4 hari berada di Kalimantan Selatan, Dampak berikutnya adalah secara tidak langsung para tamu undangan yang datang akan mempromosikan potensi UMKM dan promosi pariwisata baik melaui media massa maupun media sosial milik instansi dan milik pribadi. Event ini menjadi momentum awal bagi kebangkitan ekonomi di Kalimantan Selatan pasca pandemic Covid-19 yang menyebabkan perlambatan ekonomi di seluruh penjuru dunia.


Peluang dan tantangan Kalimantan Selatan kedepan

Kalimantan Selatan memiliki potensi sebagai salah satu daerah dalam menyelenggarakan event besar baik yang berskala nasional maupun internasional, terlebih jika Ibukota Negara baru sudah pindah ke Kalimantan Timur, maka Kalimantan Selatan menjadi provinsi tetangga yang paling dekat dan paling siap secara infrastruktur dan fasilitas publik lainnya sudah tersedia, maka secara geografis Kalimantan Selatan menjadi lokasi yang potensial karena jarak yang tidak terlalu jauh.

Akan tetapi fasilitas infrastruktur yang ada perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya akses jalan raya trans Kalimantan menuju ke arah hulu sungai yang saat ini kondisinya tidak terlalu baik karena banjir beberapa waktu yang lalu yang mengakibatkan kondisi aspal dengan lubang disana-sini yang cukup dalam serta jalan raya yang tidak terlalu luas dengan arus yang cukup ramai membutuhkan pelebaran dan penambalan agar jarak tempuh yang diperlukan dari Kalimantan Selatan menuju lokasi IKN tidak membutuhkan waktu yang lama akibat jalan rusak.

Tentunya akan lebih baik lagi jika Kalimantan Selatan mulai mengkaji alternatif akses transportasi lainnya antara lain akses jalan tol dan kereta cepat Kalsel-IKN. Juga perlu penataan terhadap kendaraan apa saja yang dapat melewati jalan trans Kalimantan karena jika arus semakin ramai maka diperlukan solusi bagi kendaraan-kendaraan besar dan alat berat yang ingin melintasi jalan ini agar tidak berbahaya bagi pengguna jalan yang lain.

Untuk akses pesawat udara, fasilitas yang satu ini sudah sangat siap dan sangat baik. Menurut berita yang dikutip dari Radar Banjarmasin tanggal 25 Februari 2022, Bandara Internasional Syamsuddin Noor masuk dalam jajaran 73 bandara peraih The Voice of the Customer in Asia-Pasific dari Airport Council International (ACI) pada bulan Februari tahun 2022. ACI World adalah sebuah organisasi Internasional yang memuat penilaian tentang aturan, program dan standar pelayanan bandara secara global.

ACI adalah lembaga yang merilis nama-nama bandara udara di seluruh dunia yang berhasil mendapatkan The Voice of The Customer. Tentu masyarakat Kalimantan Selatan perlu berbangga atas masuknya Bandara Internasional Syamsuddin Noor dalam jajaran bandara terbaik dunia, semoga bandara Syamsuddin Noor dapat mempertahankan status ini karena mempertahankan prestasi adalah hal yang cukup sulit tetapi sangat mungkin untuk dilakukan.

Pemindahan ibu kota dimanapun didunia akan menimbulkan dampak ikutan berupa arus manusia, arus perdagangan dan jasa oleh karenanya dalam menyambut dampak ikutan dari pemindahan ibu kota ini, Kalimantan Selatan harus bersiap-siap khususnya dalam hal infrastruktur karena infrastruktur yang baik akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, sebagaimana dijabarkan oleh Alpert dalam Investopedia pada 21 Maret 2022, bahwa stimulus yang diberikan untuk infrastruktur sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi, jika pemerintah membangun akses jalan dan jalan ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membeli dan menjual barang dan jasa, maka akan ada lebih banyak perputaran uang untuk menggaji lebih banyak karyawan dalam ruang yang lebih luas akan berdampak positif bagi kemajuan perekonomian daerah. sehingga dapat dikatakan kondisi ekonomi yang baik dari suatu wilayah dapat ditandai dengan kondisi infrastruktur khusus nya akses jalan yang baik pula. (**)


BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 08:29

Target Fornas Sepuluh Besar

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Hari ini…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers