MANAGED BY:
SENIN
23 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 25 April 2022 13:48
Mulai Ramai Warga Belanja Lebaran
BELANJA: Menjelang lebaran, pusat perbelanjaan modern di Banjarbaru banyak didatangi warga yang ingin berbelanja. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

 Nyaris jadi kebiasaan menjelang lebaran, sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan hingga ritel modern mulai diserbu warga. Salah satu yang jadi incaran yakni bahan pokok penting (bapokting) dan sejumlah keperluan lainnya. Di Kota Banjarbaru, fenomena ini mulai nampak. Pasar, pusat perbelanjaan dan ritel modern mulai tampak padat pengunjung. Meskipun belum sampai membeludak dan berjejal.

Salah satu karyawan di pusat perbelanjaan modern di Panglima Batur menyebut bahwa kenaikan jumlah pembeli setidaknya tercatat sejak tiga hari terakhir, khususnya di akhir pekan. “Lumayan mulai padat, kebanyakan kebutuhan rumah tangga atau dapur yang dibeli. Kalau dibanding tahun sebelumnya, tahun ini lebih ramai karena pandemi sudah mulai melandai juga kan,” kata Nadia.

Hal senada juga terjadi di pusat perbelanjaan modern lainnya di Banjarbaru. Bapokting menjadi yang paling dominan diburu oleh pembeli yang mayoritas kebanyakan ibu rumah tangga.

“Seingat saya dua hari terakhir yakni Sabtu dan Minggu yang ramai, sampai malam itu parkir penuh terus. Kebanyakan beli minyak goreng gitu sama sembako lainnya,” kata Baini, salah satu pegawai.

Adapun di pasar tradisional, peningkatan juga tampak terjadi. Meski masih belum sampai berjejal hingga membeludak, akan tetapi peningkatan ini cukup disyukuri para pedagang. Salah satu pedagang sembako di Pasar Bauntung, Munawarah menyebut jika memang ada kenaikan pengunjung meskipun daya belinya diakuinya masih belum begitu signifikan.

“Biasanya H-5 atau H-3 yang ramai, kalau sekarang belum terlalu. Tapi ini sudah mulai banyak, kebanyakan itu beli migor, telur sama keperluan dapur lainnya,” katanya. Soal harga, ia menyebut memang ada sedikit kenaikan. Namun menurutnya kenaikan ini memang lumrah menjelang lebaran. “Ada naik sekitar Rp1000-2000, tapi tidak sampai melambung.”

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Banjarbaru, Abdul Basid mengatakan jika pihaknya telah memantau terkait stok serta stabilitas harga di Banjarbaru. Dari pantauan pihaknya, bahwa stok dan harga di pasaran masih dalam kategori aman. Bahkan, untuk stok di Banjarbaru, ia menyebut masih mampu terpenuhi untuk 6 bulan ke depan.

“Untuk stok masih aman, khususnya bapokting. Kalau soal harga, kita kira ada kenaikan atau gejolak menjelang lebaran itu wajar, karena ini terjadi di semua daerah, tak hanya di Banjarbaru,” katanya.

Kenaikan harga khususnya di Bapokting yang terjadi sekarang kata Basid dipengaruhi oleh permintaan dan daya beli masyarakat yang tinggi. Hal ini pandangnya memang selalu terjadi di momen ramadan hingga menjelang lebaran.

“Jadi memang ada permintaan lebih banyak, sehingga ada kenaikan. Tapi kita pantau kenaikan masih normal, artinya tak sampai melambung tinggi. Yang terpenting kita harus memastikan stok aman dulu, kalau harga itu sangat fluktuatif,” katanya.

Baca Juga :  Tak Punya Izin, 3 Gerai Ritel Modern Ditutup Paksa di Tanah Bumbu

Di pasaran, minyak goreng memang kata Basid masih yang jadi serbuan pembeli. Namun terkait harga, sesuai kebijakan pusat, maka migor kemasan ujar Basid itu sangat fleksibel.

“Karena kebijakan HET sudah dicabut, jadi kalau yang migor kemasan itu tergantung mereknya, rata-rata dari 24-26 ribu perliternya. Kalau untuk yang migor curah, itu memang ada operasi pasar murahnya, ini bertahap kita lakukan,” tambahnya.

Ia juga mengklaim meski terjadi gejolak kenaikan harga, namun Disdag Banjarbaru ujarnya memastikan belum ada laporan atau aduan terjadinya kelangkaan barang menjelang lebaran. “Alhamdulillah sejauh ini tidak ada laporan. Kita juga selalu memantau sekaligus mengingatkan agar stok barang yang paling diprioritaskan ada, jangan sampai langka,” imbuhnya.

Terakhir, pihaknya juga meminta agar pembeli bisa berbelanja secara bijak dan tak sampai berebut apalagi panic buying. Sebab diklaimnya bahwa stok barang di Banjarbaru masih aman.

“Juga kepada pedagang dan distributor agar tak bermain dalam momentum ini, jangan sengaja menahan barang untuk membuat harga melambung, ini juga akan kita awasi,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 19 Mei 2022 11:32

Dua Tahun Sepi, Ekonomi Wisata Mulai Bertumbuh

Setelah dua tahun megap-megap dihantam pandemi, geliat bisnis wisata tahun…

Senin, 16 Mei 2022 10:54

Pandemi Mulai Terkendali, Perhotelan Kembali Gencarkan Paket Meeting

 Kondisi pandemi Covid-19 di Kalsel yang semakin terkendali, membuat sejumlah…

Senin, 16 Mei 2022 10:53

Harga Bawang Merah Melonjak, Pedagang Soto "Kejang-Kejang"

Setelah Idul Fitri, harga bawang merah melonjak. Normalnya Rp22 ribu…

Jumat, 06 Mei 2022 12:00

Bisnis Kue Kering Alami Peningkatan

Lebaran 1443 hijriah menjadi momen yang baik bagi para pelaku…

Jumat, 06 Mei 2022 11:59

Libur Lebaran, Tempat Wisata di Kalsel Dapat Durian Runtuh

Momen libur Hari Raya Idulfitri tahun 2022 ini bak jadi…

Rabu, 04 Mei 2022 18:04

Direksi hingga Petugas Lapangan Siaga Penuh Jaga Keandalan Listrik Lebaran

BANJARBARU - PT PLN (Persero) bersiaga 24 jam tanpa kenal…

Senin, 25 April 2022 13:48

Mulai Ramai Warga Belanja Lebaran

 Nyaris jadi kebiasaan menjelang lebaran, sejumlah pasar maupun pusat perbelanjaan…

Jumat, 22 April 2022 20:40

IndiHome Utamakan Kepuasan Pelanggan dengan Berbagai Inovasi

Jakarta – Komitmen IndiHome memberikan layanan internet terbaiknya bagi masyarakat…

Selasa, 12 April 2022 12:41

Investasi 2021 di Banjarbaru Lampaui Target, 2022 Makin Optimis

Berpindahnya status ibu kota provinsi Kalsel di Banjarbaru dinilai akan…

Kamis, 07 April 2022 13:25

PPN Naik, Harga Mobil Makin Mahal

 Sejak 1 April 2022, pemerintah resmi menaikan tarif Pajak Pertambahan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers