MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 18 Mei 2022 10:28
Puluhan Sapi di Kintap Mati Mendadak
MATI MENDADAK: Warga Desa Mekar Sari Kecamatan Kintap mengubur ternak sapinya yang mati mendadak, Senin (16/5). Penyakit mulut dan kuku menghantui peternak sapi di Kalsel. | FOTO: NORSALIM YAHYA/RADAR BANJARMASIN

 Belasan sapi milik warga di Desa Mekar Sari Kecamatan Kintap mati mendadak diduga karena penyakit mulut dan kuku (PMK). Witono, tokoh masyarakat setempat mengatakan jumlah sapi warga yang mati sekitar 18 ekor, termasuk dua ekor milik mertuanya.”Terakhir ada yang mati kemarin dua ekor milik Pak Sudarsono,” sebutnya, Senin (16/5). Dia menceritakan, matinya hewan ternak milik warga tersebut terjadi pada malam hari.”Biasanya matinya sekitar pukul tiga subuh,” sebut Witono.

Para peternak yang khawatir mulai mengembalikan ternaknya kepada pemiliknya karena takut disalahkan.”Rata-rata warga di sana memelihara sapi milik orang lain,” ujarnya.

Mendengar kabar tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tanah Laut (Tala) bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi dan melakukan pengambilan sampel terhadap hewan ternak di sana.

“Dari klinis yang muncul dan tanda yang terlihat, sapi warga yang mati itu diduga terkena penyakit jembrana,” sebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pasca Panen dan Pengolahan Hasil pada Disnakeswan Tala, Muhammad Taufik.

Taufik meragukan itu karena PMK. Pasalnya sapi yang mati tanpa tanda melepuh di mulut atau kaki.”Kebetulan sapi yang mati di sana hanya sapi bali saja,” bebernya. Meski demikian, untuk memastikan sampel yang diambil akan diperiksa di Balai Veteriner Banjarbaru.”Sapi yang tersisa di sana juga sudah kita tangani dengan melakukan penyuntikan dan diberikan obat untuk sapi terlihat sakit,” ungkap Taufik.

Selain itu, pihaknya juga meminta para peternak untuk memberikan terapi sporting kepada ternaknya, seperti pemberian gula merah dan asam untuk meningkatkan stamina dan nafsu makan.”Kemarin juga kita berikan desinfektan untuk disemprotkan ke kandang-kandang milik peternak,” sebutnya.

Di Batola, untuk mewaspadai PMK, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) setempat melakukan monitoring dan penyemprotan disinfektan. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Batola, Suwartono Susanto mengatakan sejauh ini belum ada laporan sapi warga yang mati. “Mudah-mudahan tidak ada sapi yang terjangkit ataupun mati,” harapnya.

Terkait PMK, peternak sapi di Batola juga mengatakan hal yang senada. Belum ada sapi mereka yang mati.”Alhamdulillah sudah dilakukan pengecekan oleh dinas setempat. Sapi kami sehat semua,” ujar Suhidi, peternak sapi di Desa Puntik Mandastana. 

Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara juga melakukan antisipasi penyebaran PMK dengan melakukan uji sampel. Uji sampel ini tidak hanya menyasar ternak sapi, tapi juga kerbau dan kambing. Kepala Distan Kabupaten HSU Masrai S.Nejar melalui Kabid Kesmavet drh Gusti Putu Susila mengatakan uji sampel melibatkan Balai Veteriner Kota Banjarbaru.

Untuk hasil belum dapat disampaikan. “Hubungi Kadistan saja, untuk hal tersebut,” sampainya. Berita baiknya, semenjak adanya isu PMK, peternak sapi lokal mengalami kenaikan pesanan. Fadil peternak asal Kecamatan Tapin Tengah mengaku sudah ada delapan sapi yang dipesan darinya.

“Dari segi harga juga mengalami kenaikan. Untuk jenis limusin yang biasanya dijual 15 juta sampai 18 juta, sekarang bisa 20 juta,” ucapnya.

Untuk sekarang ini stok sapinya ada 18 ekor. Ia memprediksi sampai idul adha nanti permintaan sapinya tidak akan cukup. Pasalnya sejak ada isu PMK, sapi luar diperketat untuk masuk.

“Alhamdulillah sementara ini sapi saya tidak ada yang terkena penyakit tersebut,” syukurnya, seraya menambahkan bahwa sejak adanya isu tersebut ia sudah melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan cara memisahkan sapi-sapi tersebut. “Kita juga sementara ini tidak menerima yang menitipkan sapi di sini,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tapin, Wagimin menjelaskan bahwa sejak adanya PMK, timnya sudah melakukan pemantauan ke peternak sapi. Hasilnya belum ada yang terkena penyakit tersebut. “Monitoring ini akan terus dilakukan, terutama di wilayah kantong sapi yang berada di Kecamatan Tapin Tengah dan Tapin Selatan. Kalau ada ditemukan gejala penyakit PMK, akan diisolasi ke tempat berbeda,” pungkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Tapin, Wahyu Nugroho Ranoro minta Dinas Pertanian memperketat sapi yang masuk dari luar Kabupaten Tapin. Apalagi informasi terakhir kasusnya ditemukan di Pelaihari, jadi perlu pemeriksaan ketat.“Kami juga meminta Dinas terkait aktif memberikan informasi ke peternak maupun pedagang sapi terkait perkembangan PMK,” mintanya. (sal/bar/mar/dly/by/ran)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:11

Dua Pekan Lagi Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, ini Respon Para Pengunjung

Radar Banjarmasin jalan-jalan ke Duta Mall dan Q Mall. Melihat…

Kamis, 07 Juli 2022 13:10

Mahasiswa: RKUHP Mengancam Kebebasan

 Unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) juga…

Kamis, 07 Juli 2022 13:09

Pelamar Komisioner Bawaslu Kalsel Berguguran, Banyak Mengira Seleksi CPNS

Belum memasuki tahap verifikasi berkas, sejumlah pelamar Komisioner Badan Pengawas…

Kamis, 07 Juli 2022 13:08

Pikap Dianggap Relevan untuk PMK Swasta, Tapi Tak Boleh Angkut Orang

eluarnya rencana larangan bagi BPK atau PMK swasta menggunakan armada…

Kamis, 07 Juli 2022 13:04

Diduga Stress Dimintai Tanggung Jawab, Pemuda 21 Tahun Gantung Diri

Remaja berinisial IFR (21), warga Jalan Antasan Kecil Barat RT…

Rabu, 06 Juli 2022 11:21

Hujan Deras Tiga Jam Buat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Banjir Parah

Hanya perlu hujan deras selama tiga jam untuk memicu banjir…

Rabu, 06 Juli 2022 11:19

Waspada Cuaca Buruk, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

 Gara-gara hujan deras di Kota Banjarbaru (4/7) pagi, tiga penerbangan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:17

Daftar Pemilih Kalsel Berkurang, Ternyata ini Sebabnya

Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:16

Anak-Anak Pasar Batuah: “Rumah Ulun Jangan Dibongkar”

 Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Hairansyah…

Rabu, 06 Juli 2022 11:15

Dilarang Bagi Daging Kurban Gunakan Kantong Plastik, Pakai Bakul Purun Saja

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers