MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 20 Mei 2022 13:00
Pejabat Dinkes HSU Terjerat Korupsi
PEMERIKSAAN: Helda (pakai jilbab), Kabid Yankes dan SDK Dinkes HSU menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Pidsus Kejaksaan HSU. | FOTO: ISTIMEWA UNTUK RADAR BANJARMASIN

Aparat kejaksaan menerima pelimpahan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Helda Yulianty.

Ini merupakan hasil pelimpahan kasus dari Dirkrimsus Tipikor Polda Kalsel dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kalsel kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten HSU. Helda ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus pembangunan gedung baru Puskesmas Haur Gading pada tahun 2019 lalu.

Kajari Hulu Sungai Utara Agustiawan Umar SH melalui Kasi Pidsus Fadly Arbi SH membenarkan penyerahan berkas perkara dan barang bukti oleh Tim Penyidik Polda Kalsel bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kalsel. 

“Sudah kami terima penyerahan berkas pelimpahan kasus yang menjerat Helda dari penyidik dan JPU Kejati Kalsel,” sampai Fadly kepada wartawan koran ini, Kamis (19/5) sore.

Helda adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi pembangunan gedung baru Puskesmas Haur Gading. Ia dinilai lalai dalam aspek pengawasan, sehingga merugikan negara Rp 1,2 miliar lebih.

Awal kasus ini mencuat, lanjutnya, setelah Helda Yulianty ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan HSU Nomor 800/003/TU-Dinkes /2019 tanggal 2 Januari 2019 lalu

Usai diangkat sebagai PPK, Helda membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kegiatan pembangunan Puskesmas Haur Gading Rp 4.266.237.557.

Berdasarkan ketentuan Pasal 35 ayat ( 2 ) Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana korupsi, telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dengan tidak melakukan pengawasan dan pengendalian kontrak pembangunan puskesmas yang disangkakan.

Dijelaskan, apa yang dilakukannya itu bertentangan atau melanggar ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pe ngadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Tak hanya itu, tersangka diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu Akhmad Syarmada bin (almarhum) Wardani dan Siti Zulaikha binti Murhan Saberan, serta saksi Akhmad Baihaqi atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara Rp 1.276.410.631,75.

“Hasil kerugian sebagaimana tercantum dalam Laporan Audit Perhitungan Kerugian Negara BPKP Kalsel Nomor: SR – 350/ PW16/5/2021 tanggal 26 November 2021,” sampainya. Helda sendiri masih menjalani tahanan kota. “Tersangka beritikad baik memenuhi panggilan setiap proses hukum yang dilalui,”
ucapnya. (mar/ij/tri)

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:06

Tukang Atap Tersengat Listrik, Sekujur Tubuh Terbakar

 Tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, Agus (22), warga Terantang, Kecamatan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:13

Palsukan Surat Magang, Oknum Pengacara Ditangkap

 M Hafidz Halim (31) ditahan di Kotabaru. Oknum pengacara terkenal…

Selasa, 05 Juli 2022 12:03

Cekcok di Kafe, Keris Dihunus, Akhirnya Berujung Maut

Hanya berselang lima jam setelah insiden maut di depan Cafe…

Selasa, 05 Juli 2022 11:57

Syarkani Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Desa

 Warga Desa Panangian Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara…

Jumat, 01 Juli 2022 11:52

Sudah 62 Kali, Kebakaran di Banjarmasin Dominan Disebabkan Korsleting

 Sejak Januari hingga Juni 2022, tercatat ada 62 kali peristiwa…

Jumat, 01 Juli 2022 11:50

Pasar Kalindo Heboh, Diduga Wanita Berjilbab Kepergok Curi Emas, Begini Kronologinya

Pasar Kalindo di Jalan Belitung Darat mendadak heboh, Kamis (30/6)…

Kamis, 30 Juni 2022 11:09

Setahun Diburu, Penganiaya Pemuda di Warung Malam Akhirnya Tertangkap

Setahun diburu, akhirnya pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korbannya luka berat…

Rabu, 29 Juni 2022 13:53

Penuntutan Tiga Perkara Dihentikan

Proses penuntutan tiga perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel…

Rabu, 29 Juni 2022 13:51

Kasus Bendungan Tapin, Kepala BPN dan Guru SD Diperiksa

 Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalsel masih menyidik dugaan korupsi proyek pembangunan…

Rabu, 29 Juni 2022 13:50

Tak Terima Dituduh Mencuri, Bos Ditebas

Tak terima dituduh mencuri, Suprianto (37), nekat menebas bosnya sendiri…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers