MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 28 Mei 2022 12:53
Bukan Hanya Sapi, Isu Wabah PMK juga Berimbas ke Penjualan Kambing
JADI MAHAL: Pelarangan pemasokan hewan ternak dari Jatim berdampak pada penjualan kambing di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

 Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi ternyata berdampak pada penjualan kambing dan domba di Kota Banjarmasin. Seperti yang diungkap pedagang kambing di Jalan RK Ilir Kecamatan Banjarmasin Selatan, H Syamsidi. Dirinya kini tak lagi bisa mendatangkan kambing, domba, dan kerbau dari Provinsi Jawa Timur. Padahal selama ini ia tergantung dari pasokan di sana. 

“Mau bagaimana lagi. Kami tidak bisa bekerja kalau terus begini,” ujarnya (27/5).

Pemko menerbitkan larangan pasokan hewan ternak dari Jatim untuk mencegah wabah meluas. Sebelum ada PMK, ia bisa memasok seribu ekor kambing per pekan dari Madura.

Praktis, dia kini tergantung pada kambing lokal asal Kabupaten Tanah Laut. “Tapi jumlahnya sedikit. Paling banyak 10 hingga 20 ekor sepekan. Makanya kandang-kandang milik saya kini banyak kosong,” tambahnya. Stok terganggu, otomatis harganya naik. Disebutkan Syamsidi, semula per ekor dipatok Rp2 juta. Sekarang sudah Rp3 juta. “Bahkan bisa Rp3,5 juta per ekor,” keluhnya.

Sekarang, Syamsidi hanya bisa berharap. Wabah ini lekas usai. Sebelum ia keburu gulung tikar. “Kalau seperti ini terus, kami bingung bagaimana menghadapinya,” pungkasnya. (war/az/fud)

 

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers