MANAGED BY:
KAMIS
07 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 11 Juni 2022 13:16
Ternyata Nama Amuntai Berasal dari Bahasa Inggris
SITUS BERSEJARAH: Kompleks Candi Agung di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Candi ini hanya tersisa pondasinya saja. Foto: MUHAMMAD SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

Resminya, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) baru berumur 70 tahun. Tapi nama Kota Amuntai, sebagai pusat HSU, diperkirakan sudah muncul sejak empat abad silam. Dalam buku berjudul Kampung Halamanku yang ditulis Anggraini Antemas alias Yusni Antemas disebutkan, kota ini pernah menyandang beberapa nama. Dari Muntai, Amunten, Hamuntai dan sekarang menjadi Amuntai.

Buku setebal 62 halaman yang terbit tahun 2010 itu mengacu banyak referensi. Dari yang klasik seperti kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca dari Majapahit. Hingga referensi asing dari catatan penjelajah Belanda dan Inggris.

Para penjelajah menulis penemuan perkampungan di aliran Sungai Barito, Negara. Saat itu nama Amuntai belum dipakai.
Pemerhati sejarah lokal, Ahdiyat Gazali Rahman mengakui, masih samar-samar sejak kapan nama Amuntai dipakai. Minimnya catatan sejarah menjadi persoalan. 

Namun, mengulik manuskrip kuno karangan Empu Prapanca, di sana tertulis nama Barito, Sawaku dan Tabalong.
Kerajaan Majapahit mengutus Empu Jatmika. Menaiki kapal bernama Prabayaksa. Menggelar ekspedisi, mencari tanah baru di sepanjang alur Barito.

Setiba di wilayah Kahuripan, Empu Jatmika menyaksikan perkampungan di Palimbangansari. Komunikasi antara pendatang dan warga setempat berlangsung. Empu Jatmika kemudian mendirikan candi Hindu yang kelak menjadi cikal bakal kerajaan Negara Dipa pada abad ke-16.

Posisi candi ini berada tak jauh dari tepi Sungai Tabalong yang merupakan pertemuan tiga aliran sungai. Yakni Sungai Tabalong, Balangan dan Negara. “Aliran sungai menyempit karena didesak permukiman. Kini candi ini berada tak jauh dari aliran sungai kecil di Desa Pamintangan Kecamatan Amuntai Utara. Meski posisi candi sebenarnya berada di Kelurahan Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah,” ungkap Kepala SMAN 1 Amuntai ini.

Timbul pertanyaan, kenapa Amuntai tidak disebut saja Negara Dipa atau Kota Agung? Dari kisah turun-temurun, di sekitar candi banyak ditemukan buah-buahan bernama Muntai. Tentu saja, riwayat ini bukan dasar yang kuat.

Namun, ada catatan lain seperti surat keputusan Sultan Adam Al Wasyikbillah tertanggal 20 Rabiul Awal 1263 Hijriah atau 1843 Masehi. Di sana sudah disebutkan nama Amuntai. Termasuk Babirik, Sungai Karias, Tanah Habang, Kusambi, Lampihong dan Tabalong.

Begitu pula dalam catatan Mr Halewijn, salah satu pejabat tinggi Belanda di Borneo. Dalam laporan yang berjudul A Journey Banua Lima in The Year 1825. “Halewijn berlayar dari Marabahan (Barito Kuala) pada tanggal 24 November 1825. Dia sudah melihat beberapa perkampungan di sepanjang Sungai Negara, Sungai Banar dan kawasan bernama Amuntai yang sudah ramai. Perjalanan kemudian berlanjut menuju Kelua (Tabalong),” jelas Ahdiyat.

Sumber lain, seusai huru-hara Banjarmasi, VOC (kongsi dagang Belanda) datang ke Candi Agung. Melihat bangunan candi yang terletak tinggi, mereka menyebutnya sebagai mountain. Dari Bahasa Inggris, terjemahnya adalah gunung.

“Kebiasaan masyarakat dulu dan sekarang, selalu suka meniru-niru istilah asing. Walaupun lidahnya tak mampu mengeja secara sempurna. Kadang-kadang, pendengaran juga tak sesuai dengan pengucapan. A mountain perlahan berubah menjadi Amunten, Hamuntai lalu Amuntai,” terangnya.

Kesimpulan Ahdiyat, setelah serangan ke Kampung Kuin pada 1606 dan setelah Inggris membuka kantor dagang di Kayutangi pada 1615, para pedagang asing mulai berdatangan ke Amuntai. (mar/gr/fud)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juli 2022 13:11

Dua Pekan Lagi Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, ini Respon Para Pengunjung

Radar Banjarmasin jalan-jalan ke Duta Mall dan Q Mall. Melihat…

Kamis, 07 Juli 2022 13:10

Mahasiswa: RKUHP Mengancam Kebebasan

 Unjuk rasa menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) juga…

Kamis, 07 Juli 2022 13:09

Pelamar Komisioner Bawaslu Kalsel Berguguran, Banyak Mengira Seleksi CPNS

Belum memasuki tahap verifikasi berkas, sejumlah pelamar Komisioner Badan Pengawas…

Kamis, 07 Juli 2022 13:08

Pikap Dianggap Relevan untuk PMK Swasta, Tapi Tak Boleh Angkut Orang

eluarnya rencana larangan bagi BPK atau PMK swasta menggunakan armada…

Kamis, 07 Juli 2022 13:04

Diduga Stress Dimintai Tanggung Jawab, Pemuda 21 Tahun Gantung Diri

Remaja berinisial IFR (21), warga Jalan Antasan Kecil Barat RT…

Rabu, 06 Juli 2022 11:21

Hujan Deras Tiga Jam Buat Banjarbaru dan Kabupaten Banjar Banjir Parah

Hanya perlu hujan deras selama tiga jam untuk memicu banjir…

Rabu, 06 Juli 2022 11:19

Waspada Cuaca Buruk, Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Terganggu

 Gara-gara hujan deras di Kota Banjarbaru (4/7) pagi, tiga penerbangan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:17

Daftar Pemilih Kalsel Berkurang, Ternyata ini Sebabnya

Tak ingin ada yang tercecer, hari ini (5/7) Komisi Pemilihan…

Rabu, 06 Juli 2022 11:16

Anak-Anak Pasar Batuah: “Rumah Ulun Jangan Dibongkar”

 Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Hairansyah…

Rabu, 06 Juli 2022 11:15

Dilarang Bagi Daging Kurban Gunakan Kantong Plastik, Pakai Bakul Purun Saja

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin meminta warga agar mengurangi penggunaan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers