MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 25 Juni 2022 11:29
Di Sinilah Pusat Kehidupan Malam Orang Belanda Tempo Dulu di Banjarmasin
KENANGAN: Potret Gedung Kapel yang menjadi tempat pesta dan hiburan orang Belanda di Banjarmasin tempo dulu. FOTO: ARSIP

HUTAN Kota Banjarmasin punya cerita. Sebelum taman di samping Jembatan Merdeka itu menjadi kafe, sebelum Indonesia merdeka, dahulu merupakan pusat hiburan malam milik Belanda. Disebut Gedung Kapel. Berada di tepian Sungai Martapura, berseberangan dengan Benteng Tatas (sekarang Masjid Sabilal Muhtadin).

Oleh masyarakat Banjar, ia dicap sebagai tempat terlarang. Wadah berkumpulnya setan. Maka orang pribumi dilarang mengunjunginya. Demikian petikan petuah ulama Geemente (kotamadya) pada awal tahun 1900-an.

Mengapa Gedung Kapel begitu dibenci?

Dosen sejarah Universitas Lambung Mangkurat, Mansyur mengatakan, gedung ini memiliki nama resmi Societiet de Kapel. Berdiri di antara kantin serdadu dan perumahan orang Eropa. “Berdiri tahun 1898. Awalnya dibangun dengan arsitektur tradisional Banjar,” cerita Mansyur.

Tahun 1920-an, direnovasi dan gaya bangunannya berubah. Lebih sederhana dan minimalis. Sayang, tak ada data yang memadai perihal siapa arsiteknya. 

Keberadaan Gedung Kapel menjadi wajar. Karena Bandjermasin pada akhir abad ke-19 adalah kota besar yang terbuka dengan kontak budaya asing.

“Di sana ada perayaan tahun baru. Menjadi tempat pesta. Pesertanya berbicara dengan Bahasa Belanda. Datang dari kaum terpelajar dan golongan atas,” tuturnya.

Mansyur mengutip catatan sejarah yang ditulis Idwar Saleh dan diterbitkan tahun 1981. Bahwa Gedung Kapel memiliki arena bola sodok, ruang dansa dan tempat minum-minum. Maka, warga pribumi yang muslim, begitu membencinya. Menyebutnya sebagai tempat maksiat.

“Gedung ini pernah dijadikan tempat pesta perpisahan Residen Kroesen yang pensiun pada tahun 1898,” bebernya. Residen berarti seorang penguasa wilayah. Soal wujudnya, bisa ditengok pada foto karya GM Versteeg. Foto itu belakangan dipakai kartu bos terbitan Studio Hashimoto. Diterbitkan tahun 1920.

Sederhananya, inilah tempat para meneer (tuan) dan mevrouw (nyonya) dari pemerintah Hindia Belanda berpesta. “Tapi bukan sekadar tempat hura-hura atau dugem. Fungsinya juga menjadi tempat perkumpulan sosial,” kisahnya.

Hanya yang berpaham rasis yang bisa memasuki perkumpulan-perkumpulan semacam itu. Sebab, di Gedung Kapel ada aturan, selain kaki putih tak boleh menginjaknya. Kalau pun ada orang pribumi, hanya sebagai pelayan. Memasuki masa penjajahan Jepang, Gedung Kapel masih menjadi tempat hiburan malam.

Menginjak masa kemerdekaan, berubah menjadi kantor penerangan tentara. “Pada awal tahun 2000-an, gedung ini dirobohkan. Dijadikan hutan kota,” tutupnya. (lan/gr/fud)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:43

Cairan Hitam di Sungai Itu Ternyata Karena Tumpahan Minyak

Teka-teki asal muasal cairan hitam itu akhirnya terjawab. Rupanya, berasal…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:41
Mendagri Perintahkan Wali Kota Banjarmasin Cabut Gugatan atas Pemindahan Ibu Kota Kalsel di MK

Dalam Masalah Ini, Mendagri Nilai Wali Kota Banjarmasin Kurang Bijak

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memerintahkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:37

Titik Api Mulai Terpantau Satelit, HSS Berstatus Siaga darurat Karhutla

Memasuki musim kemarau yang saat ini masih terjadi di Kabupaten…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:33

Proyek Jalan Nasional di Tanbu Lamban

Lambannya pengerjaan jalan nasional di Tanah Bumbu membuat kepala daerah…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:42

Tolak Tambang, Bupati HST Bakal Surati Presiden

Hulu Sungai Tengah akan menolak segala bentuk penambangan di pegunungan…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:38

Tahun ini Pemko Banjarmasin Dapat Jatah 645 Formasi PPPK, ini Rinciannya

 Kabar baik. Tahun ini Pemko Banjarmasin mendapat jatah kuota sebanyak…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:36

Banyak Lubang di Jalan Utama Amuntai, PUPR: itu Karena Faktor Alam

 Terdapat banyak lubang kecil jika melintas di jalan utama Kota…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:35

Bupati Tapin Ingatkan Jangan Asal Pecat Aparat Desa

Mahdalina satu-satunya perempuan yang dilantik dari hasil Pilkades serentak di…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:31

Tiket Pesawat Makin Naik, Tarif Ratusan Ribu Tinggal Cerita Lama

Kementerian Perhubungan merestui kenaikan harga tiket pesawat hingga 15 persen.…

Jumat, 12 Agustus 2022 08:44

Anggaran Dana Desa Se-Kabupaten Balangan Akan Dinaikkan

PARINGIN - Pemkab Balangan adakan silaturahmi bersama kepala desa se-Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers