MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 25 Juni 2022 11:32
Rumah Anno di Banjarmasin Tengah, Perpaduan Rumah Adat dan Kolonial
TAK LAZIM: Rumah Anno 1925 yang berada di Siring Pierre Tendean, Banjarmasin Tengah. FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN

SIRING Pierre Tendean tidak hanya memiliki Menara Pandang dan susur sungai naik kelotok. Di sana juga ada Rumah Anno 1925. Berada di tepian Sungai Martapura, terlihat kontras karena sepenuhnya dibangun dari kayu ulin. Rumah panggung ini berjenis palimasan. Salah satu varian rumah tradisional khas suku Banjar. Identik dengan atapnya yang berbentuk limas atau piramida. “Dulunya, rumah anno merupakan bangunan tua. Dibangun pada masa kolonial Belanda,” ujar Akbar Rahman, pengamat tata kota.

Sesuai namanya, rumah ini dibangun tahun 1925. Nyaris seabad yang lalu. Namun masih berdiri kokoh berkat pondasi yang apik. Bibir sungai dulunya dipadati permukiman. Pembebasan lahan dan pembongkaran dimulai sejak tahun 2007.

“Aktivis bangunan dari Ikatan Arsitek Indonesia lalu memberi saran kepada pemerintah agar Rumah Anno 1925 tidak diruntuhkan,” beber Ketua Prodi Arsitek Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu. Dalam dunia arsitektur, bangunan yang mampu bertahan lebih dari 50 tahun termasuk dalam kategori pusaka. Sedangkan rumah ini sudah menginjak umur 82 tahun pada saat itu. “Harus dipertahankan,” imbuhnya.

Keunikan lain, rumah ini terdiri dari dua lantai. Tidak lazim. Menurut Akbar, ini merupakan pengaruh gaya kolonial.
“Karena rumah tradisional Banjar sejatinya tidak ada yang dua lantai. Sedangkan rumah ini termasuk perpaduan antara gaya Banjar dan pengaruh kolonial,” tuturnya. 

Pemko kemudian merenovasi Rumah Anno 1925 dan rampung tahun 2015. Nyaris 80 persen material diganti. Tanpa mengubah bentuk autentiknya. “Dan masih memakai kayu ulin,” tambahnya.

Selain itu, letak aset budaya Banjar ini strategis. Berada di jantung kota. Suasananya pun nyaman. Makin komplet dengan pemandangan sungai Martapura.

“Banyak keunikan dari Rumah Anno 1925, sehingga saya putuskan menjadikannya sebagai disertasi saya,” ucapnya. Kemarin, Radar Banjarmasin mampir ke sana. Namun sayang rumah ini sedang ditutup, lantaran ada proyek perbaikan di teras samping.

Namun, penulis masih punya gambaran jelas. Mengenai tampilan bagian dalam bangunan tua itu. Saat berkunjung, turis akan disambut oleh resepsionis. Setelah mengisi buku tamu, turis diarahkan ke dalam. Lantai dasar digunakan untuk pameran foto-foto bersejarah. Juga terdapat pajangan jukung tambangan, sampan tradisional. Sisi lain terdapat pajangan motif-motif paten kain sasirangan. Berikut berbagai jenis material yang dipakai untuk menenunnya. 

Termasuk bahan-bahan dasar pewarna alami dipajang di sana. Seperti bubuk kunyit, kayu ulin, daun jati, daun ketapang, kulit rambutan, jalawe dan banyak lagi.

Selain itu juga terdapat pelaminan pengantin mini. Pelaminan yang didekorasi dengan gaya khas Banjar zaman dulu. Didominasi oleh kain-kain berwarna kontras, lengkap dengan ornamen arguci yang mencolok. Area ini kerap dijadikan sebagai photobooth. Pengunjung biasanya berfoto di pelaminan ini silih berganti.

Sedangkan di bagian tengah ruang terdapat panggung mini. Area ini kerap dijadikan sebagai tempat diskusi, seminar dan sejenisnya.

Rumah Anno 1925 juga dimanfaatkan menjadi sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Banjarmasin. Tepatnya di lantai atas.

Dekranasda menampung berbagai hasil kerajinan usaha kecil dan menengah yang ada di Kota Seribu Sungai. Terdapat berbagai kerajinan yang bisa dijadikan sebagai buah tangan. Ada kain sasirangan, aksesori, tas purun, baju, hiasan interior dan masih banyak lagi.

Selain untuk rekreasi dan belajar, rumah Anno 1925 ini juga kerap dijadikan sebagai tempat workshop. (tia/gr/fud)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:43

Cairan Hitam di Sungai Itu Ternyata Karena Tumpahan Minyak

Teka-teki asal muasal cairan hitam itu akhirnya terjawab. Rupanya, berasal…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:41
Mendagri Perintahkan Wali Kota Banjarmasin Cabut Gugatan atas Pemindahan Ibu Kota Kalsel di MK

Dalam Masalah Ini, Mendagri Nilai Wali Kota Banjarmasin Kurang Bijak

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memerintahkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:37

Titik Api Mulai Terpantau Satelit, HSS Berstatus Siaga darurat Karhutla

Memasuki musim kemarau yang saat ini masih terjadi di Kabupaten…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:33

Proyek Jalan Nasional di Tanbu Lamban

Lambannya pengerjaan jalan nasional di Tanah Bumbu membuat kepala daerah…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:42

Tolak Tambang, Bupati HST Bakal Surati Presiden

Hulu Sungai Tengah akan menolak segala bentuk penambangan di pegunungan…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:38

Tahun ini Pemko Banjarmasin Dapat Jatah 645 Formasi PPPK, ini Rinciannya

 Kabar baik. Tahun ini Pemko Banjarmasin mendapat jatah kuota sebanyak…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:36

Banyak Lubang di Jalan Utama Amuntai, PUPR: itu Karena Faktor Alam

 Terdapat banyak lubang kecil jika melintas di jalan utama Kota…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:35

Bupati Tapin Ingatkan Jangan Asal Pecat Aparat Desa

Mahdalina satu-satunya perempuan yang dilantik dari hasil Pilkades serentak di…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:31

Tiket Pesawat Makin Naik, Tarif Ratusan Ribu Tinggal Cerita Lama

Kementerian Perhubungan merestui kenaikan harga tiket pesawat hingga 15 persen.…

Jumat, 12 Agustus 2022 08:44

Anggaran Dana Desa Se-Kabupaten Balangan Akan Dinaikkan

PARINGIN - Pemkab Balangan adakan silaturahmi bersama kepala desa se-Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers