MANAGED BY:
SENIN
15 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 29 Juni 2022 13:48
Tujuh Oknum Polisi Diamankan, Kasus Apa...?
DIPERIKSA: Oknum anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin saat dibina Bid Propam Polda Kalsel.

Pengusutan kasus kematian Subhan, tersangka kasus narkoba yang meregang nyawa, Jumat (10/6) lalu, menemui titik terang. Tujuh oknum anggota Satresnarkoba Polresta Banjarmasin dilakukan penanganan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalsel.

Tujuh orang polisi itu sudah diamankan. Bid Propam juga melakukan pembinaan. Selain melakukan penyelidikan internal, mereka diikutkan pada apel pembinaan yang dilaksanakan Subbid Provos Bid Propam di lapangan Mako Polda Kalsel.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i membenarkan soal ini. Dia menerangkan, pembinaan dilaksanakan langsung oleh Bid Propam Polda Kalsel. “Mereka tengah dilakukan pembinaan,” ujarnya, Selasa (28/6). Meski membenarkan, dia mengaku belum mendapat keterangan lengkap dari Bid Propam soal hasil penyelidikan. “Kalau etik pasti akan sidang, sambil menunggu mungkin,” tukasnya. 

Sebelumnya, Selasa (14/6) lalu, Kabid Propam Polda Kalsel Kombes Pol Djaka Suprihanta menegaskan, tim Paminal sudah diperintahkan turun untuk menyelidiki kasus ini. “Dilakukan pemeriksaan,” ujarnya saat itu.

Dia menerangkan, pemeriksaan dilakukan terhadap penyidik dan pembantu penyidik. “Selebihnya silakan ke kabid humas,” ucapnya.

Subhan adalah tahanan narkoba Polresta Banjarmasin asal Pekapuran Banjarmasin. Dia ditangkap Jumat (3/6) atas dugaan mengedar sabu-sabu. Malang, dia dinyatakan meninggal dunia 8 hari setelahnya, atau Sabtu (11/6), usai dirawat di RS Bhayangkara Banjarmasin.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo menyampaikan, kematian Subhan disebabkan serangan jantung. “Tidak benar itu (penganiayaan), kami punya bukti rekaman medik. Kami punya dokumennya. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, hasil EKG detak jantung lemah dan foto rontgen menunjukkan pembengkakan pada jantung, serta paru. Medis menyimpulkan almarhum meninggal akibat serangan jantung,” kata Sabana, beberapa waktu lalu.

Sebelum meninggal dunia, terduga tersangka sudah seminggu menjalani proses penyidikan. Seminggu kemudian, dia mengeluhkan sesak napas. Petugas langsung membawanya ke RS Bhayangkara. Satu jam ditangani tenaga medis, kondisinya membaik.

Subhan lantas diperbolehkan untuk rawat jalan. Petugas kembali membawanya ke tahanan. Namun, pada malam harinya, ia kembali mengeluhkan sesak napas. Aparat pun kembali membawanya ke rumah sakit.

Hingga pada akhirnya, petugas jaga memberikan informasi bahwa kondisinya menurun drastis. Begitu juga setelah dicek oleh medis. Tak berselang lama, dia dinyatakan meninggal dunia diduga akibat serangan jantung. (mof)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers