MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 01 Juli 2022 11:52
Sudah 62 Kali, Kebakaran di Banjarmasin Dominan Disebabkan Korsleting

 Sejak Januari hingga Juni 2022, tercatat ada 62 kali peristiwa kebakaran di kota ini. Angka yang cukup mencengangkan bila dibandingkan 2021. Tahun lalu, direntang bulan yang sama, terjadi 54 kasus.

Berdasarkan data di Dinas Damkar dan Penyelamatan Banjarmasin, kebakaran paling banyak di tahun 2021 dan 2022 untuk semester pertama sedikit mengalami kesamaan. Khususnya, bila dilihat berdasarkan bulan.

Di tahun 2021, kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Mei, 17 kasus. Sedangkan di tahun 2022, di bulan yang sama, terjadi 16 kasus. 

Selanjutnya, bila melihat kawasan mana yang paling banyak mengalami musibah itu di dua tahun terakhir selama satu semestar, ada di dua kecamatan. Banjarmasin Barat 9 kasus pada 2021 dan Banjarmasin Selatan 16 kasus pada 2022. 

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Banjarmasin Budi Setiawan mengungkapkan, sebagian besar penyebab kebakaran, setara 70 persen, diakibatkan arus pendek atau korsleting listrik.

“Di dua kawasan itu paling banyak penduduk. Kita juga mengetahui, di sana rumah warga sangat rapat. Sebagian besar berbahan kayu,” jelasnya kepada Radar Banjarnasin, Kamis (30/6) siang.

Lantas, apa upaya yang bisa dilakukan untuk menekan banyaknya angka musibah kebakaran tersebut? Budi berkeinginan adanya inspeksi ke rumah-rumah warga. Tentu, berkolaborasi dengan PLN dan aparat kepolisian.

“Dalam inspeksi, kita bisa melihat instalasi listrik rumah seperti apa. Sesuai standar atau tidak. Nanti, juga diketahui, apakah ada pencurian listrik atau tidak,” tekannya. 

Menurut dia, melihat data seringnya musibah kebakaran terjadi di kota ini, indikasi ke arah dua hal itu memungkinkan terjadi.

Di samping rencana inspeksi, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga. Agar memperhatikan dan memperbaiki instalasi listrik di rumah masing-masing. Sosialisasi ini berjenjang, dari lingkup kecamatan, kelurahan hingga rukun tetangga (RT).

“Kadang kala, pemakaian kabel yang tidak standar bisa membuat panas, lantas terbakar,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada warga, sebelum meninggalkan rumah, cek terlebih dahulu peralatan dapur dan elektronik. “Apakah sudah dimatikan atau belum. Ini penting untuk menjadi perhatian,” pungkasnya. (war)

 
 
 
 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers