MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 15 Juli 2022 11:24
Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja
MEMPERLIHATKAN: Muhammad Albar (25) memperlihatkan burung hasil tangkapannya di hutan beberapa waktu lalu. Foto: Jumain/ Radar Banjarmasin

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak tantangannya. Sering kali seorang pencari burung bertemu hewan buas, mendengar suara gaib, hingga bertemu langsung makhluk halus.

Jumain, Kotabaru

Saat ditemui, Muhammad Albar (25) sedang membersihkan kurungan burungnya. Warga Desa Mekarpura, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru itu mau menceritakan berbagai pengalaman menjadi seorang pencari burung di hutan, Selasa (12/7). 

Pria yang akrab disapa Ba’bar itu mencari burung tidak hanya menjelajahi pedalaman Kotabaru. Tapi juga beberapa kali memasuki hutan-hutan di Tanah Bumbu. Di Kotabaru biasanya memasuki hutan Selaru, hutan Klatau Desa Mekarpura, dan hutan Tanjung Serdang Desa Salino. Sedangkan di Tanah Bumbu memasuki hutan Pulau Sewangi, hutan Pulau Tampakan, dan hutan Pulau Burung.

Burung yang menjadi incarannya beragam. Mulai dari burung karuang, kutilang, kacer, cucak hijau, punai, perkutut, dan burung murai. Ba’bar mencari burung bukan hanya karena hobi memelihara. Tapi, juga untuk mengais pundi rupiah untuk memenuhi hidupnya.

Mencari burung bisa dilakukannya di siang hari, bisa juga di malam hari. Masing-masing waktu mempunyai tantangan berbeda. Bekal yang dibawanya untuk mencari burung siang hari lumayan banyak. Parang, lem tikus atau lem burung, bakul kecil minimal lima buah, sapu lidi, MP3, makanan minuman, dan rokok. Salah satu bakul kecil berisi burung kacer yang nantinya digunakan sebagai pancingan untuk memanggil burung mendekat. 

Sekitar jam 07.00 pagi, biasanya sudah mulai memasuki hutan. Saat sudah berada di tengah hutan, Ba’bar lantas membuat perangkap dari sapu lidi yang dibawanya. Dua bilah lidi dan kayu kecil dioleskan lem burung. Lalu diletakkan burung kacer di sampingnya.

Secara bersamaan juga dibunyikan MP3 dengan nyaring suara burung kacer. Memancing supaya burung kacer di hutan datang untuk menyerang. “Terperangkap, dan saya tangkap dan langsung dimasukkan ke bakul,” jelas Ba’bar. Begitulah keseharian Ba’bar. Terkadang burung yang berhasil dibawanya pulang hingga 30 ekor. Paling banyak jenis burung kacer. Sisanya yang lain. Jika sedang tidak beruntung, Ba’bar hanya membawa pulang burung lima ekor. Bahkan bisa juga hanya satu. Tapi sangat jarang tidak dapat.

Ba’bar juga menceritakan pengalaman bertemu hewan buas dan pengalaman mistis saat mencari burung di malam hari. Ba’bar berangkat dengan bekal yang sama, ditambah membawa dua senter. 

Cara memerangkap burung juga sama. “Beberapa kali saat saya mencari burung pada malam hari di hutan, sering melihat hal-hal yang mengejutkan. Seperti beruang, ular patuk emas, ular sawa, buaya, bahkan ular kobra dengan panjang tiga meter,” ungkapnya.

Selain itu, di tengah hutan sering mendengar suara harimau, suara perempuan menangis, suara anak-anak bermain. Termasuk suara yang menyuruhnya pulang, dan jangan berburu lagi.

“Kalau saya mendengar suara suara gaib tersebut, biasanya saya hanya diam. Dalam hati berkata jangan diganggu saya di sini, cuma mau mencari makan,” ucapnya.

Pernah pula menjelang azan subuh, saat dalam perjalan pulang bertemu makluk gaib perempuan. Pakaiannya kuning, rambutnya putih panjang. Pernah juga sosok laki-laki botak tinggi, tapi kepalanya ada tanduknya.

Pengalaman terakhir dilihatnya kuburan keramat yang sangat besar dan panjang. Namun dua hari kemudian lewat di situ kuburannya sudah tidak ada. “Alhamdulillah saat melihat sosok yang gaib, saya tidak diapa-apain. Hanya diperlihatkan saja,” jelasnya. “Intinya, kalau sedang di hutan melihat hal-hal aneh itu sangat biasa. Yang paling terpenting jangan ditantang,” pesannya.(az/dye)

 
 
 

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Juli 2022 11:24

Kisah Pencari Burung di Hutan Kotabaru dan Tanbu, Dipancing Pakai Burung, Ketemu Mahluk Gaib Diam Saja

Belum banyak orang tahu, mencari burung di hutan sangat banyak…

Selasa, 07 Juni 2022 11:22

Siti Farida, Perempuan Kalsel yang Rutin Berenang di Sungai Aare, Permisi Pada Penjaga Sungai

“Datu-Datu, ulun permisi handak bekunyung di sini.” Mantra itu diucapkan…

Minggu, 17 April 2022 20:30

Munggu Ringkit Perlu Surau dan Pengajar Agama

Jauh di perbatasan, nasib warga Dusun Munggu Ringkit belum semulus…

Jumat, 18 Maret 2022 12:04

Ini Dia Astakona, Tumpeng Khas Banjar

Di Jawa, nasi tumpeng menjadi sajian pelengkap momen-momen penting. Tapi…

Jumat, 18 Maret 2022 12:00

Menilik Pembuatan Gelang Khas Kalimantan: Ternyata Sepupu Kupiah Jangang dan Dipercaya Penolak Parang Maya

Bermodal akar jangang, sebuah gelang unik pun dihasilkan. Inilah gelang…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:11

Banyak Yang Tak Tahu, Ada Pemakaman Belanda di Kotabaru, Sayangnya Tak Dirawat

 Banyak yang belum mengatahui ada kompleks makam Belanda di Kabupaten…

Sabtu, 12 Februari 2022 13:10

Sejarah Menarik Nama Teluk Miliar, Kenapa Disebut Demikian?

 Pernah dengar nama teluk miliar? Bagi warga Marabahan nama ini…

Selasa, 08 Februari 2022 11:15

Nekat Terobos Pemukiman, Deti Si Lutung Takkan Selincah Dulu

 Dua ekor lutung yang malang. Asyik mencari makan di atas…

Senin, 31 Januari 2022 10:17

Sarigading, Jamu Paling Terkenal di Masanya, Ini Awal Mula Kisahnya...

Tahu lah pian? Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada jamu…

Senin, 31 Januari 2022 10:14

Makam Massal Tragedi 23 Mei 1997 yang Mulai Dilupakan

Tragedi Jumat Kelabu di Banjarmasin pada 23 Mei 1997 silam…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers