MANAGED BY:
JUMAT
12 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Minggu, 31 Juli 2022 13:46
Ada Apa..? Informasi Kecelakaan Sedan Mewah Nopol DA 1 MAM Disimpan Rapat
LAKA TUNGGAL: Toyota Camry yang nyungsep ke got di depan gedung SKB, Kompleks Pelajar Mulawarman. FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN

Kasus kecelakaan tunggal di Kompleks Pelajar Mulawarman, Banjarmasin Tengah pada Kamis (28/7) pagi, masih gelap.

Sedan dengan nopol DA 1 MAM itu ngebut. Menghantam pohon ketapang dan terperosok di trotoar.

Syukur, kala itu kawasan pendidikan tersebut masih sepi. Lalu lalang pelajar belum ramai. 

Toyota Camry itu dikemudikan Imam Satria Jati. Dia adalah Plt Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel.

Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Imam sempat melepas pelat warna hitam tersebut.

Kemarin (29/7), lewat pesan Instagram, seorang pembaca Radar Banjarmasin mengirimkan dua video pendek. Merekam penampakan Imam yang mengenakan kaus hitam. Perekam ini, orang tua siswa yang kebetulan mengantar anaknya berangkat sekolah.

Di tempat kejadian perkara (TKP), mobil ringsek itu kemudian diperiksa Satlantas Polresta Banjarmasin. Lalu diderek Dinas Perhubungan Banjarmasin. 

Radar Banjarmasin kembali coba mengkonfirmasi. Hasilnya, informasi terkait kecelakaan ini masih disimpan rapat.

Kasat Lantas Kompol M Noor Chaidir tak menghiraukan pertanyaan yang dikirimkan wartawan.

Sedangkan sang atasan, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito juga irit bicara. “Soal teknisnya konfirmasi ke kasat saja,” ujarnya kemarin (29/7) lewat pesan WhatsApp.

Dia hanya bersyukur tak ada korban jiwa atau luka dalam musibah itu.

Sama saja dengan Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Slamet Begjo yang semakin sulit dihubungi. Nomornya tersambung, tapi tak diangkat.

Setidaknya, ada tanggapan dari Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo. “Yang menanganinya adalah Polresta Banjarmasin, Mas. Silakan koordinasi ke kaslan (kasat lantas),” sarannya. 

Namun, Maesa tak menjawab saat ditanya apakah boleh mencopot pelat nomor kendaraan. Apalagi seusai kecelakaan yang bisa menyulitkan penyelidikan.

Merujuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor, diwajibkan memasang TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) pada sisi depan dan belakang kendaraan.

Masih mengacu pada kedua aturan itu, bila tak dipasang atau dilepas, maka sudah melanggar aturan. Dan bisa kena sanksi tilang.

Kembali pada kecelakaan, Imam sendiri telah membantahnya. “Hoaks! Mobil dan pelat nomor DA 1 MAM itu ada di rumah sekarang,” ujarnya pada Kamis siang. (lan/war/ris/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers