MANAGED BY:
MINGGU
14 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 06 Agustus 2022 12:17
Sampah di Eks TPS Kembali Menumpuk, DLH: Sudah Habis Akal dan Upaya
BEBAL: Sampah di eks TPS Kuripan. Sudah dipagar seng, dipasang spanduk imbauan atau larangan, kawasan ini masih jadi wadah oknum warga membuang sampah.

Dijaga aparat penegak peraturan daerah (Perda) atau tidak, lokasi eks tempat penampungan sementara (TPS) masih kerap ditumpuki sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, bahkan mengaku kehabisan akal untuk mengatasinya.

Sejak 2020 hingga tahun 2022, sudah ada 13 TPS yang ditutup DLH Banjarmasin. Tersebar di sejumlah kawasan. Sebagian ada di Jalan Kuripan, Veteran, dan Pramuka. Lalu, di kawasan Jalan Belitung, Malkon Temon, Soetoyo S, hingga Jalan Lingkar Basirih.

Beragam faktor meliputi alasan penutupan TPS itu. Dari adanya permintaan warga, hingga mengganggu pemandangan dan kebersihan. Lantaran berada di samping jalan atau lainnya. 

Namun, secara umum TPS yang ditutup dipandang memang tidak memungkinkan lagi untuk menampung sampah.

Tentu tidak sekadar menutup. Sebagai gantinya, DLH Banjarmasin menyediakan TPS di kawasan lain. Lebih besar, tertutup, hingga diklaim jauh dengan permukiman warga.

Ambil contoh, TPS di eks lokasi Pasar Ahmad Yani. Tak jauh dari kawasan Jalan Simpang Pengambangan. Di sisi lain, DLH juga mengganti TPS yang ditutup dengan program ‘Surung Sintak’ di sejumlah titik.

Metode yang digunakan, sampah diambil dari permukiman warga oleh petugas atau paman kebersihan menggunakan gerobak. Lalu, diambil lagi oleh petugas DLH menggunakan truk konvektor.

Sejauh ini, berdasarkan catatan yang diterima Radar Banjarmasin, sudah sebanyak 10 titik program ‘Surung Sintak’ yang dijalankan. Dengan total 133 layanan yang dilakukan paman gerobak, dan beroperasi setiap malam.

Upaya itu rupanya tidak serta merta mengurangi tindakan oknum warga pembuang sampah di eks TPS yang sudah ditutup. Khususnya di lokasi eks TPS Kuripan.

Sepekan terakhir, di sana kembali ditumpuki sampah. Padahal, sudah dipasangi pagar seng berkelir biru hingga spanduk imbauan atau larangan membuang sampah. 

Penegakan perda melalui sanksi tindak pidana ringan (Tipiring) pun sudah dilakukan. Tetapi, tak kunjung membuat kawasan itu bisa terbebas dari sampah.

“Sudah sempat tenang alias tak ada sampah yang dibuang di eks TPS itu selama setengah bulan, ternyata muncul lagi. Rasanya, sudah habis daya dan upaya kami menangani persoalan ini,” ungkap Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah di DLH Banjarmasin, Marzuki, Jumat (5/8).

Lelaki yang akrab disapa Jack ini, enggan mengaku dituding gagal dalam menangani persoalan di kawasan itu. Ia mengklaim, petugas sudah bekerja sama dengan Satpol PP Banjarmasin dalam penanganannya.

Patroli Satpol PP, bahkan sudah diarahkan menyasar kawasan eks TPS Kuripan. Pun demikian dengan sanksi tipiring, sudah sering dilakukan.

“Sebelum ada penindakan, sampah yang dibuang di eks TPS Kuripan itu sebanyak tiga truk. Ketika ada penindakan, sampah tinggal satu pikap lebih. Itu artinya, sebagian besar sudah mengikuti aturan. Dan yang melanggar, hanya segelintir orang saja,” tekannya.

Bagaimana dengan petugas jaga yang biasanya ditempatkan di eks TPS? Jack menilai, selama yang berjaga bukan aparat Satpol PP, pihaknya sanksi oknum pembuang sampah bakal patuh.

“Teguran saja tidak mempan. Si pembuang sampah cuek-cuek saja. Rasanya, bila tidak dijaga aparat, benar-benar tidak efektif,” tambahnya.

Lantas, apakah bakal ada tindakan yang lebih tegas, apabila ada oknum warga yang kedapatan melakukan pelanggaran? Sayangnya, Jack mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk itu. Meski dalam Perda Nomor 21 Tahun 2011, dengan jelas mengatur sanksi untuk para pelanggar. Dari sanksi denda, hingga kurungan penjara. 

“Tapi, dalam persidangan untuk tipiring, pelanggar hanya diberikan sanksi berupa denda. Dan itu keputusan hakim. Mungkin karena ada sejumlah pertimbangan,” ucapnya.

Jack menegaskan, pihaknya mengharapkan denda yang dibayarkan tidak sekadar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Tetapi, lebih dari nominal itu. Agar ada efek jera.

Disinggung upaya lain yang dilakukan, Jack menyebut, pihaknya akan menjalin koordinasi dengan pihak kelurahan dalam hal pengawasan.

Alasannya, karena lokasi eks TPS Kuripan berada di perbatasan dua kecamatan. Yakni Banjarmasin Timur dan Tengah.

Lalu, setidaknya ada tiga kelurahan yang bersentuhan langsung. “Seperti Sungai Bilu, Kampung Melayu dan Kuripan.

Terpisah, Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, membenarkan pihaknya kembali mendapat laporan terkait adanya penumpukan sampah di eks TPS Kuripan.

Untuk itu, ia akan kembali menggiatkan patroli penegakan perda terkait persoalan penanganan sampah itu. “Hari dan waktunya, acak saja. Intinya di sejumlah lokasi TPS yang sudah ditutup,” katanya, Jumat (5/8).

Terkait sanksi tipiring yang diberikan, apakah bisa lebih besar atau lebih tegas, Muzaiyin menyerahkan sepenuhnya kepada kewenangan hakim.
“Kecuali, mungkin oknum yang bersangkutan sudah kedapatan berulang kali melanggar. Tapi sejauh ini, kami belum menemukan warga yang berulang-ulang melanggar,” ucapnya.

Lebih jauh, apakah bakal ada penempatan petugas jaga, Muzaiyin mengaku belum bisa melakukan hal itu. Alasannya, karena keterbatasan personel. Ia mengharapkan agar DLH berkoordinasi dengan pihak kecamatan hingga kelurahan dalam hal pengawasan.

Menariknya, Muzaiyin membongkar adanya praktik kucing-kucingan warga. Oknum pembuang sampah akan taat aturan jika ada petugas jaga. Bila sedang kosong, mereka kembali berulah. (war)

 
 
 

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:43

Cairan Hitam di Sungai Itu Ternyata Karena Tumpahan Minyak

Teka-teki asal muasal cairan hitam itu akhirnya terjawab. Rupanya, berasal…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:41
Mendagri Perintahkan Wali Kota Banjarmasin Cabut Gugatan atas Pemindahan Ibu Kota Kalsel di MK

Dalam Masalah Ini, Mendagri Nilai Wali Kota Banjarmasin Kurang Bijak

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memerintahkan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:37

Titik Api Mulai Terpantau Satelit, HSS Berstatus Siaga darurat Karhutla

Memasuki musim kemarau yang saat ini masih terjadi di Kabupaten…

Sabtu, 13 Agustus 2022 11:33

Proyek Jalan Nasional di Tanbu Lamban

Lambannya pengerjaan jalan nasional di Tanah Bumbu membuat kepala daerah…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:42

Tolak Tambang, Bupati HST Bakal Surati Presiden

Hulu Sungai Tengah akan menolak segala bentuk penambangan di pegunungan…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:38

Tahun ini Pemko Banjarmasin Dapat Jatah 645 Formasi PPPK, ini Rinciannya

 Kabar baik. Tahun ini Pemko Banjarmasin mendapat jatah kuota sebanyak…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:36

Banyak Lubang di Jalan Utama Amuntai, PUPR: itu Karena Faktor Alam

 Terdapat banyak lubang kecil jika melintas di jalan utama Kota…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:35

Bupati Tapin Ingatkan Jangan Asal Pecat Aparat Desa

Mahdalina satu-satunya perempuan yang dilantik dari hasil Pilkades serentak di…

Jumat, 12 Agustus 2022 10:31

Tiket Pesawat Makin Naik, Tarif Ratusan Ribu Tinggal Cerita Lama

Kementerian Perhubungan merestui kenaikan harga tiket pesawat hingga 15 persen.…

Jumat, 12 Agustus 2022 08:44

Anggaran Dana Desa Se-Kabupaten Balangan Akan Dinaikkan

PARINGIN - Pemkab Balangan adakan silaturahmi bersama kepala desa se-Kabupaten…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers