MANAGED BY:
SELASA
04 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 10 Agustus 2022 11:27
Bupati HSU Nonaktif Minta Hartanya Jangan Disita Habis
SERIBU HALAMAN LEBIH: Penasihat hukum terdakwa, Fadli Nasution membacakan nota pembelaan diri Abdul Wahid kemarin. Pekan depan adalah sidang pembacaan vonis. FOTO : M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

 Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif, Abdul Wahid terbata-bata membacakan nota pembelaan dirinya di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, (8/8).

Terdakwa 62 tahun itu menghadapi tuntutan sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta atau subsider satu tahun kurungan. Serta membayar ganti rugi Rp26 miliar atau enam tahun penjara.

Menahan tangis, Wahid meminta maaf kepada masyarakat HSU. Disampaikan secara virtual dari Lapas Teluk Dalam.  

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya menghaturkan permintaan maaf. Atas tindakan-tindakan saya hingga harus menjalani proses hukum di pengadilan ini,” tuturnya.

Dia berharap majelis hakim berkenan meringankan hukumannya. “Mudah-mudahan saya mendapat ampunan dari Allah dan bisa menjalani semuanya ini hingga selesai,” tambahnya.

Sebelum permohonan Wahid, penasihat hukumnya, Fadli Nasution membacakan nota pembelaan setebal 1.011 halaman yang memuat sembilan bab.

Dalam pleidoi itu, Fadli menyatakan kliennya berhak dibebaskan dari jeratan Undang-Undang Korupsi.

Pertama, bahwa Wahid tidak menerima fee Rp195 juta dari terpidana Maliki, mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum HSU. “Tak terbukti dan berhak dibebaskan,” bacanya. 

Kedua, ganti rugi yang dituntut jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp33 miliar, dinilainya tak sesuai dengan duit yang masuk ke kantong Wahid.

Menurut perhitungan pihaknya, mantan Ketua DPD Partai Golkar HSU itu hanya menerima Rp11,5 miliar.

“Hitungan ini berdasarkan keterangan saksi yang benar-benar dihadirkan di persidangan. Jadi tak adil kalau memakai perhitungan dari saksi yang tak bisa dihadirkan,” imbuhnya.

Soal aset-aset Wahid yang disita KPK, Fadli meminta dikembalikan. Pasalnya tak masuk dalam pokok dakwaan, bahkan salah satu petak tanah merupakan warisan keluarga kliennya.

Yang menarik, pada pleidoi itu juga disebutkan tentang aliran dana sebesar Rp1,6 miliar. Ditujukan kepada oknum pejabat Kementerian Keuangan lewat perantara bernama Listiani.

Tujuannya, sebagai pelicin untuk pencairan dana insentif daerah (DID).

Diterangkan Fadli, Listiani sudah menjalani proses BAP, tapi tak pernah dihadirkan ke persidangan. “BAP-nya ada,” tegasnya.

Terakhir, meminta agar perhitungan Rp11,5 miliar tersebut, dikurangi lagi dengan uang yang telah disita penyidik KPK sebesar Rp5,5 miliar dan Rp1,6 miliar yang disetor ke Listiani. Tambahkan pula dengan hasil lelang aset nanti. 

Menanggapi pembelaan Wahid, jaksa KPK, Titto Jaelani kukuh pada tuntutannya. Yakni sembilan tahun penjara dan denda Rp500 juta serta uang pengganti Rp26 miliar atau subsider 6 tahun.

Soal di mana Listiani, Titto berargumen, sosoknya tak masuk dalam subtansi dakwaan. Jadi tak perlu dihadirkan ke persidangan.

Dia membenarkan, Listiani memang pernah diperiksa. Tapi tak sampai diproses secara hukum. Jadi KPK meminta hakim untuk mengabaikannya.

“Nilai kebenarannya masih diragukan. Jadi selayaknya dikesampingkan,” tegasnya.

Andaikan pemberian suap itu dimasukkan dalam dakwaan, justru hanya akan menambah pasal-pasal yang menjerat Wahid.

“Seandainya niatnya untuk beralibi, malah Pak Wahid bisa dikenai sebagai pemberi suap,” ujarnya.

Jaksa KPK menjerat Wahid dengan pasal gratifikasi dan pencucian uang. Pekan depan (15/8), sidang digelar lagi dengan agenda pembacaan vonis. (mof/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Senin, 03 Oktober 2022 14:13

Garis Kemiskinan Direvisi, Warga Menengah Bakal Turun Kasta Jadi Orang Miskin

 Bank Dunia merevisi perhitungan garis kemiskinan internasional. Tidak lagi mengacu…

Senin, 03 Oktober 2022 14:11

Sekarang Antrean Motor di SPBU di Kalsel Kian Panjang, Ternyata ini Sebabnya

 Antrean sepeda motor mengular di SPBU Benua Anyar, Banjarmasin Timur…

Senin, 03 Oktober 2022 14:09

Menolak Jadi Pagar Ayu

NORHASINA, gadis 23 tahun ini menyandang gelar Putri Pariwisata Hulu…

Senin, 03 Oktober 2022 14:07

Revitalisasi Kawasan Sekumpul Dilanjutkan, Rp120 Miliar Dikucurkan

Proyek tahap pertama revitalisasi kawasan religi Sekumpul di Martapura menuai…

Senin, 03 Oktober 2022 13:34

Operasi Zebra Intan 2022, Polres Balangan Laksanakan Apel Gelar Pasukan

PARINGIN - Kapolres Balangan AKBP, Zaenal Arifin, pimpin apel gelar…

Senin, 03 Oktober 2022 11:18

Wali Kota Banjarmasin Bilang Banjarbaru Sudah 100 Persen Ibu Kota Kalsel

 Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menghormati keputusan Majelis Hakim di…

Senin, 03 Oktober 2022 11:16

Wanita Korban Perselingkuhan di Kalsel Banyak Alami Gangguan Jiwa

Saban bulan, ada saja RSJ Sambang Lihum menerima pasien gangguan…

Senin, 03 Oktober 2022 11:14

Dua Korban Kembali Ditemukan di Reruntuhan Longsor Tambang Emas

Pencarian memasuki hari keempat. Kemarin (30/9) dua jenazah dari empat…

Senin, 03 Oktober 2022 10:00

Kepedulian pada Lingkungan Jangan Sekadar Seremonial

BANJARBARU - Kota Banjarbaru akan segera dinilai oleh Tim penilai…

Jumat, 30 September 2022 11:24

Sudah Belasan Tahun Beroperasi, Tambang Emas di Sungai Durian Baru Heboh Sekarang

Ini tambang emas tua. Tempat orang mencari rezeki atau lari…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers