MANAGED BY:
SELASA
04 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 10 Agustus 2022 11:38
Masalah Klasik..! Gas 3 Kg Bocor ke Pengecer, Harganya Jadi Tak Masuk Akal

Harga gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram kembali melejit. Di Kota Banjarbaru misalkan sudah tembus Rp40 ribu lebih. Ahmad Arya, warga Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin ini sampai geleng-geleng kepala. “Baru tiga hari lalu saya membeli, harganya Rp43 ribu!” katanya kepada Radar Banjarmasin. 

Wajar Arya bingung. Sebab harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan gubernur cuma Rp18.500. “Hampir semua kios menjualnya semahal itu,” tambahnya.

Bapak dua anak ini berharap, pemerintah dapat menekan harga gas di eceran.

Tak apa-apa sedikit mahal, karena untuk memberi untung si pengecer, yang penting tidak terlalu jauh dari HET. “Kalau sampai Rp40 ribu kan tidak masuk akal juga,” ungkapnya.

Di kabupaten tetangga, Banjar sama saja. Nur, warga Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura bahkan harus mengeluarkan Rp45 ribu.

“Di kios-kios sekarang memang sudah segitu harganya,” bebernya.

Dia menduga, tabung melon itu mahal di level pengecer karena di pangkalan pun sudah mahal. “Kabarnya pemilik kios membeli di pangkalan seharga Rp35 ribuan,” sebutnya. 

Dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani tak menampik harga gas 3 kilogram di kios-kios melambung tinggi di beberapa daerah.

“Masalah gas bersubsidi ini berbeda-beda antardaerah,” ucapnya.

Contoh akibat jumlah kuota untuk agen dan pangkalan yang tidak merata. “Sistem distribusinya juga ada yang pakai kartu kendali secara total. Ada yang hanya sebagian wilayah. Ada juga yang belum menerapkannya sama sekali,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan Banjarbaru, Anshori menuturkan, lonjakan harga ini merupakan imbas dari kenaikan harga gas non subsidi.

“Karena yang non subsidi sudah mahal, maka banyak (warga kelas menengah) yang beralih ke gas bersubsidi,” tuturnya.

Namun, Anshori meyakini, hanya orang-orang berpunya yang sanggup membeli tabung gas 3 kilogram seharga Rp40 ribu lebih. “Karena mereka tidak dapat jatah di pangkalan, makanya membeli ke kios-kios eceran,” duganya.

Sedangkan jatah masyarakat miskin, Anshori memastikan, sebagian besar sudah memegang kartu kendali untuk pembelian di pangkalan sesuai HET.

“Sudah 26 ribuan warga miskin Banjarbaru yang menerima kartu kendali,” sebutnya.

Dia mengimbau, warga yang merasa miskin tapi belum menerima kartu kendali untuk melapor pada ketua RT setempat. “Karena gas bersubsidi memang hanya untuk warga miskin,” tegasnya.

Terpisah, Kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar (DKUMPP) Banjar, Mahmud menjelaskan, harga gas bersubsidi mahal dikarenakan masih ada yang menjualnya di kios-kios.

“Padahal, tidak boleh dijual di kios. Hanya di pangkalan untuk warga berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Untuk menekan kebocoran ke pengecer, menurutnya perlu lebih banyak sidak. “Kalau ada kios yang menjualnya, kami bina. Dan tabung gas 3 kilogramnya langsung diganti dengan ukuran 5 kilogram,” paparnya.

Ihwal masih ada pangkalan yang menjual gas bersubsidi ke kios-kios, Mahmud berjanji pihaknya bersama Polres Banjar dan Pertamina akan menertibkannya.

“Bila ada pangkalan yang menjual bukan kepada peruntukannya, maka bisa disanksi dengan pencabutan izin,” pungkasnya. (ris/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Senin, 03 Oktober 2022 14:13

Garis Kemiskinan Direvisi, Warga Menengah Bakal Turun Kasta Jadi Orang Miskin

 Bank Dunia merevisi perhitungan garis kemiskinan internasional. Tidak lagi mengacu…

Senin, 03 Oktober 2022 14:11

Sekarang Antrean Motor di SPBU di Kalsel Kian Panjang, Ternyata ini Sebabnya

 Antrean sepeda motor mengular di SPBU Benua Anyar, Banjarmasin Timur…

Senin, 03 Oktober 2022 14:09

Menolak Jadi Pagar Ayu

NORHASINA, gadis 23 tahun ini menyandang gelar Putri Pariwisata Hulu…

Senin, 03 Oktober 2022 14:07

Revitalisasi Kawasan Sekumpul Dilanjutkan, Rp120 Miliar Dikucurkan

Proyek tahap pertama revitalisasi kawasan religi Sekumpul di Martapura menuai…

Senin, 03 Oktober 2022 13:34

Operasi Zebra Intan 2022, Polres Balangan Laksanakan Apel Gelar Pasukan

PARINGIN - Kapolres Balangan AKBP, Zaenal Arifin, pimpin apel gelar…

Senin, 03 Oktober 2022 11:18

Wali Kota Banjarmasin Bilang Banjarbaru Sudah 100 Persen Ibu Kota Kalsel

 Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menghormati keputusan Majelis Hakim di…

Senin, 03 Oktober 2022 11:16

Wanita Korban Perselingkuhan di Kalsel Banyak Alami Gangguan Jiwa

Saban bulan, ada saja RSJ Sambang Lihum menerima pasien gangguan…

Senin, 03 Oktober 2022 11:14

Dua Korban Kembali Ditemukan di Reruntuhan Longsor Tambang Emas

Pencarian memasuki hari keempat. Kemarin (30/9) dua jenazah dari empat…

Senin, 03 Oktober 2022 10:00

Kepedulian pada Lingkungan Jangan Sekadar Seremonial

BANJARBARU - Kota Banjarbaru akan segera dinilai oleh Tim penilai…

Jumat, 30 September 2022 11:24

Sudah Belasan Tahun Beroperasi, Tambang Emas di Sungai Durian Baru Heboh Sekarang

Ini tambang emas tua. Tempat orang mencari rezeki atau lari…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers