MANAGED BY:
SELASA
04 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 22 September 2022 09:50
Polisi Temukan Sabu di Rumah Aipda SAF, Padahal Si Oknum Sebentar Lagi Pensiun
ilustrasi

 Oknum anggota Polri di Kabupaten Tanah Bumbu terancam dibui. Ketika rumahnya digerebek sesama rekannya, ditemukan narkotika jenis sabu sebanyak enam paket.

Bertugas di Sabhara Polres Tanah Bumbu, inisialnya SAF, pangkatnya ajun inspektur polisi dua (aipda). Sebentar lagi menginjak masa pensiun.

Kasus ini terungkap setelah seorang yang dibekuk Satresnarkoba Polres Tanah Bumbu bernyanyi. Senin (19/9) dini hari, polisi membekuk SBR, pria 44 tahun. Di tepi Jalan Transmigrasi kilometer 15 Desa Manunggal Kecamatan Karang Bintang. 

Sudah lama polisi menyelidiki gerak-gerik warga Desa Kampung Baru itu. Desas-desus beredar, SBR kerap menggelar pesta narkoba di beberapa tempat.

Benar ternyata. Ketika kendaraannya digeledah, ditemukan pipet berisi sisa sabu. “Mana barang lainnya. Habis memakai di mana?” tanya polisi pada malam yang gelap itu. SBR bungkam. Dia mengaku hanya memakai, tidak mengedar. Tapi polisi tidak percaya begitu saja.

Digelandang ke mapolres, di sana SBR dicecar lagi. Informasi-informasi tambahan berhasil didapat. Sore hari, menjelang magrib, polisi menggeledah rumah SBR. Di sana ditemukan dua paket sabu dengan berat 10,18 gram. Jumlah sebanyak ini biasanya dimiliki seorang pengedar.

“Kalau pemakai, paling cuma nol koma sekian gram. Satu gram kan mahal, lebih sejuta rupiah kalau barangnya bagus,” ujar seorang warga kepada Radar Banjarmasin. 

Dengan adanya barang bukti itu, SBR tidak dapat mengelak. Dia akhirnya mau mengaku perihal asal barang.

SBR lalu menyebut sebuah nama. Penyidik yang memeriksanya tersentak. Karena nama itu rekan mereka sendiri tang bertugas di satuan Sabhara.

“Periksa! Tidak ada ampun kalau narkoba. Ini sudah atensi Kapolri,” perintah Kapolres Tanah Bumbu AKBP Tri Hambodo.

Dibantu Unit Sipropam, Satresnarkoba menggerebek rumah Aipda SAF di Jalan Amandit Kecamatan Simpang Empat.

Pria 52 tahun itu tidak berkutik. Ketika di rumahnya ditemukan tiga paket narkotika golongan I dengan berat 2,85 gram. Berikut alat isap, timbangan digital dan uang Rp2,5 juta.

Dugaan pun mengarah dengan telak pada Aipda SAF. “Dia sudah kami amankan, dan sedang diperiksa intensif oleh Propam,” jelas Kasi Humas AKP H Ibrahim Made Rasa.

Polisi dan Narkoba
Di Indonesia, ini bukan kasus yang pertama, dan tampaknya takkan menjadi kasus yang terakhir. Seorang polisi yang meminta namanya tak dikorankan menceritakan, dia pernah memohon kepada atasannya agar dipindah dari satuan reserse narkoba.

“Ngeri godaannya. Jika tidak kuat, bisa hancur,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin. Tidak kuat apanya? Katanya, rayuan dari bisnis haram ini sangat menggoda. Bukan hanya uang panas, tapi juga kenikmatan memakainya.

Pengalamannya, pengedar dan bandar kerap menawarkan uang damai. Bagi yang berpangkat rendah dan bergaji kecil, terkadang bisa terbujuk. 

“Dan sekali masuk perangkap, sulit untuk keluar,” kisahnya.

Maka, menurutnya sudah sewajarnya yang bertugas di Satresnarkoba adalah orang-orang pilihan. Sementara dia sendiri memilih pindah tugas. “Di mana saja, asal jangan di sana,” ingatnya. Karena orang-orang pilihan pula, dia berharap masyarakat memberikan dukungan penuh pada Satresnarkoba. Lalu mengapa selalu pengedar sabu yang diringkus? Alasannya, ini yang paling digandrungi.

Sebab sabu tidak memberikan efek mencurigakan pada pecandunya. Kandungan metamfetamin dalam sabu seperti stimulus dosis tinggi, membuat pemakainya percaya diri dan fokus. Zat itu menstimulus otak untuk memproduksi dopamin. Seribu persen lebih banyak daripada yang bisa diproduksi otak. Dopamin adalah hormon yang muncul ketika seseorang merasa senang. Kalangan pekerja tertentu, contoh sopir angkutan barang jarak jauh, terkadang memakai sabu untuk menjaga mata tetap melek saat menyetir semalam suntuk.

“Dengar-dengar ada (sopir) yang memakai itu supaya tak mengantuk. Tapi kalau di armada saya, nggak ada. Karena sopir saya senior semua, mereka sudah terbiasa jalan jauh,” kata Eko, pengusaha travel di Tanah Bumbu. Tapi jangan salah, bukan berarti sabu tidak mempunyai daya merusak. Mereka yang kecanduan, lama-lama kehilangan gairah hidup jika tidak mengkonsumsinya. (zal/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers