MANAGED BY:
SABTU
26 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 27 September 2022 11:30
Masyarakat Rem Belanja Gara-gara Harga Pada Naik, BPS: Inflasi Meningkat
SAYUR MAHAL: Pembeli memilih sayur mayur di Pasar Kemakmuran. Harga sayur di Kotabaru rata-rata naik Rp5 ribu per kilogram. FOTO: JUMAIN/RADAR BANJARMASIN

Pedagang di Pasar Bauntung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong merasakan betul dampak dari kenaikan harga BBM.

Yadi yang menjual tepung terigu dan minyak goreng di pasar ini menceritakan, sejak terpaksa menaikkan harga dagangannya, jumlah pembelinya terus berkurang. “Sebelumnya membeli Segitiga Biru sekarung di agen Rp242 ribu. Sekarang s udah Rp263 ribu,” ujarnya. 

Atau naik Rp21 ribu per karung. Tak ada pilihan, Yadi harus menaikkan harga eceran tepung terigu menjadi Rp13 ribu per kilogram. 

Sedangkan untuk minyak goreng kemasan, contoh merek Sovia, sebelumnya Rp182 ribu sekardus. Kini sudah Rp188 ribu. Merek lain, sama saja.

Yang membuatnya masygul adalah kiosnya yang semakin sepi. “Sepi. Pembelinya sepi sekarang,” keluhnya.

“Kalau bisa, Pertalite dan Pertamax naiknya seribu saja seliter. Eh ini naiknya banyak betul. Apa lagi solar juga ikut-ikutan naik dan masih langka,” tambahnya.

Ibu rumah tanggal asal Tabalong, Rabiatul mengatakan, bahan pangan sudah mahal sebelum harga BBM dinaikkan. Maka kenaikan harga BBM itu hanya memperparah keadaan.

Menyiasati keadaan, Rabiatul mengaku hanya membeli yang benar-benar dibutuhkan. Harus banyak mengirit. “Hanya membeli yang diperlukan saja,” ujarnya.

Beralih ke Kabupaten Kotabaru, Irommi mengaku kecewa sekaligus pasrah. Ibu rumah tangga asal Desa Mekarpura Kecamatan Pulau Laut Tengah ini menceritakan harga beras, ayam, bawang dan cabai di pasar naik serentak.

“Terima nasib saja. Pokoknya terserah pemerintah maunya apa,” ujarnya. Senada dengan Muzdaliva. “Biasanya beras banjar karau Rp35 ribu per gantang (sekitar 4 liter), sekarang Rp37 ribu. Sedangkan beras siam dulu Rp45 ribu, ini sudah Rp47 ribu,” sebutnya.

Jika beras naik Rp2 ribu, maka sayur mayur sudah naik sekitar Rp5 ribu. Seperti yang diungkap pedagang sayur di Pasar Kemakmuran Kotabaru, Ratna Juwita. “Dari cabai sampai terong. Mungkin karena ongkos angkutnya dari Banjarmasin juga naik,” duganya. 

Sama saja dengan ayam potong. “Sebelum BBM naik, ayam potong kecil dijual Rp55 ribu. Sekarang Rp58 ribu. Sedangkan yang besar, naik dari Rp62 ribu menjadi Rp65 ribu per potong,” kata Dahniar, pedagang ayam potong di pasar tradisional ini.

Sebelumnya, BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) sudah memperingatkan, inflasi di Kotabaru telah melampaui titik kritis. Mencapai 6 persen.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani justru mengatakan harga bahan pokok di Banua masih stabil.

“Sebagian besar masih harga lama, bahkan ada beberapa yang turun,” klaimnya.

Dia memprediksi, dampak kenaikan harga BBM baru terasa pada bulan Oktober nanti. “Mungkin bulan depan baru mulai terasa,” tambahnya.

Menurutnya, meski terjadi kenaikan harga, jauh lebih penting untuk menjaga stok dan pasokan.

Prediksi BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah memprediksi pada akhir tahun nanti inflasi di provinsi ini bakal meningkat signifikan.

Diakibatkan oleh kenaikan harga BBM pada awal September tadi. Prediksi itu mengacu pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Sejak 2005 dan 2013, kenaikan harga BBM selalu membuat inflasi meningkat,” katanya kepada Radar Banjarmasin (25/9).

Bahkan, inflasi bisa meningkat melebihi target pemerintah. Presiden Joko Widodo menargetkan inflasi 2022 di bawah 5 persen.

Yos berharap, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bisa meredamnya. “Sehingga kalaupun inflasi melewati target, tapi masih dalam toleransi yang wajar,” harapnya. Bagaimana dengan inflasi pada September ini? Dia menjawab, pada awal Oktober akan dirilis, karena saat ini masih pendataan.

Data terakhir Agustus tadi, masih terjadi deflasi 0,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,97. Itu gabungan dari tiga daerah di Kalsel. 

“Dari tiga daerah, hanya satu yang mengalami inflasi. Dua lainnya mengalami deflasi,” ucapnya.

Inflasi terjadi di Kotabaru sebesar 0,13 persen dengan IHK sebesar 117,77. Sementara deflasi terjadi di Banjarmasin sebesar 0,44 persen dengan IHK 113,65 dan Tanjung sebesar 0,87 persen dengan IHK 112,89.

Dijelaskannya, deflasi terjadi pada Agustus karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya empat indeks kelompok pengeluaran secara signifikan.

Yakni kelompok transportasi sebesar 1,78 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,31 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,03 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen.

“Ini data Agustus tadi. Kemungkinan September mulai naik,” duganya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira menekankan perlu upaya serius untuk menekan inflasi.

“Pemerintah daerah menargetkan inflasi di Kalsel tidak lebih dari lima persen,” ujarnya.

Ditanya apa yang sudah diperbuat pemprov, dia menyebut sering-sering rapat koordinasi, pasar murah dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Tabalong.

Selain itu, memberikan subsidi solar dengan target 3.200 nelayan. Juga bantuan pakan ternak ayam petelur kepada anggota Pinsar sebanyak 5 ribu kilogram. Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kalsel Raudatul Jannah menambahkan, sebelum kenaikan harga BBM pun, pemprov sudah berupaya menahan laju kenaikan inflasi.

Pada 27 September besok bakal ada penandatanganan kerja sama lintas daerah untuk pemerataan pasokan bahan pangan. “Kita tahu ada daerah yang surplus bahan pokok dan tidak, kerja sama ini akan menjadi solusi,” klaimnya.

Selain itu, juga tengah digodok peraturan gubernur (pergub) tentang subsidi pangan. “Mohon doa masyarakat,” tambah istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tersebut. (ibn/jum/ris/fud)

 
 
 

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 November 2022 14:52

Mabuk Judi Online, Mobil Bengkel Malah Digadaikan

Gara-gara ketagihan judi online, Aceng Guruh (AG) akhirnya harus berurusan…

Sabtu, 26 November 2022 14:48

Fakta Baru Sidang Mardani Maming, Sekda Diminta Bubuhkan Paraf

Masih dengan agenda pemeriksaan saksi, (25/11), sidang perkara korupsi dengan…

Sabtu, 26 November 2022 14:37

Karena Dua Hal ini Stadion 17 Mei Tak Bisa Penuhi Standar FIFA

Menjadi lapangan sepak bola terbesar di Kalimantan Selatan, Stadion 17…

Sabtu, 26 November 2022 14:33

Replika Rumah Lanting Nasibmu Kini, Dulu Dirawat, Kini Dibiarkan Rusak

Kondisi replika rumah lanting di dermaga wisata religi Kubah Makam…

Sabtu, 26 November 2022 14:28

Mulai Banyak Ditemui, Izin Kedai Kopi di Banjarbaru akan Dikejar

Kedai kopi atau Coffee Shop di Banjarbaru kini bak jamur…

Sabtu, 26 November 2022 11:26

Kabarnya UMP Kalsel di 2023 Bakal Naik 8,83 Persen

 Beredar kabar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 Kalsel dinaikkan 8,83…

Sabtu, 26 November 2022 11:20

Kasus Penganiayaan Selebgram Banjarmasin, Kapolda Janji Cek ke Propam

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi rupanya baru mengetahui…

Sabtu, 26 November 2022 10:15

Gerbang Batas Kota ini Nasibnya Belum Jelas

 Selain bundaran Tugu Simpang Empat, Lapangan Murjani dan Minggu Raya.…

Sabtu, 26 November 2022 10:11

Stok Blanko KTP-el Mulai Menipis

Kosongnya blangko KTP elektronik di Dinas Kependudan dan Pencatatan Sipil…

Sabtu, 26 November 2022 10:08

Persuasif Saja Tak Cukup Cegah Masyarakat Buang Sampah Disini

Meski sudah dipasangi kamera pengawas alias CCTV, sampah di kawasan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers