MANAGED BY:
SABTU
26 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 30 September 2022 11:22
Warga Terdampak Longsor Minta Kompensasi Satu Miliar Satu Rumah
AMBLES: Sedikitnya ada 23 rumah warga yang ambles ke dalam bekas lubang tambang. Sementara jalan raya di seberangnya nyaris putus. FOTO : ZALYAN ABDI/RADAR BANJARMASIN

 Yang dikhawatirkan terjadi juga. Jalan Trans Kalimantan di Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbur longsor. Agus Rismaliannor, seorang pengacara, bahkan hampir tewas di jalan nasional tersebut.

“Kejadiannya sekitar pukul 12.05,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin kemarin (28/9) malam. Agus menceritakan, Rabu dini hari itu ia sudah lelap tertidur. Teleponnya mendadak berdering. Seorang rekan mengabari, jalan di kilometer 17 itu longsor.

Agus bergegas meluncur. Di lokasi, suami pengusaha Mila Karmila ini melihat pemandangan mengerikan. Aspal terbelah. Lahan di pinggir jalan itu ambles ke arah lubang tambang. “Ada rumah hilang. Jatuh ke dalam lubang tambang,” ujarnya.

Agus berlari membawa kayu ke tengah jalan. Niatnya membuat penghalang agar tak ada pengendara yang celaka. Saat berada di tengah jalan itulah Agus hampir kehilangan nyawanya. “Jalan aspal di bawah kaki saya tiba-tiba ambles,” ujarnya.

Beruntung tidak langsung longsor ke bawah. Agus masih sempat menyelamatkan diri. Pantauan Radar Banjarmasin, jalan nasional itu nyaris putus. Hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Roda empat ke atas harus lewat rute alternatif, jalan hauling tambang.

Dari arah Batulicin ke Banjarmasin, longsor terparah ada di sisi kiri jalan. Di situ terlihat longsor mengarah langsung ke dalam lubang tambang. Lubang tambang terdalam diperkirakan lebih 50 meter.

“Kalau saya perkirakan lubang tambang itu sekitar 50 meteran lebih,” ujar anggota Komite Perencana Pembangunan Daerah Tanah Bumbu, Anwar Ali Wahab.

Pria yang berlatar belakang teknik sipil itu menjelaskan, secara kasat mata, salah satu penyebab longsornya jalan itu karena lubang tambang. “Karena ada pergerakan tanah, sebab konturnya sudah miring begitu,” bebernya. 

Menurutnya, jalan yang rusak parah itu masih bisa diperbaiki. Tapi syaratnya, lubang tambang itu harus disiring. “Kalau tidak ya bahaya. Jalannya diperbaiki, potensi longsornya tidak dihilangkan. Sia-sia saja,” jelasnya.

Dia pun mendesak, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan yang memiliki kewenangan untuk segera memperbaiki. Jangan ditunda-tunda lagi. “Itu bahaya sekali,” jelasnya.

Mengapa Anwar begitu khawatir, sebab longsor itu terjadi tanpa didahului hujan. Artinya, kondisi tanah di sana sudah sedemikian labil. Tak perlu dipicu oleh cuaca.

Kembali kepada Agus, momen itu membuat dia kembali mendesak pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat untuk memberikan perhatian kepada warga terdampak.

“Ada 23 kepala keluarga terdampak. Ada yang rumahnya retak, ada pula yang sampai jatuh ke lubang,” jelasnya.

Semua warga memberikan kuasa kepadanya. “Sementara warga minta kompensasi satu rumah satu miliar rupiah. Angka itu berasal dari pertimbangan, kalau warga pindah harus membeli lahan baru lagi untuk berusaha,” jelasnya.

Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan, Agus berencana menggugat pemerintah dan perusahaan tambang PT MJAB (Mitra Jaya Abadi Bersama).

“Daerah, provinsi dan pusat kami anggap lalai. Dan mungkin MJAB sebagai turut tergugat,” tekannya.

Sementara dia dan warga masih menunggu hasil kajian tim independen pemda. “Tanggal 30 September adalah batas hari yang dijanjikan tim independen,” jelas Agus.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanbu, Rahmat Prapto Udoyo membenarkan, tim independen masih bekerja. Menganalisis penyebab longsor, berikut menghitung kerugian yang diderita warga. “Belum selesai kajiannya,” akunya.

Menurut Rahmat, sejak awal longsor pada awal September tadi, mereka sudah berkoordinasi dengan BPJN. Tapi BPJN malah mengklaim jalan itu masih bisa dilintasi. 

Saat ini pemkab meminta bantuan ke semua perusahaan yang beraktivitas di sana. Ada dua yang masih aktif, PT MJAB dan PT Arutmin Indonesia (AI) Site Satui.

Selain itu, pemkab juga akan mengejar dana jaminan reklamasi. Sebab, sampai sekarang lubang tambang itu masih menganga.

Pun begitu, Bupati Tanbu, Zairullah Azhar yang turun melihat ke lokasi menyatakan jalan itu sudah berbahaya.

“Sementara harus diberikan jalan alternatif. Daerah akan berupaya optimal. Juga berkoordinasi dengan Balai Jalan,” jaminnya. Adapun untuk kerugian warga, ditegaskannya akan diperjuangkan oleh tim independen.

Perihal izin tambang, ditekankannya saat ini daerah tidak memiliki kewenangan apa pun. Zairullah pun hendak berangkat ke pusat guna berkoordinasi dengan DPR dan kementerian.

“Karena yang tahu persis itu daerah. Kalau ada masalah begini yang susah kami yang di daerah,” tegasnya.

Kepala Teknik Tambang PT MJAB, Arifin Noor Ilmi mengatakan, aktivitas tambang mereka berjarak ratusan meter dari pinggir jalan raya. Dia mengklaim sudah bekerja sesuai prosedur.

“Yang paling dekat pinggir jalan itu kan bekas galian PT ABC (Anugerah Borneo Coal) sama PT Autum (Bara Energi),” ujarnya.

Sementara tepat di pinggir jalan dan termasuk jalannya berada dalam konsesi PT Arutmin. “Jadi seolah-olah kami di-framing bahwa ini salah kami,” keluhnya.

Ia bisa menduga begitu karena sampai sekarang tak ada pengacara warga yang menggugat perusahaannya. “Belum ada kan, warga pun tidak ada menuntut,” ujarnya.

Sebelumnya, PT MJAB juga telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat sekitar. “Perbaikan jalannya juga kami bantu,” bebernya. (zal/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 26 November 2022 14:52

Mabuk Judi Online, Mobil Bengkel Malah Digadaikan

Gara-gara ketagihan judi online, Aceng Guruh (AG) akhirnya harus berurusan…

Sabtu, 26 November 2022 14:48

Fakta Baru Sidang Mardani Maming, Sekda Diminta Bubuhkan Paraf

Masih dengan agenda pemeriksaan saksi, (25/11), sidang perkara korupsi dengan…

Sabtu, 26 November 2022 14:37

Karena Dua Hal ini Stadion 17 Mei Tak Bisa Penuhi Standar FIFA

Menjadi lapangan sepak bola terbesar di Kalimantan Selatan, Stadion 17…

Sabtu, 26 November 2022 14:33

Replika Rumah Lanting Nasibmu Kini, Dulu Dirawat, Kini Dibiarkan Rusak

Kondisi replika rumah lanting di dermaga wisata religi Kubah Makam…

Sabtu, 26 November 2022 14:28

Mulai Banyak Ditemui, Izin Kedai Kopi di Banjarbaru akan Dikejar

Kedai kopi atau Coffee Shop di Banjarbaru kini bak jamur…

Sabtu, 26 November 2022 11:26

Kabarnya UMP Kalsel di 2023 Bakal Naik 8,83 Persen

 Beredar kabar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 Kalsel dinaikkan 8,83…

Sabtu, 26 November 2022 11:20

Kasus Penganiayaan Selebgram Banjarmasin, Kapolda Janji Cek ke Propam

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi rupanya baru mengetahui…

Sabtu, 26 November 2022 10:15

Gerbang Batas Kota ini Nasibnya Belum Jelas

 Selain bundaran Tugu Simpang Empat, Lapangan Murjani dan Minggu Raya.…

Sabtu, 26 November 2022 10:11

Stok Blanko KTP-el Mulai Menipis

Kosongnya blangko KTP elektronik di Dinas Kependudan dan Pencatatan Sipil…

Sabtu, 26 November 2022 10:08

Persuasif Saja Tak Cukup Cegah Masyarakat Buang Sampah Disini

Meski sudah dipasangi kamera pengawas alias CCTV, sampah di kawasan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers