MANAGED BY:
MINGGU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Sabtu, 29 Oktober 2022 13:48
Selalu Mencari Hal Baru

 Jarang sekali ada perempuan yang tertarik berkecimpung di organisasi kepemudaan (OKP). Lebih langka lagi yang mau menjadi pemimpin OKP. Dari yang berjumlah sedikit itu, ada Puji Astuti.

Gadis 21 tahun asal Pelaihari itu meneguhkan tekadnya untuk bergiat di badan otonom (banom) milik Nahdlatul Ulama. Selain bergiat di NU, sarjana akuntansi Politeknik Negeri Tala ini juga sempat menjadi Ketua Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tanah Laut Cabang Pelaihari.

“Sebelumnya juga pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar NU (IPPNU) Tanah Laut,” kata Puji kepada Radar Banjarmasin, sapaan akrabnya. Sekarang ia menjabat Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanah Laut, baru beberapa bulan lalu dilantik. Anak dari pasangan Hermanu dan Supriyati ini bahkan mulai berorganisasi sejak masih SD. “Dari SD sampai SMA, saya senang ikut Pramuka,” ujarnya. 

Alasan Puji, ia senang bertemu dengan orang baru, menjajaki lingkungan baru. Organisasi juga membantunya membangun jejaring.

“Di organisasi banyak orang-orang hebat. Dari sana kita bisa mengambil pelajaran dan pengalaman mereka,” ungkapnya.

Tantangan pertama adalah meraih restu orang tua. Kakaknya harus turun tangan, membujuk keduanya agar mengizinkan Puji pulang malam-malam.

Sebenarnya, larangan orang tua Puji cukup logis. Sebab rumahnya berjarak 24 kilometer dari pusat kota Pelaihari. Tapi keteguhan Puji akhirnya meluluhkan mereka.

Kepercayaan yang diberikan tak disia-siakan. Puji lulus dengan predikat cumlaude. Sedangkan di organisasi, dia mewakili Tala dalam kongres nasional PMII di Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Jika ada waktu luang, Puji membantu pekerjaan orang tuanya. “Saat orang tua bertani, saya ikut membantu, seperti menanam sayur atau bahkan menderes karet. Atau ikut berjualan di objek wisata Takisung dan Batakan,” ceritanya.

Lulus kuliah, Puji memilih merintis usaha. Bersama teman-teman aktivis, memproduksi keripik yang diberi nama Camilan Pergerakan.

Pada momen Sumpah Pemuda 28 Oktober ini, ia berpesan agar anak muda Tanah Laut tak terlena. Siapkan diri. Sebab jika ibu kota baru Nusantara di Kaltim sudah berdiri, Kalsel bakal menjadi daerah penyangga. Kesempatan ini tak boleh dilewatkan.
“Dan jangan lupa, kita ini seorang anak,” tutupnya. (sal/gr/fud)

 
 
 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2015 07:14

Blender Hancurkan Narkotika

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Bak membuat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers