MANAGED BY:
MINGGU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 22 November 2022 10:08
3 Ribu Keluarga di HSU Terdampak Banjir

Sungai Balangan, Sungai Nagara dan Sungai Tabalong di Banua Anam meluap. Akibatnya, hampir tiga ribu rumah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kebanjiran.

Pusdalops BPBD HSU mencatat, ada 3.017 keluarga atau 9.258 jiwa terdampak. Namun, hanya 10 keluarga yang terpaksa mengungsi. 

Bukan hanya permukiman, jalan sepanjang delapan kilometer yang tersebar di beberapa titik turut terendam.

Buy, warga Desa Pimping Kecamatan Amuntai Utara menceritakan, mereka tak bisa keluar menuju desa terdekat, Desa Padang Luar.

Sebab akses desa sudah dikepung banjir. “Kami masih bertahan di rumah masing-masing. Harta dan dokumen berharga kami naikkan ke atas agar tidak basah,” ujar Buy lewat pesan WhatsApp. Dia berharap, ada kiriman bantuan makanan instan untuk warga desa. 

Dikonfirmasi, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Sugeng Riyadi mengatakan, dari sepuluh kecamatan di HSU, hanya Kecamatan Paminggir yang tak tersentuh banjir.

“Ada sembilan kecamatan yang terdampak. Tertinggi di Kecamatan Amuntai Selatan dengan 16 desa. Dan Banjang dengan 15 desa, serta Amuntai Utara dengan 13 desa. Paling sedikit di Danau Panggang dengan empat desa,” sebutnya lewat panggilan telepon. 

Banjir muncul sejak Kamis (17/11) dan terus meluas. Selama hujan terus mengguyur kabupaten tetangga, Tabalong dan Balangan, maka potensi banjir kiriman semakin membesar.

Sugeng menceritakan, HSU mengandalkan Polder Alabio sebagai penahan limpasan. “Polder Alabio berfungsi sebagai kantong-kantong air. Bila sudah full, bukan tak mungkin banjir bakal semakin parah,” jelasnya. 

Di berharap, hujan di hulu segera mereda. Saat ini, relawan dikerahkan untuk membantu debit air sungai.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kesehatan apabila terjadi lonjakan pengungsi sewaktu-waktu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR HSU, Amos Silitonga mengkhawatirkan banjir yang bisa merusak jalan dan jembatan.

“Jalan yang terendam hampir sepanjang delapan kilometer. Tersebar di Kecamatan Amuntai Tengah dan Utara, Haur Gading dan Banjang. Untuk jembatan nol (tidak ada),” terangnya.

Terpisah, Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan melalui Kasi Humas Iptu Momo Jhon Rodok menyampaikan, Sabhara telah memasang police line di Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Basuki Rahmat. 

Sebab, anak-anak kerap bermain air di sana. Sementara ketinggian air sudah selutut orang dewasa. “Ditakutkan ada warga yang tersedot ke dalam got. Jadi garis polisi dipasang sebagai peringatan,” ujarnya.

Solusinya Tinggikan Lantai

Hujan yang turun sepanjang Sabtu (19/11) membuat Kecamatan Juai Kabupaten Balangan diterjang banjir. Warga setempat, Ali Ahmadi menceritakan, sudah dua hari banjir tak kunjung surut.

Akibatnya, akses penghubung antara dua desa, Sumber Rejeki dan Mungkur Uyam terputus. Anak kecil dan perempuan harus dievakuasi dengan perahu karet. Tim evakuasi mesti menempuh jarak sekitar satu kilometer.

Bhabinkamtibmas Polsek Juai, Aris Setiawan yang berada di lokasi berharap ada tambahan bantuan perahu karet. Sebab banyak warga yang meminta dievakuasi. Karena sudah puluhan rumah yang terendam.

Bupati Balangan, Abdul Hadi dan Kapolres Balangan, AKBP Zaenal Arifin turun meninjau lokasi banjir. “Alhamdulillah debit air mulai menurun. Semoga intensitas hujan tidak lagi tinggi,” harap bupati.

Ditanya solusi, Hadi meminta warga untuk meninggikan lantai rumahnya agar tidak mudah kebanjiran. (mar/why/gr/fud)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 10:31

Sukseskan Pilkada di Kotabaru

<p><br />KOTABARU - Penjabat Bupati Kotabaru Dr Ir H Isra meminta semua elemen masyarakat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers