MANAGED BY:
MINGGU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 26 November 2022 10:08
Persuasif Saja Tak Cukup Cegah Masyarakat Buang Sampah Disini
MASIH ADA SAMPAH: Oknum warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan bakal ditindak tegas. FOTO : WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Meski sudah dipasangi kamera pengawas alias CCTV, sampah di kawasan eks TPS Kuripan tak kunjung menghilang. Malah justru bertambah. “Sepertinya, oknum warga pembuang sampah ini kepingin narsis dan viral,” ujar Adi Chandra, lantas terkekeh. 

Chandra adalah warga, sekaligus pemilik ruko yang jaraknya hanya selemparan batu dari lokasi eks tps yang berada di Kecamatan Banjarmasin Timur, itu. Bahkan saking dekatnya, salah satu sudut bangunan rukonya itu, menjadi tempat Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Banjarmasin untuk meletakkan CCTV.

Tujuannya, apalagi kalau bukan mengawasi siapa warga yang bebal dan masih saja suka membuang sampah, di kawasan eks TPS tersebut. 

Dari hasil pantauan Radar Banjarmasin (24/11) siang, di lokasi eks tps tersebut dipasangi tiga unit CCTV. Jadi, semestinya tak ada alasan lagi si oknum bebal tak bisa diidentifikasi. Kendati demikian, yang membuat Chandra heran, adanya CCTV justru belum membuat si bebal sadar.

“Kalau malam hingga pagi, sampah menumpuk. Andai tidak ada pagar seng itu, sampah-sampah bisa meluber ke depan jembatan ruko saya ini,” keluhnya, ketika dibincangi Radar Banjarmasin, kemarin (24/11) siang. Sampah, menurut Chandra, bahkan lebih banyak dari sebelum CCTV dipasang. Mengapa demikian? Chandra, menduga beberapa hal. Pertama, lantaran pagar seng yang dipasang, sudah dilepas. Hanya tersisa satu saja. Semula, pagar seng dipasang mengelilingi eks tps. Tujuannya, agar oknum warga yang bebal tak lagi membuang sampah di situ.

“Tapi karena bisa menghalangi pandangan CCTV, akhirnya dilepas. Dan disisakan satu, biar jadi pembatas di jembatan ruko,” tambahnya.

Kedua, ia mengaku kerap mendapati paman bergerobak membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kalau yang perorangan masih bisa diatasi. Yang susah itu kalau yang membuangnya bergerobak,” ujarnya.

Chandra menduga, si pembuang sampah bergerobak itu adalah koordinator sampah di salah satu wilayah. Entah dari mana.

“Biasanya, paman bergerobak itu membuang sampahnya pada malam atau dini hari. Saat tidak ada penjagaan anggota Satpol PP. Coba saja lewat sini pagi hari, sampahnya pasti penuh,” sambungnya.

Ia pun lantas berharap, upaya pengentasan oknum warga bebal itu tidak berhenti sampai pemasangan CCTV saja. Tapi ditindaklanjuti dengan sikap tegas.

“CCTV sudah ada. Tinggal tindaklanjutnya saja seperti apa. Saran saya, baiknya ditegasi saja,” tutupnya. Dikonfirmasi terpisah. Penata Jaringan di Diskominfotik Banjarmasin, Muryadi membeberkan bahwa CCTV itu sudah dipasang sejak Senin (21/11) lalu.

Namun sayang, rupanya CCTV masih belum bisa difungsikan. Alasannya, lantaran akses internet yang belum terpasang. “Kelistrikannya sudah. Tinggal jaringan internetnya saja lagi. Kami targerkan pekan depan sudah bisa berfungsi,” janjinya. Selain di Eks TPS Kuripan, pemasangan CCTV juga ada di ruang publik lainnya. Yakni di kawasan Jembatan HKSN atau Jembatan Patih Masih dan sebuah taman di kawasan Antasan Kecil Barat (AKB).

 “Pemasangan CCTV itu, permintaan warga. Terutama di Eks TPS Kuripan dan Jembatan Patih Masih. Karena di kawasan jembatan itu dianggap rawan tindak kejahatan,” jelasnya. Untuk kepentingan di tiga kawasan tersebut, anggaran sekitar lebih dari Rp70 juta pun digelontorkan. Bersumber dari APBD Perubahan, tahun 2022.

“Satu lokasi memakan biaya sekitar Rp27 juta. Di satu lokasi, ada tiga hingga empat CCTV yang dipasang,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menjanjikan, bakal melakukan tindakan yang refresif terhadap oknum warga bebal yang terekam membuang sampah sembarangan.

Salah satunya, yakni berupa Tindak Pidana Ringan (Tipiring). “Kalau CCTV itu sudah berfungsi, kami akan duduk bersama dengan Diskominfotik dan Satpol PP Banjarmasin,” janjinya.

Disinggung terkait adanya oknum koordinator pengumpul sampah bergerobak yang membuang sampah di kawasan eks TPS Kuripan, Alive mengaku bakal mencari tahu. Di sisi lain, Alive juga berpandangan, upaya persuasif sebenarnya telah gencar dilakukan jajarannya. Mulai dari memagari lokasi eks TPS dengan seng, menaruh pot bunga, hingga menempatkan porsonel Satpol PP untuk berjaga. Namun, upaya itu tetap saja tak bisa menyadarkan oknum warga.

“Kali ini, kalau kedapatan, langsung kami kenakan tipiring. Kami sudah cukup lama mensosialisasikan larangan pembuangan sampah di eks tps itu,” tandasnya. (war)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 10:31

Sukseskan Pilkada di Kotabaru

<p><br />KOTABARU - Penjabat Bupati Kotabaru Dr Ir H Isra meminta semua elemen masyarakat…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers