MANAGED BY:
MINGGU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 06 Januari 2023 12:18
Tekan Inflasi di Banjarmasin, Jajaki Kerja Sama hingga ke Pamanukan
Beras salah satu bahan pokok yang mengerek inflasi di Banjarmasin.

Upaya menekan inflasi di Kota Banjarmasin masih berlanjut. Misalnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain. Tidak hanya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala (Batola). Teranyar, Disperdagin Banjarmasin juga bakal melakukan penjajakan kerja sama hingga ke luar Pulau Kalimantan.

“Kami juga memohon izin kepada pimpinan (wali kota, red) nantinya, untuk bertolak ke Pamanukan, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat,” ucap Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ichrom M Tezar, (4/1).

Tezar menjelaskan penjajakan ini untuk memenuhi kebutuhan beras di Banjarmasin. Khususnya, beras yang harganya murah. Rasanya tak jauh berbeda dengan beras Banjar, alias beras lokal di Kalsel. Sebagai perbandingan, harga beras Pamanukan Rp12 ribu per liter. Sedangkan beras lokal di Kalsel, harganya sudah mencapai Rp21 ribu. “Kami menilai beras di sana mirip dengan beras Banjar. Tidak pulen ketika dimasak, tapi pera,” ungkapnya.

Niat penjajakan kerja sama itu telah disampaikannya ke Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan di Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi. Persisnya pada Selasa (3/1) lalu.

Seperti apa nantinya kerja sama yang dilakukan? Tezar belum memastikan. Apakah antara pemerintah dengan pemerintah, atau antara pebisnis dengan pebisnis. “Mempertemukan antara penjual yang ada di Pamanukan, dan pembeli di Banjarmasin,” ujarnya. “Berdasarkan informasi Dinas Perdagangan di sana (Kabupaten Subang, red), beras itu surplus,” ungkap Tezar.

Beras itu bakal didistribusikan ke Banjarmasin hanya berlaku sementara. Alias dalam jangka waktu menunggu panen saja. “Jadi, biar ada alternatif bagi masyarakat Banjarmasin yang ingin membeli beras,” ucapnya.

Tezar juga menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan menggelar Pasar Murah. Setidaknya, kegiatan itu digelar sebanyak 21 kali. Lokasinya tersebar di 21 Kelurahan di Banjarmasin. Namun, pihaknya masih menunggu petunjuk dan teknis (juknis), apakah bakal kembali menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), atau tidak.

Pasar Murah juga sangat bergantung pada bantuan CSR di Banjarmasin. “Semakin banyak perusahaan memberikan subsidi paket, semakin banyak pula jumlah kelurahan dan masyarakat yang bisa menerima,” sebutnya.

Perpindahan konsumsi dari beras lokal ke beras luar daerah ini juga sempat diutarakan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, beberapa waktu lalu.

Ia bahkan sampai meminta masyarakat untuk mengubah konsumsi beras lokal ke beras luar daerah yang lebih murah. Ia bilang mau tak mau masyarakat harus mengubah pola konsumsinya sementara waktu. Dari yang semula membeli beras lokal, kini membeli beras ke luar daerah. “Setelah sekian lama, berpindah pilihan. Daripada tidak makan,” ujarnya. “Terjadi pergeseran, bukan berarti tak ada beras (lokal) di pasaran. Stoknya ada. Meski tidak banyak. Tapi karena tuntutan ekonomi, sepertinya masyarakat harus bergeser ke beras luar daerah itu,” ucapnya.

Imbauan untuk beralih konsumsi ke beras luar, juga sempat mendapat tanggapan dari Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah. Ia menilai, pemko tidak perlu mengeluarkan imbauan mengubah pola konsumsi masyarakat ke jenis beras luar daerah. Apalagi, bila upaya itu dilakukan untuk mengendalikan harga beras lokal. “Selain tidak tepat, bila itu dilakukan, maka bukan tidak mungkin malah merugikan para petani lokal,” ingatnya
.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pemko semestinya lebih fokus melakukan kajian mendalam agar bisa menjaga ketersediaan beras lokal untuk dikonsumsi masyarakat. Apalagi, Banjarmasin masih ketergantungan dengan pasokan beras lokal dari kabupaten tetangga. Mengingat lahan pertanian yang masih sangat minim.

Sebagai solusi, Awan meminta agar pemko proaktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah tetangga untuk pemenuhan beras lokal.(war/gr/dye)

 

 
 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers