MANAGED BY:
SABTU
01 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 30 Januari 2023 11:00
Belasan WTS dan Lainnya Diboyong dari Razia Pekat di Banjarmasin, Bakal Digelar Intensif hingga Ramadan
TERJARING: Mereka yang diduga WTS, ketika terjaring operasi pekat Satpol PP Banjarmasin pada Jumat (27/1) malam. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

 Di tengah hujan gerimis yang mampu membuat badan menggigil, manusia silver, pengamen, hingga wanita yang diduga tuna susila dibuat tak berkutik. Mereka terjaring dalam operasi penyakit masyarakat (pekat).

Puluhan personel Satpol PP Banjarmasin dikerahkan. Ada yang naik motor, hingga menumpang armada truk. Sasaran pertama, gelandangan dan pengemis (gepeng), serta pengamen di ruas Jalan Ahmad Yani Banjarmasin.

Ketika personel datang, mereka berhamburan. Mencoba kabur. Namun aparat penegak perda tak kalah sigap. Pada Jumat (27/1) malam itu, setidaknya ada tujuh orang yang diamankan. Rinciannya, dua orang manusia silver, dua pengamen, seorang badut jalanan, dan dua sisanya adalah gelandangan dan pengemis (gepeng). “Baru saja beli rokok dan permen. Istirahat duduk sebentar, tahu-tahu ada Satpol PP. Saya tak bisa kabur lagi,” ujar seorang gepeng berinisial JT.

JT warga asal Pekapuran Raya. Diamankan tak jauh dari kawasan flyover, di persimpangan Jalan Gatot Subroto itu. Demikian dengan pasutri asal Kelurahan Teluk Dalam berinisial SA dan MS. Keduanya pengamen jalanan. Biasa beroperasi di kawasan lampu merah Jalan Ahmad Yani, kilometer 6 Banjarmasin.

SA dan MS tak bisa kabur lantaran saat mengamen sambil membawa seorang bocah yang berusia dua tahun. Menurut pengakuan keduanya, bocah itu adalah anaknya.

Seusai menyisir ruas Jalan Ahmad Yani Banjarmasin, jajaran personel Satpol PP kembali ke markasnya. Di kawasan Jalan KS Tubun, Kelurahan Kelayan Barat. Tujuh orang yang diamankan langsung diberikan sosialisasi ulang. Umumnya terkait adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis, serta Tuna Susila.

Di tengah berlangsungnya sosialisasi, MS tampak mengangkat tangan. Ia bilang sadar betul apa yang dilakukannya melanggar perda. “Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak bisa mengamen di depan rumah makan atau di depan warung. Karena biasanya langsung diusir,” ucapnya.

Mendengar hal itu, personel Satpol PP tak mau tahu. Mereka menilai itu hanyalah alasan para pengamen saja. “Kami tahu, Anda suka mengamen di pinggir jalan karena di situ penghasilannya lebih banyak,” ujar Kepala Bidang Peraturan Daerah (Perda) di Satpol PP Banjarmasin, Fahmi Arif Ridha.

Mendengar pernyataan tersebut, MS terdiam. Lantas mengakuinya. “Kalau di warung-warung, biasanya bisa dapat Rp40 ribu sampai Rp50 ribu Pak. Bila di jalan, bisa sampai Rp80 ribu,” akunya.

“Nah, betul kan. Itu yang membuat Anda betah mengamen di situ,” ucap Fahmi.
“Tapi, kan kami juga sering bantu-bantu orang di jalanan Pak. Ada yang kecelakaan, kami bantu evakuasi,” sergah MS.

“Sudah-sudah. Yang jelas, apa yang kalian lakukan itu salah tempat,” tekan Fahmi.
Si personel Satpol PP juga menambahkan, mereka bukanlah musuh para pengamen, gepeng, dan lainnya. Selama kegiatan yang dilakukan itu tidak melanggar ketentuan.

“Silakan saja. Kami tidak pernah melarang siapapun mencari nafkah. Tapi, lakukan dengan benar. Jangan menyalahi aturan,” pesan Fahmi. “Apalagi sampai membawa anak kecil seperti ini. Masih beruntung kami peringatkan. Tidak dijatuhi sanksi tipiring,” tekannya.

Usai sosialisasi dan pendataan, mereka yang terjaring diangkut menggunakan armada truk. Kemudian dibawa ke Rumah Singgah Baiman Banjarmasin, di kawasan Jalan Lingkar Dalam Selatan.

Berselang beberapa waktu kemudian, sekitar jam 1 malam, jajaran personel Satpol PP Banjarmasin kembali bersiap di markas. Operasi pekat kali ini menyasar kawasan Pasar Sudimampir, Pasar Harum Manis, dan Pasar Ujung Murung. Tiga pasar tersebut, akhir-akhir ini marak dugaan wanita tuna susila (WTS). Personel bergerak ke kawasan Pasar Sudimampir terlebih dahulu. Dua orang yang diduga WTS diamankan. Tanpa ada perlawanan.

Selanjutnya, personel menyasar kawasan Pasar Harum Manis. Di situ, juga ada seorang diduga WTS yang terjaring. Bahkan juga ada dua lelaki yang diduga lelaki hidung belang.
Terakhir, personel menyasar kawasan Pasar Ujung Murung. Di sini, personel Satpol PP mendapatkan perlawanan dari salah seorang diduga WTS. Perempuan berambut pirang itu berontak. Berteriak. Dia juga mendorong, hingga menendang personel Satpol PP. Seorang wartawan yang juga meliput kegiatan juga tak luput dari tendangan perempuan itu.

Teriakan si terduga WTS juga sempat mengundang beberapa lelaki tak dikenal untuk datang. Salah seorang di antara lelaki, berupaya menahan pengamanan aksi personel Satpol PP. Lantaran dianggap menghalang-halangi, lelaki itu juga diangkut ke markas Satpol PP.

Radar Banjarmasin mewawancarai laki-laki berinisial RI. Ia diamankan di kawasan Pasar Harum Manis. Ia bilang bukanlah pelanggan salah seorang WTS yang diamankan. Ia mengaku hanya apes. Terjaring personel Satpol PP Banjarmasin ketika berbincang dengan salah seorang diduga WTS.

“Saya tadinya hanya duduk di atas motor. Dia (diduga WTS) menghampiri saya, dan langsung menawarkan jasanya. Dia bilang, Rp100 ribu,” tuturnya. “Saya tidak mau. Saya juga cuma punya uang Rp50 ribu, makan saja belum,” keluhnya.

Lantaran sudah diamankan, mereka yang terjaring mau tak mau didata. Lalu, juga kembali diminta mendengarkan sosialisasi dari jajaran Satpol PP Banjarmasin. Di luar dugaan, mereka yang diduga WTS, serempak menjawab tahu bawa ada perda yang melarang kegiatan mereka. “Mereka yang terjaring ini wajah-wajah lama,” ucap Fahmi.

Jajaran Satpol PP langsung membawa mereka menuju ke Rumah Singgah Baiman. Selama beberapa hari mereka akan dibimbing dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya. (**)

 

 

 
 
 

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 April 2023 12:29

Perusahaan Belum Berpengalaman Menambang Bawah Tanah, Jenazah 3 TKA Cina Diautopsi

Kasus tiga tenaga kerja asing (TKA) PT Sumber Daya Energi…

Sabtu, 01 April 2023 12:28

Rencana Jembatan Sungai Bilu-Sungai Jingah Masih Kurang Diekspos

Rencana pembangunan jembatan penghubung Kelurahan Sungai Bilu-Sungai Jingah kembali mengemuka.…

Sabtu, 01 April 2023 12:27

Keren..!! 9 SMKN di Kalsel Bakal Jadi BLUD

Sembilan sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kalsel bakal ditetapkan…

Sabtu, 01 April 2023 12:26

84 Anak di Banjarbaru Terinfeksi TBC

Sepanjang tahun 2022 kemarin, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 84…

Sabtu, 01 April 2023 12:24

Akhir Maret, Nyaris 100 Kasus DBD di Banjarbaru

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam warga Kota Banjarbaru. Per…

Sabtu, 01 April 2023 12:21

Pemko Banjarmasin dan Mitra Plaza Resmi Kerjasama, Kontribusi Rp300 Juta Per Tahun

 “Ini monumental,” ujar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, ketika diwawancarai…

Jumat, 31 Maret 2023 13:37

Cicil THR? Haram Hukumnya, Ujar Dinas Ketenagakerjaan

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel meminta perusahaan-perusahaan mulai membayar…

Jumat, 31 Maret 2023 13:36

Ngemis di Banjarbaru, Satu Keluarga Asal Kapuas Diangkut Satpol PP

 Ada yang menarik dari kegiatan razia gembel dan pengemis (gepeng)…

Jumat, 31 Maret 2023 13:34

Tangani Buang Sampah Sembarangan di Banjarmasin: Lebih Mudah Tangkap Tangan Dibanding CCTV

Jangan membuang sampah sembarangan di Banjarmasin. Bisa terpantau lewat CCTV yang dipasang…

Jumat, 31 Maret 2023 13:31

Pembangunan Jembatan Bikin Trotoar Tertutup, Pemko Banjarmasin Dapat Kritikan

 Pembangunan jembatan kompleks di kawasan ruas Jalan Ahmad Yani Banjarmasin…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers