MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 06 September 2016 14:44
Kisah Pria Tegal yang Sukses di Banua, Jualan Martabak dan Jadi Kades
SUKSES – Gerobak Martabak dan Terang Bulan Awaludin di Kotabaru.

Dia bukan siapa-siapa hanya pria Jawa perantauan. Tiba di Desa Sebatung enam tahun lalu. Berangkat dari martabak akhirnya terpilih menjadi Kepala Desa

 

Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru

 

Awaludin lelaki kelahiran Tegal, Jateng 13 Agustus 1982. Senin (5/9) kemarin dia bercerita. Sebelum merantau ke Kotabaru, dia menyelesaikan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor. Masuk IPB melalui jalur PMDK, jalur tanpa tes. Kuliah saat itu adalah pilihan berat. Orang tua tidak mampu membiayai. "Bapak sudah sakit-sakitan," kenangnya.

Namun Awal tetap ingin kuliah. Zaman susah. Jika tidak ada keterampilan atau skill akan susah bersaing dalam dunia kerja. Awal akhirnya meminta uang sedikit saja untuk buka usaha nasi goreng. Usaha ini yang dia jadikan untuk biaya kuliah dan hidup di Bogor.

Tahun kedua Awal membuka usaha baru, jualan martabak. Dia pontang-panting membagi waktu kerja, kuliah dan tugas kampus. Saat semangat sedang menggebu di semester tiga sang ayah tercinta dipanggil Yang Kuasa.

Waktu berjalan. Dia akhirnya lulus dengan bekal sarjana kehutanan. Sarjana Kehutanan adalah salah satu titel yang sulit mencari pekerjaan di Jawa. Akhirnya dia merantau ke Banjarbaru akhir tahun 2009. Sebelum merantau dia menikahi gadis sekampung Siti Umi Fazriyah. Sang istri juga diboyong ke Kalsel.

Sembari mencari pekerjaan, Awal berjualan martabak dengan nama Al Fatih. Lokasinya dekat Bundaran Banjarbaru depan Pos Polisi . Tidak perlu waktu lama martabaknya banyak pelanggan. Meski demikian dia tetap mencari pekerjaan sesuai dengan titelnya namun ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Awal tahun 2010 Awal dan istri memutuskan  ke Kabupaten Kotabaru. Martabak Al Fatih sudah mandiri dalam waktu singkat dengan omzet jutaan rupiah perbulan. Kebetulan di Pulau Laut, Awal ada famili. "Udah di sini aja. Peluang usaha masih bagus," kurang lebih begitu rayuan familinya.

Hijrah lagi. Awal dan istri tinggal di Desa Sebatung Kecamatan Pulau Laut Utara. Sekitar tiga kilometer dari kantor Bupati. Di sini dia membuka jaringan persahabatan dengan penduduk lokal. Untuk biaya hidup kembali bisnis martabak.

Awal kemudian menjalin juga relasi dengan para pengusaha dan tokoh politik lokal. Sosoknya begitu cepat mencuat. Di Pilkada Kotabaru tadi Awal bercerita kalau dia juga ikut menjadi tim sukses salah satu kandidat. "Politik ternyata penting bagi kita," katanya.

 

Awal tahun 2016 sosok Awal semakin dikenal. Bukan saja karena supel dan mudah berteman tapi juga martabaknya mulai akrab dengan lidah warga Kotabaru. Tidak sulit menemukan gerobak martabaknya. Di depan RSUD dan di depan Minimarket Desa Jelapat. Martabak Telor Terang Bulan Eza namanya.

Desa Sebatung tempatnya tinggal waktu tengah ramai pengususan calon Kades. Menariknya nama Awal masuk dalam bursa. "Kaget juga sebenarnya. Soalnya saya baru enam tahun di kota ini," ucapnya. Namun warga dan keluarga mendorongnya agar mau jadi Calon Kades.

Melihat bagaimana Pilkada tadi jor-joran uang untuk menang, gamang juga Awal untuk memenuhi permintaan warga. "Semuanya butuh biaya kan," kenangnya. Namun karena terus didesak akhirnya dia menyanggupi.

Strategi pun dilakukan. Ada empat kandidat saat itu berlaga. Satu orang sarjana sekaligus penjual martabak. "Awal orangnya mau menerima saran dan kritik dari warga. Dia juga mau belajar," kata Ibnu Faozi warga Sebatung.

Menjelang Pilkades berbagai macam trik dilakukan Calon Kades untuk mendapatkan suara. Begitu juga Awal. Tapi strategi apa yang dia jalankan? Sederhana dan unik. Martabak dan terang bulan dia bagikan gratis kepada warga. "Saya ndak ada uang. Memang ada omzet martabak dan terang bulan cuma itu kan diputar lagi buat usaha," jelas Awal.

Faktanya terang bulan dan martabaknya memang cocok di lidah orang Kotabaru. Mudah kita lihat antrean martabak dan terang bulan di tempat jualannya depan RSUD Kotabaru. Selain itu Awal juga rajin mendatangi warga door to door. Dia menjanjikan perubahan dan perbaikan.

Hari dinanti tiba, 30 April 2016. Sebanyak 163 desa di Kabupaten Kotabaru menggelar pesta demokrasi termasuk Desa Sebatung. Di Sebatung Awal penjual martabak meraih suara terbanyak mengalahkan tiga pesaingnya. "Saya tidak menyangka samasekali," kata Awal.

Hanya dengan berbekal martabak plus terang bulan gratis dan jaringan pertemanan yang luas, Awal bisa merebut simpati Desa Sebatung. Karena berangkat dari pengalaman bergelut di bidang usaha kecil menengah, Awal pun berencana menghidupkan ekonomi desa melalui geliat usaha.

Langkah awal yang dia kerjakan adalah membuat baliho pengumuman tentang berapa banyak anggaran yang masuk ke desa selama setahun. Lengkap dengan nama-nama penyumbang pihak ketiga. Baliho itu besar dia pasang di pusat kota.

"Saya tidak ada apa-apa. Karena yang meminta saya jadi Kades adalah warga. Maka ya semuanya saya pulangkan untuk warga juga," ucapnya. Lelaki yang dikaruniai dua orang anak ini mengatakan, tidak menyangka samasekali kalau jalan hidupnya membawanya menjadi seorang pemimpin dari proses pemungutan suara. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers