MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 07 September 2016 09:34
Menjelang Hari Idul Adha Bumbu Dapur Melonjak Naik
MEMBLUDAK – Pedagang bumbu dapur kebanjiran pembeli menjelang Idul Adha

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Para pedagang bumbu dapur di Banjarmasin siap panen rejeki. Dagangannya selalu laku keras menjelang Hari Raya Idul Adha.
Sepekan sebelum Hari Raya Kurban itu beberapa pedagang bumbu dapur sudah merasakan gejala ramainya pembeli. Konsumen memilih segera membeli bumbu dapur mumpung harga belum naik.

Mina (26) termasuk merasakan ramainya pembeli bumbu dapur. Terutama pada jahe merah dan serai. “Dua bumbu itu yang paling laku untuk membumbui daging sapi. Selain itu bumbu rempah juga ramai diserbu pembeli,” ujarnya.

Pedagang Pasar A Yani tersebut memberi bocoran tiga atau empat hari menjelang Hari Raya Idul Adha bumbu dapur selalu naik. Untuk serai yang awalnya seharga Rp 2 – 3 ribu per ikat akan naik menjadi Rp 4 – 5 ribu. Sedangkan jahe merah harga awal Rp 5 ribu per ons, akan naik pada kisaran Rp 6 – 7 ribu.

Pemasok bumbu dapur di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, Ita (51), menyebut mulai Senin (5/9) tadi barang bawaannya cepat habis. Semua bumbu dapur seperti serai, jahe merah, kencur, daun salam, daun jeruk, dan laos tambah laku. “Apalagi daun jeruk dan daun salam, sampai siang hari saja sudah terjual sebanyak setengah pikul,” katanya. Ita mendapatkan bumbu dapur dari beberapa wilayah, diantaranya Pengaron, Loksado (Kandangan) dan Marabahan.

Ita mengakui harga bumbu dapur akan naik dalam dua hari kedepan. Diantaranya daun salam, dari harga Rp 2 ribu, nanti akan naik menjadi Rp 5 ribu. Daun jeruk yang awalnya Rp 13 ribu, kini telah naik mencapai Rp 15 ribu. Laos yang asalnya Rp 10 ribu, nanti bisa naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Penurunan stok hanya terjadi pada jenis bumbu dapur berupa kencur. Hal ini disebabkan pengurangan dari pihak petani di daerah asal. Petani juga ingin melaksanakan Idul Adha, sehingga jumlah stok kencur diturunkan dari biasanya. Tetapi, Ita tidak serta merta menurunkan stok penjualannya pada kencur. Soalnya menjelang hari Raya Idul Adha ini, keuntungan yang didapatkannya lebih banyak. Pada hari biasa omzetnya sebesar Rp 6 juta, tetapi menjelang hingga setelah hari Raya nanti biasanya mampu meraih omzet hingga Rp 9 juta untuk semua penjualan bumbu dapur.(mr-148/at/dye)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers