MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 08 September 2016 10:48
Jelang Hari Raya, Penjualan Busana Muslim Malah Sepi
SEPI PEMBELI – Toko busana muslim sepi pembeli sejak keberangkatan ibadah haji beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Penjualan busana muslim dan perlengkapan ibadah, terutama perlengkapan ibadah haji dan sejenisnya menurun. Hal ini terlihat di beberapa toko di Pasar Sudimampir Banjarmasin.

Kondisi ini bukan hanya karena faktor ekonomi yang sedang lesu, melainkan dikarenakan jarak waktu antara Idul Fitri, musim keberangkatan haji, sampai menjelang Idul Adha yang tidak terlalu jauh. Seperti yang diungkapkan oleh Abdurrohman (34) salah satu pedagang griya busana muslim.

“Karena jarak waktunya belum jauh, jadi masih bisa pakai baju Idul Fitri kemarin. Kalau sebelumnya, bisa menjual sampai 100 lembar per hari. Sekarang, mungkin hanya 12 hingga 20 lembar, ” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus (24) pedagang busana muslim lainnya. “Daya beli masyarakat menurun. Penjualan tahun ini menurun dibanding tahun lalu,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin (1/9).

Fenomena sepi pembeli, menurut Agus, telah berjalan selama setengah bulan. Agus maupun Abdurrohman berharap, dua atau tiga hari menjelang Idul Adha pengunjung bakal ramai. Kemungkinan hanya naik 5% pada jenis busana koko untuk pria.

Abdurrohman menambahkan, untuk saat ini harga masih standar. “Kecuali barang yang didatangkan dari luar, seperti Saudia dan Pakistan. Selain kualitas yang lebih bagus, stoknya terbatas”. (mr-148)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers