MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 10 September 2016 20:22
Pentingkan Adab, Biasa Rasakan Tendangan dan Tandukan

Pengalaman Faher Ahmad Alkatiri Selama 31 Tahun jadi Jagal Kurban

SANG AHLI – Faher Ahmad Al Katiri, berada di tengah-tengah kambing jenis etawa miliknya. Kambing etawa memiliki ukuran lebih besar daripada kambing biasa yang sering dijual. Foto diambil di kawasan Kampung Arab, Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Ketika muda, tepat berumur 16 tahun Faher Ahmad Alkatiri, sudah terbiasa memotong hewan kurban. Itu ia pelajari dari sang ayah yang juga ahli dalam bidang tersebut.

WAHYU RAMADHAN, Banjarmasin

SEPANJANG kiri-kanan jalan di kawasan Kampung Arab, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, terlihat dipenuhi orang yang berjualan kambing kurban. Hal itu hanya terlihat ketika menjelang Hari Raya Idul Adha. Apabila hari biasa, hewan kurban tersebut kembali dimasukkan ke dalam kandang.

Kampung Arab, selain terkenal dengan peternak kambing, juga terkenal dengan para penduduknya yang lihai memasak serta memotong hewan. Tiap tahun, khususnya hari raya Idul Adha para penduduk sering diminta untuk memotong hewan kurban.

Faher Ahmad Alkatiri, 47 tahun, adalah salah satu warga Kampung Arab yang dikenal berpengalaman menjadi jagal hewan kurban. Sudah puluhan tahun, ia menggeluti pekerjaan tersebut. Lelaki yang juga berprofesi sebagai Ketua RPH (Rumah Potong Hewan) di kawasan tersebut, Setiap hari biasa, bisa empat sampai lima hewan berupa kambing yang ia potong. Namun, apabila hari Sabtu bisa sampai lebih dari duapuluh ekor.

"Kalau sapi, kadang-kadang saja. Tapi ketika hari raya Idul Adha, lumayan banyak dapat panggilan. Siap-siap saja pasang badan," ujar lelaki yang akrab disapa Ami Faher ini.

Ami, belajar memotong hewan dari sang ayah. Ia menuturkan ketika selesai sekolah selalu membantu ayahnya untuk memotong hewan. Mulai dari kambing, sapi, menjangan, bahkan kuda. Tak ayal, beragam pengalaman pun pernah ia dapatkan. Mulai dari tendangan, sampai tandukan hewan yang hendak ia potong, sudah sangat sering ia rasakan.

"Ini contohnya. Kalau tidak hati-hati bisa saja menyakiti kita," jelas ayah tiga anak ini seraya menunjukkan bekas luka robek karena tendangan hewan, di kaki kiri dan perut sebelah kanan. Di tangan kanan juga terlihat bekas luka, itu diakuinya karena terkena pisau saat menyayat daging.

Sementara itu, yang membuat Ami Faher cukup dikenal dan sering mendapat orderan adalah cara dan kecepatannya dalam mengerjakan hewan kurban. Contohnya, ketika memotong kambing, ia hanya memerlukan waktu sepuluh menit. Kalau untuk sapi bisa selesai dalam setengah jam.

Itu sudah termasuk mengiris daging menjadi beberapa bagian sehingga tinggal dibagi sesuai dengan timbangannya. Itu bisa dilakukan, karena dalam bekerja ia menggunakan dua pisau sekaligus.

"Untuk menguliti dan mengiris dagingnya, sudah terbiasa pakai dua pisau. Satu di tangan kanan, satu di kiri. Dua-duanya jalan," terangnya.

Namun ujarnya, hal paling penting dalam memotong hewan kurban justru adabnya. Yakni memperhatikan anjuran dan sunnah Nabi. Salah satunya adalah melihat kondisi hewan yang ingin dipotong dengan seksama. Itu menurutnya berlaku untuk semua hewan yang bakal ia potong.

"Soalnya, kalau tidak dibegitukan, bisa akan menjadi mudharat bagi yang membeli, menjual atau memakan. Jadi semaksimal mungkin selalu mengecek hewan yang ingin dipotong dan dijual. Seperti kesehatannya dan lain-lain," jelasnya.

Terkait peralatan dalam memotong hewan, Ami mengaku memiliki pisau besar yang menjadi favoritnya. "Satu saya bawa dari Saudi Arabia dan satunya lagi saya beli di Madura," ungkapnya.

Karena kelihaian warga Kampung Arab dalam mengurus hewan kurban, maka setiap tahun selalu ada warga yang datang untuk meminta bantuan warga di sini. Sabarudin, 51 tahun, seorang kerabat Ami Faher menambahkan, penduduk di Kampung Arab bahkan punya pelanggan tetap. "Setiap ingin memotong hewan kurban atau untuk akikah, pasti ada yang memanggil masyarakat sini," pungkasnya. (war)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers