MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 14 September 2016 16:03
Mengikuti Pengusaha Banua Bertemu Mutiara Lokal (1)

Ada Kekayaan Terpendam di Pantai Risalo

Di KARAMBA – Anwar Sadat tiga dari kiri bersama Tajerian Noor (kanan) saat di keramba

Doa-doa Anwar Sadat naik ke langit bertahun lalu. Dia memilih pulang kampung dengan titel Sarjana Perikanan. Berat, modal tak ada tapi laut kaya raya.

 

ZALYAN SHODIQIN ABDI, Kotabaru

 

Akhir pekan tadi saya berkesempatan berkunjung ke salah satu sudut romantis di Pulau Laut. Tepatnya ke Pantai Risalo di kawasan Desa Teluk Jagung Kecamatan Pulau Laut Tg Selayar dekat dengan PT Indonesian Bulk Terminal (IBT).

Risalo berasal dari bahasa Mandar. Artinya dekat sungai. Pantai Risalo memang tepat di depan muara sungai. Di Risalo banyak terumbu  karang, ada juga kima dan anemon.

Menggunakan helikopter saya ke sana menemani pengusaha lokal, Tajerian Noor, dan Direktur Politeknik Kotabaru Ibnu Faozi. Kunjungan sudah lama terjadwalkan. "Anwar Sadat bilang laut di sana bagus. Sekalian makan lobster kita," kata Tajeri.

Helikopter tiba di lapangan desa. Dari atas sudah terlihat kerumunan warga. Sementara di sebelah utara membentang indah pesisir Risalo. Air lautnya bersih. Teluk membentuk tapal kuda yang indah. Dasar pantai terlihat meski dari atas. Gugusan bukit dan lambaian daun nyiur mengalun seperti memanggil.

Warga sudah menyiapkan dua buah mobil untuk berangkat dari lokasi heli turun ke pantai. Namun Tajeri menolak. "Udah. Enak jalan saja. Dekat kan," tanyanya. Warga menjawab tidak sampai lima menit berjalan kaki ke dermaga Desa Teluk Jagung.

Anwar Sadat dan beberapa warga mengantar ke dermaga. Sambil jalan dia menceritakan prospek usaha budidaya lobster. Pemuda lokal ini adalah segelintir dari sekian sarjana muda yang pulang kampung dengan niat membangun potensi lokal meski tertatih karena keterbatasan modal. Anwar adalah contoh penggebrak tradisi sarjana muda lokal yang kebanyakan ingin kerja di instansi pemerintah atau perusahaan.

Anwar berhasil berkomunikasi dengan Tajeri dan Ibnu Faozi melalui sosial media. Tidak pernah Anwar sebelumnya bertemu dengan Tajeri. Dia hanya tahu, mendengar dan melihat foto di sosial media. Dalam benaknya, Tajeri adalah pengusaha super sibuk. Terbang kemana-mana. Bahkan dalam hitungan bulan bisa ke beberapa negara.

Sampai di dermaga, kami menuju keramba apung menggunakan speedboat. Angin tenggara kencang berhembus. Tidak sampai sepuluh menit kami tiba. Menaiki keramba butuh kekuatan mental dan fisik. Bibir keramba hanya muat satu tubuh berdiri. Salah sedikit bisa nyebur ke dalam laut.

Ketika ingin dibantu ke keramba Tajeri menolak. "Saya juga pelaut. Sudah biasa begini," ucapnya namun mengundan keraguan. Ternyata benar, dia biasa saja meniti bibir keramba dan berjalan-jalan di sana.

Pemandangan yang indah dari keramba. Laut hijau namun di beberapa bagian biru terang. Gugusan bukit hijau pepohonan dan tanaman ilalang. Di laut lepas terlihat gulungan ombak. Tenggara adalah musim yang ditakuti para pelaut di sana. Namun posisi keramba tepat terlindung di cerukan teluknya, sehingga aman.

Tidak seperti yang lain, harus menjelaskan prospek usaha di ruangan ber-AC, dengan slide yang ditampilkan proyektor. Anwar beraksi memaparkan peluang usaha lobster tanpa itu semua. "Kalau semua laku terjual. Setahun sudah balik modal," kata Sarjana Perikanan ULM Banjarbaru alumnus tahun 2014.

Tajeri terlihat serius menyimak. Dia menanyakan detail hitungannya dan proses Anwar membudidayakan lobster. "Cocok aja Menteri Susi kayaraya ya," kata Tajeri setelah mendengar paparan Anwar.

Kata Anwar, kerambanya ada 18 petak. Satu petak bisa memuat 100 ekor bibit lobster. Empat bulan pertama bisa panen dengan bobot 0,25 ons per ekor. Tingkat kehidupan sampai 75 persen. Penjelasan Anwar mantap.

"Iya dia termasuk mahasiswa pandai di kampus," kata Sumarni kaka kelas Anwar di ULM Banjarbaru. Sumarni satu dari sekian banyak sarjana perikanan yang justru bekerja di instansi pemerintah bukan bidang kelautan.

Menariknya, Anwar juga menerima paparan dari Tajeri cara bisnis supaya sukses. Maklum pengalaman Anwar di bidang usaha masih minim. Kata Tajeri, satu saja kunci sukses yaitu jujur. "Itu modal yang sebenarnya. Kalau kamu pegang itu, kamu sukses," ucap pria yang akrab disapa Mas Boy ini.

Sekitar setengah jam bercakap Tajeri mohon pamit. Sebelum pamit dia menyantap hidangan warga. Ada kepiting, lobster dan kerapu. Semilir angin pantai membuat nafsu makan naik beberapa kali lipat. Saat pamit Tajeri mengatakan tertarik investasi. Bukan hanya keramba tapi juga wisata Risalo. "Sayang jalan ke sini lewat darat belum bagus," ucapnya.

Selasa (13/9) kemarin saya ditemani Anwar di gubuknya Pantai Risalo. Matanya berkaca ditingkahi gerimis sejak siang. "Sudah lama saya berdoa ini. Saya ndak mau kemana-mana, laut kita kaya kok," ucapnya lirih. Deru angin dan gerimis membawa nuansa magis.

Anwar berharap ke depan semakin banyak pengusaha lokal yang mau mengembangkan potensi lokal. Katanya, sayang kalau laut yang kaya raya ini dibiarkan begitu saja. (bersambung)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers