MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 17 September 2016 18:06
Kala Henna Menjadi Tren di Kalangan Kaum Hawa Banua

Mulanya Dibawa Mantan TKW dari Mekkah

SABAR - Intan Andi (kiri) dengan sabar menanti ukiran henna di tangannya jadi.

Wajah Intan Andi langsung sumringah melihat tangannya berubah menjadi indah dengan ukiran warna-warni Henna. Ya, dia mencoba mengikuti tren saat ini. Di mana para kaum hawa mulai menyukai menghiasi tangan dan kaki mereka menggunakan tato mehndi tersebut.

Sementara itu pelukis henna, Susi, tangan kanannya secara lincah merampungkan ukiran henna di tangan Intan Andi. Ia mengaku, henna yang dulunya menjadi tradisi perempuan Arab dan India saat menikah. Sekarang berkembang ke semua kalangan terutama kaum perempuan yang ingin menikah.

Susi mengungkapkan, henna sekarang sudah menjadi fashion bagi perempuan. Bukan hanya para pengantin, wanita muda yang ingin menghadiri acara pun saat ini sangat hobi menghiasi tangan dan kaki mereka dengan henna. "Henna sekarang bisa dipakai untuk menghadiri resepsi pernikahan, acara wisuda dan acara resmi lainnya," ungkapnya.

Ia menuturkan, dalam satu hari "Susi Henna" jasa ukir tangan yang ia kembangkan dapat melayani hingga tiga orang. Bahkan, jika diundang oleh pengantin ia dapat mengukir melayani tato henna hingga lima orang. "Kalau acara perkawinan biasanya satu keluarga minta tangannya ditato henna," ujarnya.

Lalu sejak kapan henna mulai boming? Susi mengatakan, henna mulai digandrungi perempuan sejak tiga tahun yang lalu. Sebelum tren, henna hanya dipakai oleh-oleh orang-orang tertentu.

Sementara saat ini semua orang telah memakainya, bahkan penjual bahannya pun mulai marak. "Dulu tidak boming karena tidak banyak jasa ukir henna, sekarang mulai banyak jasa ukir dan penjual bahannya," katanya.

Ia sendiri mengaku belajar mengukir henna secara otodidak. Yaitu dengan cara melihat jenis-jenis contoh design tato henna di internet. Setelah itu, ia praktikan langsung di kaki. "Saya coba melukis henna di kaki sendiri. Hanya butuh satu bulan, saya langsung bisa melukis henna di tangan orang lain," tuturnya.

Melalui bisnis jasa ukir henna, Susi mengaku sanggup meraup untung ratusan ribu hingga jutaan rupiah perbulannya. "Pernah dalam sehari mendapatkan uang Rp1,2 juta, biasanya pada musim Lebaran banyak orang yang menggunakan henna," katanya.

Henna sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu henna instan dan henna racik. Namun, pelanggan kebanyakan menyukai menggunakan henna instan karena prosesnya lebih cepat.

"Henna racik warnanya akan timbul dalam tiga hari, sementara henna instan saat kita ukir warna langsung terlihat," ujar Susi yang sudah membuka jasa henna sejak dua tahun lalu.
Lalu berapa jasa pengukiran henna? Susi mengungkapkan, jasa ukir henna bervariasi.

Dilihat dari kerumitan desain dan banyaknya warna. Desain paling murah yaitu Rp150 ribu, sementara paling mahal Rp500 ribu. "Harga juga bisa tambah mahal kalau saya yang mendatangi pelanggan ke rumah," ungkapnya.

Sementara itu, Intan Andi mengaku mulai mengagumi tato henna. Istri Komandan Kodim 1006/Martapura Letkol Armed Andi Martopo ini ingin lebih sering mwenggunakan henna di acara-acara resmi. "Tangan kita terlihat indah kalau pakai henna, nanti mau sering pakai kalau menghadiri acara," pungkasnya.

Sementara itu, Ita ((35), ibu rumah tangga warga Banjarbaru mengaku, mengenal tato henna sejak tahun 2007 silam di Mekkah, saat melaksanakan ibadah Umrah. Sejak itulah, perempuan berkerudung ini jadi menyukai tato henna yang diperbolehkan dipakai oleh perempuan muslim ini.

“Saya menyukai tato, tapi karena tato permanen tidak diperbolehkan dalam Islam, jadi saya memakai tato henna saja, yang terbuat dari bahan henna atau pacar ini,” ujar Ita.

Sepulang dari Mekkah, Ita mengaku mulai suka dan kebetulan bertemu dengan mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang bisa menato henna, dan hingga sekarang jadi ketagihan mengenakan tato henna yang fun, bukan yang untuk acara pernikahan, yang full di kaki dan tangan.

Tato henna yang disukai Ita adalah gambar bunga, karena lebih feminin dan dapat menambah cantik pemakainya. “Saya biasanya mengenakan tato henna di punggung tangan, bisa di tangan kanan atau yang kiri,” jelas Ita.

Tapi kata Ita, dirinya juga pernah menato bagian kakinya, dan ternyata cantik juga hasilnya. “Tapi yang sering sih ya di bagian tangan, soalnya bisa dilihat dan membuat tangan jadi lebih menarik,” ujarnya.

Diakui Ita, untuk orang yang ingin mengenakan tato henna ini harus teliti sebelum mengenakannya. “Saya biasanya memanggil orang untuk ditato henna ini, dan pernah usai ditato tangan jadi gatal, untungnya tidak sampai iritasi dan alergi yang berkepanjangan,” ujar Ita.

Jadi sekarang kalau ingin ditato harus jeli dan teliti memilih henna dari orang yang bisa menatonya. “Saya lebih memilih yang terbuat dari bahan alami, sehingga tidak ada efek samping yang ditimbulkan,”ujar Ita.

Apalagi saat ini banyak sekali bahan tato henna ini yang terbuat dari bahan kimia yang bisa berbahaya untuk tangan, agar tatonya lebih tahan lama dan warnya lebih terang. Saat ini, tato henna lebih variatif lagi, baik dari motif maupun warnanya. “Sekarang ini henna berwarna-warni, ada merah, merah muda, hijau, orange, ungu, dan warna lainnya. Kalau dulu kan warnanya cuma merah dan hitam saja,” ujar Ita.

Makanya kata Ita, tato henna yang sekarang diakuinya lebih cantik dan menarik lagi dengan variasi warna yang banyak.

“Pokoknya saya tidak bosan mengenakan tato henna ini, walaupun tato ini hanya mampu bertahan sekitar 9 sampai10 hari lamanya,” ujar Ita.

Kalau sudah pudar, biasanya ganti model atau motif lainnya, tapi tetap saja gambarnya bunga, kata Ita. (nti/ris)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers