MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 21 September 2016 11:03
Berkah Musim Haji, Pedagang Oleh-oleh Khas Arab Raup Rezeki
BELI DI SINI – Pedagang kurma, kacang arab, kismis dan air zam-zam meraup rejeki di musim kedatangan jemaah haji.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Masa kedatangan haji telah tiba. Tidak hanya pihak keluarga bersuka cita. Pedagang oleh-oleh khas Arab di Banjarmasin juga mendapatkan berkah.

Penjual kurma, air zam-zam dan lain-lain ramai digandrungi pembeli. Contohnya dirasakan Heldawati (22), pedagang toko Ratu Wangi Nazwa di Pasar Sudimampir. “Ahamdulillah, ramai. Apalagi kami menjual harga murah meriah,” ucapnya, kemarin (20/9).

Maklum tidak hanya pihak keluarga yang diberikan oleh-oleh. Warga sekitar yang menyambut kedatangan haji juga selalu dikasih. Sementara oleh-oleh yang dibawa jemaah haji biasanya tidak cukup dibagi-bagi. Solusinya dengan membelinya di sini. “Sebelum hari raya pun sudah mulai ramai.

Ada pula jemaah yang sebelum berangkat naik haji sudah membeli terlebih dahulu,” ungkapnya. “Peningkatannya banyak sih. Hampir dua kali lipatdibanding hari biasa,” ucapnya dengan rasa syukur.

Selama musim haji ini, penjualan kismis, kurma, kacang arab, kacang ketawa dan air zam-zam yang paling laris. Masyarakat yang membeli juga banyak dari luar Banjarmasin, seperti Kandangan, Hulu Sungai, Kotabaru, Kapuas dan lain-lain. Dari segi harga, pada musim haji ini tidak mengalami kenaikan.

Harga tetap stabil. Kalau kacang ketawa seharga Rp 20 ribu per kilogram. Kacang arab seharga Rp 65 ribu. Kismis jumbo seharga Rp 85 ribu, sedangkan kismis kecil Rp 75 ribu per kilogramnya.

Kurma pun macam-macam. Tapi yang laris adalah kurma lulu, per kilogramnya seharga Rp 75 ribu. “Untuk air zam-zam dijual Rp 550 ribu per 5 liternya. Jika per liternya senilai Rp 145 ribu,” rincinya.

Heldawati menjelaskan bahwa tokonya mendatangkan langsung pasokan barang dari Mekkah. “Kebetulan ada salah satu keluarga yang tinggal di sana. Dibawa lewat pramugari yang kebetulan juga keluarga ibu di sini,” ujarnya.

Hal serupa juga dialami H Aiman (60), pedagang lainnya. Dia merasakan peningkatan penjualan sebesar 50 persen dibanding hari biasa. Apalagi setelah wukuf di Arafah, ada yang telepon dan memesan di sini.

Kalau bawa dari sana dikenakan denda sebesar Rp 50 ribu. “Jadi seakan-akan beli dari sana lebih mahal. Toh, harga di sini juga kurang lebih saja. Makanya banyak jemaah yang lebih memilih membeli di sini saja,” tuntasnya.(mr-148/gr/dye)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers