MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 23 September 2016 15:49
Sekolah yang Mau Digusur itu Dianggap Di-Anaktirikan Pemerintah
MEMPRIHATINKAN - Aktifitas belajar mengajar di siswa SD Desa Pasar kamis, Kecamatan Kertak Hanyar

PROKAL.CO, MARTAPURA - Adanya sekolah tua yang terancam tutup menjadi buah bibir masyarakat. Tak sedikit masyarakat yang peduli dengan sekolah yang berumur lebih dari setengah abad ini.

Bukan hanya prihatin karena sebuah institusi pendidikan bakalan tutup, tetapi karena kondisi SD Desa Pasar Kamis, Kecamatan Kertak Hanyar itu memang sudah lama memprihatinkan.

Seakan-akan tak ada campur-tangan pemerintah untuk memperbaiki fasilitas sekolah. Dinding-dinding sekolah terlihat banyak berlubang, bangunan lantai duanya bahkan tak dapat lagi dipergunakan karena konstruksi kayunya sudah rapuh dan rawan roboh.

Selain dua permasalahan tersebut. Masyarakat menyebut bahwa SDN 1 Pasar Kamis 1 selama ini memang kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

"Memang kurang diperhatikan sekolah ini, gurunya juga tidak terlalu memperhatikan jam masuk sekolah murid. Terlihat banyak terlambat berangkat, tapi gurunya terkesan tak peduli," kata Yani, salah seorang warga.

Ia menambahkan, tak teraturnya jam belajar membuat para murid tak maksimal dalam mengikuti pembelajaran. "Katanya Ujian Nasional (UN) pertama semua muridnya tidak lulus," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Pasar Kamis 1 Ros Aida menampik semua pernyataan warga. Ia menuturkan, sekolah sangat disiplin dalam memantau kehadiran murid. "Sekolah kami tak bedanya dengan sekolah lain. Semua sesuai dengan kalender," ujarnya.

Ia menduga, masyarakat mengira murid terlambat masuk sekolah karena melihat sebagian murid masuk sekolah pukul 11.00 Wita. Padahal itu merupakan kesepakatan sekolah. Sebab kelas yang dapat digunakan hanya empat ruangan.

Sehingga, murid kelas tiga dan empat terpaksa baru bisa masuk sekolah pukul 11.00 Wita. "Masuk pagi hanya kelas satu, dua, lima dan enam. Sementara kelas tiga dan empat baru masuk jam 11.00 Wita, karena keterbatasan ruangan," ungkapnya.

Sekolah rusak bukan karena pemerintah tidak memperhatikan. Hal itu dikarenakan, terkendala oleh adanya sengketa lahan. "Katanya tahun ini sudah dianggarkan untuk direhab, tapi karena lahan mau diambilalih oleh pewaris. Maka rehab ditunda dulu," kata Ros Aida.

Hal senada diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar Gusti Rusfan Noor. Ia menuturkan, tahun ini Disdik telah mengalokasikan dana sebesar Rp500 juta untuk pelaksanaan rehab berat. "Pemenang lelang juga sudah ditentukan. Tapi ketika mau pelaksanaan pekerjaan tiba-tiba ada alih waris pemilik lahan datang," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini Disdik masih mencari jalan keluar terkait sengketa lahan tersebut. Rusfan yakin lahan tidak dapat diambilalih oleh pewaris, karena sebelumnya pewaris lahan lainnya yang juga cucu dari Almarhum H Saleh sepakat akan menghibahkan tanah kepada sekolah.

"Sebelumnya salah satu ahli warisnya yaitu H Ridwan sudah membuat surat pernyataan hibah. Jadi surat tersebut dapat kami gunakan," tambahnya. Selain memiliki surat pernyataan hibah, Rusfan mengatakan masyarakat sekitar juga mengaku bersedia membantu pihak sekolah agar lahan tidak diambilalih oleh ahli waris.

"Kami juga akan melakukan komunikasi persuasif dengan ahli waris, supaya tidak mengambilalih tanah," katanya.

Jika ahli waris masih ngotot mengambil lahan, Disdik akan melaporkan permasalahan ini ke Bupati Banjar Khalilurrahman. "Nanti apa saran Bupati akan kami lakukan," pungkas Rusfan. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:52

Pertemuan Advokasi Lintas Sektoral di Kampung KB

BATULICIN - Keberhasilan berjalannya program Kampung KB di suatu wilayah…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:51

PUPR Selenggarakan Bimbingan Teknis SMKK

BATULICIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanbu…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:49

Awas Gerbang Perbatasan Kena Penalti

BANJARBARU - Kurang dari sebulan. Nasib pembangunan gerbang perbatasan wilayah…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:16

Launching Pilkada Kalsel 22 Desember

BANJARMASIN – Secara nasional tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:10

Ajak Milenial, Pemerintah Pusat Puji Hutan Kota Kalsel

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (6/12) kemarin melaksanakan Penanaman dan…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:08

Ketua IDI: Hepatitis A Muncul Karena Lingkungan Kotor

SEMENTARA ITU, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr M…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:18

Hapatitis A Bikin Geger Martapura, Mata Roni Mendadak Kuning

MARTAPURA – Virus hepatitis A menyebar begitu cepat di Kecamatan…

Sabtu, 07 Desember 2019 09:12

Hepatitis A Serang Siswa Banjarbaru dan Martapura

BANJARBARU - Penularan virus hepatitis A membuat khawatir para orang…

Kamis, 05 Desember 2019 17:54
Pemkab Balangan

Bupati Balangan Apresiasi Kegiatan Kariwaya Bekarasmin

PARINGIN – Sebagai salah satu kelompok seni yang saat ini…

Kamis, 05 Desember 2019 10:03
Parlementaria Banjarbaru

Upayakan Aspirasi Warga saat Reses Masuk APBD 2021

BANJARBARU - Anggota DPRD Banjarbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Windi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.