MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 03 Oktober 2016 15:40
Aturan Baru, Pengembang Dipaksa Bayar Tunggakan KPR Nasabah
Ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Usaha Pengembang di Kalsel mulai mengeluh. Mereka resah dengan aturan dari salah satu bank penyalur KPR terbesar di Banjarmasin. Bank ini seolah "memaksa" pengembang untuk membayar dan menalangi tunggakan-tunggakan kredit perumahan yang ada di lokasi perumahan milik pengembang.

Kebijakan ini dinilai sangat memberatkan dan aneh, karena persoalan kredit adalah persoalan antara konsumen dengan perbankan, bukan dengan pengembang.

Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Ir Eddy Ganefo pun langsung turun tangan, karena masalah ini hanya ada di Kalsel, ia pun menilai kebijakan ini sudah menyalahi aturan yang ditetapkan oleh OJK.

"Harusnya persoalan kredit macet itu tanggungjawab perbankan, apalagi sebelum akad kredit perbankan juga melakukan analisis terhadap konsumen yang mengajukan kredit," ucapnya saat berada di Banjarmasin, kemarin.

Ditegaskan Eddy, kebijakan itu melanggar aturan perbankan dan tentunya memberatkan pengembang karena harus menanggung pembayaran tunggakan yang dilakukan oleh konsumen.

"Kebijakan ini bisa membuat pengembang gulung tikar, coba bisa dibayangkan kalau dalam satu lokasi perumahan ada sepuluh rumah yang menunggak, berapa juta sebulan pengembang harus membayar, padahal mereka tidak mendapatkan keuntungan yang besar saat menjual rumah," tegasnya.

Ia pun akan meneruskan persoalan ini ke OJK, karena kalau kebijakan ini terus dilakukan pengembang di Kalsel banyak yang bangkrut.

Salah satu pengembang yang tidak mau disebut namanya mengaku, kalau pengembang tidak menalangi pembayaran tunggakan kredit, maka akan dipersulit oleh perbankan. Sehingga dengan sangat terpaksa pengembang memberikan talangan untuk tunggakan kredit macet. Sementara itu, Kepala Cabang salah satu perbankan di Banjarmasin hingga berita ini diturunkan  belum bisa dikonfirmasi. (sya/al/ram)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 11:03

Bawang Putih Meroket, Disdag: Gara-gara Corona

BANJARBARU - Berita soal virus corona yang berasal dari Wuhan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Keluhkan Pengelolaan Makam Sultan, Warga Datangi DPRD

BANJARMASIN - Perwakilan masyarakat Alalak dan Kuin menyambangi gedung DPRD…

Minggu, 16 Februari 2020 06:30

Seratus Kios Menunggak Sewa Pasar, Dinas Terkait Didorong Untuk Menagih

BANJARMASIN - Seratus kios menunggak iuran sewa di empat pasar…

Jumat, 14 Februari 2020 11:34

Dana Bagi Hasil ke Kalsel Menurun

BANJARMASIN – Dua tahun terakhir dana bagi hasil yang bersumber…

Jumat, 14 Februari 2020 10:45

Banjarmasin Siapkan 5 Destinasi Wisata Alternatif

BANJARMASIN - Pemko Banjarmasin belum puas dengan Pasar Terapung dan…

Kamis, 13 Februari 2020 11:49

Dampak Virus Corona di Banua: Bikin Harga Karet Turun

BANJARBARU - Penyebaran Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) di…

Selasa, 11 Februari 2020 10:52

Kembangkan Potensi Wisata, Banjarmasin ingin Tiru BUMD Pariwisata Bogor

BANJARMASIN - Kota ini punya banyak potensi pendapatan untuk digali.…

Minggu, 09 Februari 2020 09:46

Ingin Jajan Malam..? Kunjungi Street Food di Kawasan Kota Tua Banjarmasin

Ingin jajan malam hari? Warga Banjarmasin tak perlu bingung lagi.…

Minggu, 09 Februari 2020 09:44

Kunjungi Pusat Kerajinan Rotan, Menteri Simak Keluhan Petani

BANJARMASIN - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi pusat…

Jumat, 07 Februari 2020 12:23

Bea Cukai Undang Eksportir

BANJARMASIN - Meningkatkan pertumbuhan perekonomian merupakan salah satu fungsi Bea…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers