MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 04 Oktober 2016 15:36
TERYATA..!! Banyak Pelajar di Banjarbaru Menderita Penyakit Kelamin

Perilaku Seksual di Banjarbaru Sudah Mengkhawatirkan

Grafis: Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Cukup mencengangkan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)  Banjarbaru dalam tiga bulan terakhir menemukan puluhan kasus penyakit kelamin atau Infeksi Menular Seksual (IMS). Bahkan dalam dua bulan berturut-turut jumlahnya selalu di atas 40 kasus.

Sekretaris KPA Banjarbaru Edi Sampana mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di beberapa Puskesmas di Banjarbaru kasus penyakit kelamin mulai mengalami peningkatan cukup signifikan pada bulan Agustus dan September.  "Menurut keterangan salah satu dokter di Puskesmas, dalam satu bulan di Banjarbaru ditemukan 40 kasus IMS atau penyakit kelamin, " katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Ia mengungkapkan, pasien yang ditangani Puskesmas sebagian besar remaja yang masih bersekolah di tingkat SMP dan SMA. Serta sebagian lagi mahasiswa semester awal. "Ini cukup mengkhawatirkan, masih remaja sudah menderita IMS, " ungkapnya.

Diduga kuat, meningkatnya penderita IMS diakibatkan oleh semakin maraknya pergaulan bebas. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya konten-konten porno yang bermunculan di media sosial dan internet. "Orangtua sekarang selalu ingin membahagiakan anaknya dengan cara memberikan HP Android. Padahal HP tersebutlah yang menjerumuskan anak mereka," ujar Edi.

Untuk menyikapi banyaknya pelajar menderita IMS, KPA Kota Banjarbaru punya program sosialisasi fungsi kondom sebagai pencegah infeksi menular seksual pada pelajar. Namun diakui Edi terkadang ada pihak yang menentang program ini.

Ia menambahkan, perilaku seks bebas di Banjarbaru sebenarnya sudah pada taraf mengkhawatirkan. Menurut survei Kemenkes, ada lebih dari 6 ribu lelaki di Banjarbaru yang pernah melakukan hubungan seks dengan wanita tuna susila atau wanita selain pasangannya. Dari jumlah itu, 3 ribu diantaranya sudah memiliki istri. “Artinya ada kemungkinan lelaki tidak setia ini menular penyakit kepada istri, ini yang berbahaya dan mayoritas lelaki tidak setia ini selalu menutupi dan tidak mau terbuka kepada petugas,” imbuhnya.

Meningkatnya penderita penyakit kelamin dibenarkan oleh salah satu dokter di Puskesmas Banjarbaru. Ia mengungkapkan, jumlah kasus IMS meningkat tajam sejak bulan Agustus hingga sekarang. "Barusan (kemarin) ada pasien baru, keluhan  kencing nanah lagi. Lalu saya periksa darah dan urin dia menolak. Dia hanya minta obat saja, saat saya edukasi tetap menolak," ujarnya.

Dokter yang menolak namanya dikorankan dengan alasan privasi ini mengaku miris melihat para generasi muda mulai marak melakukan pergaulan bebas. "Apalagi tidak menggunakan kondom, maka risiko penularan penyakit kelamin sangat tinggi, " pungkasnya.  
Sementara itu,  Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengunjungi pekerja seks komersial (PSK) di Pembatuan, Senin (4/10) kemarin. Nadjmi didampingi sejumlah pejabat dan satuan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas).
Diantara para pejabat yang mendampingi walikota adalah Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Banjarbaru, Hilman.  Hilman mengatakan hal itu. “Dialog antara walikota dengan warga Pembatuan, intinya mereka ingin diperhatian sama seperti warga lainnya. Harapan warga, pemerintah bisa memperhatikan pendidikan anak-anaknya,” ujarnya.
Namun sayangnya, dalam pertemuan tidak dihadiri langsung para PSK. Hanya diwakilkan sejumlah tokoh masyarakat setempat, untuk menyampaikan unek-unek warga.
Sakur, salah seorang perwakilan sempat membuat terperangah dengan pernyataannya kepada walikota. "Kami ini memang sampah, tetapi  sampah saja kalau pemerintah bisa mengelola dengan baik, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat," ucapnya seraya mengatakan pihaknya ingin penutupan dilakukan dengan memanusiakan warga Pembatuan.  
Ketua Rukun Tetangga (RT) 06 Pembatuan, Cuan, ketika dikonfirmasi mengatakan seluruh warganya sudah pasrah terhadap keputusan pemerintah. “Kami serahkan semua ke pemerintah,” pungkasnya. (Ibn/ris/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:42

Dua Sahabat Terjerat Sabu

BANJARMASIN - Dua warga Alalak Selatan ditangkap personel Polsekta Banjarmasin…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:38

Sepekan Ditangkap 45 Tersangka

BANJARMASIN - Dalam sepekan, Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil menciduk sebanyak…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:50

Pembunuh di Terminal Cangkring Terungkap

RANTAU – Akhirnya, peristiwa berdarah yang menewaskan Rahmat Hidayat (31),…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:47

Pembakar Lahan Langsung Ditahan

AMUNTAI – Anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menangkap pelaku…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:45

Pengedar Sabu Alabio Diamankan

AMUNTAI - Muhammad Saufi (24) tidak menyangka, Senin (14/10) tadi…

Kamis, 17 Oktober 2019 09:34

Kapolda Ikut Berjoget, di Aksi Buruh Tolak Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Ribuan massa DPD Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia…

Rabu, 16 Oktober 2019 14:15

Karena AIDS, Waria asal Liang Anggang Meregang Nyawa

BANJARBARU - HIV/AIDS kembali merenggut nyawa warga Banua. Setelah beberapa…

Rabu, 16 Oktober 2019 12:53

Ternyata Gara-gara ini, Mahasiswa Uniska Bawa Parang ke Kampus

BANJARBARU - Kasus perkelahian dan mahasiswa membawa senjata tajam di…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:58

Acungkan Celurit ke Polisi, Dilepas Tiga Tembakan Peringatan, Warga Tembus Mantuil Diseret ke Penjara

BANJARMASIN - Berlagak sok jagoan, Abdul Hakim (21) warga Jalan…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:51

Kasus Kematian Anak Buah Kapal, Polisi Tunggu Hasil Visum

BANJARMASIN - Kasus kematian Rian Iman Taufik (20), anak buah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*