MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 02 November 2016 16:38
Ketika Belut Mendatangkan Rupiah, Minim Modal, Untung Besar
BELAJAR - Jajaran Diskannan HSU dan perwakilan warga yang diajak mempelejari budidaya belut di Wonosobo.

PROKAL.CO,

Hewan ini dikenal sebagai belut. Kebutuhan belut yang semakin meningkat, membuat Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannan) Hulu Sungai Utara, berencana mengenalkan budidaya belut pada warga sebagai sumber pendapatan baru. Langkah awal berupa studi ke Kota Wonosobo, Jawa Tengah, telah dilakukan Diskannan HSU.

Belut yang bernama latin Monopterus Albus memiliki nilai ekonomi tinggi. Hewan yang bisa hidup di air dangkal atau lumpur ini banyak ditemui di perairan rawa HSU, termasuk di lahan pertanian.

Kepala Bina Produksi Perikanan Diskannan HSU Jumaidi mengungkapkan, baru-baru ini pihaknya melakukan studi mengenal potensi belut yang belum dimaksimalkan warga di HSU. Padahal, saat ini nilai belut di pasar nasional memiliki nilai ekonomi baik.

"Kalau tak salah belut hitungan 1 kilogram mentah dihargai kisaran Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. Ini tentu peluang yang sangat baik untuk dibudidayakan di wilayah ini," sebut Jumaidi pada Radar Banjarmasin, Senin (31/10).

Menurutnya, belut kalau sudah jadi produk olahan seperti belut krispy dan dendeng belut maka nilainya makin besar lagi. "Harga olahan belut kisaran Rp75 ribu sampai Rp80 ribu perkilogramnya. Jadi ini peluang besar untuk dikembangkan di HSU," ujarnya.

Salah satu upaya nyata untuk memanfaatkan potensi ekonomi ini adalah mengajak warga yang ingin melirik bisnis ini ke Kota Wonosobo belajar budidaya belut.
"Budidaya belut tak perlu lahan luas, cukup lewat media drum atau kolam terpal sudah bisa dikembangbiakkan. Belut tidak rentan penyakit sehingga potensi rugi kurang, sementara harga jual lumayan baik," sebutnya.
Untuk saat ini ada salah satu kelompok perikanan budidaya yang sudah siap untuk mengembangbiakan belut lokal HSU, yaitu kelompok budidaya air tawar Desa Pulau Tambak, Kecamatan Amuntai Selatan. "Mudahan potensi belut ini membawa peningkatan ekonomi warga bila nantinya sudah dikembangkan," pungkasnya. (mar)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers