MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Sabtu, 19 November 2016 11:24
Pangkas Rambut Nasional, Legenda Banjarmasin Sejak 1973

Kursi Cukur Antik jadi Saksi Sejarah

PROKAL.CO, Di tengah gempuran tersebut, ada salah satu tempat cukur tradisional yang masih eksis dan tetap bertahan. Namanya Pangkas Rambut Nasional. Terletak di jalan Hasanuddin HM No 23, pelanggan yang datang juga tidak kalah dengan Barbershop kebanyakan. Ditambah lagi, tempat tersebut juga menjadi salah satu tempat cukur tertua di Banjarmasin.

Senyum terkembang di wajah salah satu tukang cukur, ketika wartawan koran ini berkunjung ke tempat tersebut, kemarin (18/11) siang. Silih berganti, hilir mudik dengan beragam umur dari anak-anak, pemuda sampai orang tua, mampir ke tempat tersebut.

Salah satu pegawai yaitu H Rusdi (60), menceritakan bahwa tempat pangkas rambut ini, berdiri sejak tahun 1973. Didirikan oleh orang kedua orang tuanya yang bernama H Ramli dan Hj Ramlah, sejak ia masih kecil. Sebelum pangkas rambut ini, dulunya ada sebuah tempat pangkas rambut lainya yang didirikan oleh orang tuanya. Namanya Pangkas Rambut President.

"Ketika terjadi kebakaran besar yang menghanguskan tempat usaha Pangkas Rambut President, ayah saya kemudian mendirikan pangkas rambut ini. Setelah orang tua saya, kemudian kami sebagai anak-anak yang meneruskan. Dulu ada sembilan orang pegawai, sekarang tersisa kami berenam. Semuanya masih satu keluarga," jelasnya.

Di tempat tersebut, beberapa kursi tua masih tersusun rapi, menjadi saksi kejayaan tempat tersebut. Kursi itu terbuat dari besi padat dengan tuas berbentuk roda kemudi kapal yang digunakan untuk menaik turunkan kursinya, sementara sandaran terbuat dari kayu yang dilapisi kulit.  Di beberapa situs barang antik, kursi serupa sudah menjadi koleksi yang ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah. 

Kesan bahwa usaha ini menjadi saksi sejarah perjalanan Kota Banjarmasin, juga terlihat dari bentuk bangunan, pajangan model rambut hitam putih era 70-an, kemudian ada juga pigura foto bagian depan toko terdahulu.

Rusdi juga menjelaskan, para pelanggan yang datang ke tempatnya tidak hanya orang tua. Tapi juga anak-anak. Mulai dari masyarakat biasa, sampai para pejabat daerah. 

"Tv itu pemberian salah satu pejabat daerah. Karena beliau sering potong rambut di sini dan mungkin ketika melihat tv kami sudah sangat tua, beliau tertarik untuk memberikan yang baru," jelasnya.

Tukang cukur lainnya yaitu M Anan (72), masih mengingat jelas terkait masa-masa kejayaan Pangkas Rambut Nasional ini. Ia mengungkapkan, penghasilan terbesar didapat ketika penerimaan Mahasiswa baru perguruan tinggi.

“Dulu, kami sampai diundang ke kampus. Khusus sekadar memotong rambut calon mahasiswa,” ucap Anan.

Terkait banyaknya perubahan dan lebih modernnya tempat cukur rambut yang membeludak sekarang, dengan istilah Barbershop, Anan mengaku tak risih. Bahkan ia cukup optimis dan yakin mampu bertahan.

“Beberapa dari kami pun sempat ditawari untuk bekerja di Barbershop. Tapi kami merasa nyaman di tempat ini. Lagi pula, orang tua sudah berpesan bahwa tempat ini menjadi tempat usaha keluarga dalam mencari nafkah,” ungkapnya.

Kini setiap harinya, paling sedikit ada puluhan kepala yang dicukur. Harga yang dipatok untuk satu kepala pun bervariasi. Untuk ukuran orang dewasa sepuluh ribu rupiah, sedangkan anak-anak delapan ribu rupiah.

"Alhamdulillah, kalau sehari-hari ada puluhan orang yang datang ke sini. Kami buka sejak pagi sampai malam hari, sampai jam setengah Sembilan malam," jelasnya seraya tersenyum. (war)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*