MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 31 Desember 2016 10:54
Seperti ini Cara Warga Balangan Istimewakan Bulan Maulid

Kemeriahannya Melebihi Lebaran

MAULIDAN - Hampir semua umat Muslim di Balangan merayakannya secara bergantian setiap harinya dengan menggelar saruan.

Akhir tahun 2016 ini hampir bersamaan dengan ujung bulan Rabiul Awal tahun Hijriyah, atau yang biasa dikenal oleh masyarakat sebagai bulan maulid Rasul, Muhammad SAW, hanya lebih dulu berakhirnya bulan maulid beberapa hari saja dibanding bulan Desember.

WAHYUDI, Balangan.

KEDATANGAN bulan Maulid bagi masyarakat Kabupaten Balangan merupakan momen yang harus dirayakan, bahkan kebahagiaan dan meriahnya hampir menyaingi hari raya Idul Fitri.

Karena pada bulan ini, masyarakat Balangan yang berada di luar daerah menyempatkan diri untuk pulang kampung, hanya untuk sekadar turut berbaur dalam kebahagiaan silaturahmi berkumpul keluarga.

Bedanya dengan Idul Fitri, selain tidak ada salat Ied-nya, kemeriahan dalam menyambut bulan ini di Bumi Sanggam berlangsung selama satu bulan penuh. Tidak hanya saat bertepatan pada 12 Rabiul Awal atau hari kelahiran Nabi.

Di setiap penjuru desa, hampir semua umat Muslim di Balangan merayakannya secara bergantian setiap harinya dengan menggelar saruan, yaitu menyediakan jamuan makan di rumah masing-masing dan mengundang sebanyak-banyaknya sanak saudara dan teman untuk datang, untuk menyantap berbagai kuliner yang disediakan.

Untuk lebih menyederhanakan kemeriahannya, suasana perayaan bulan ini di Balangan sama seperti orang yang mengadakan pesta resepsi perkawinan, hanya saja yang membedakan tidak ada mempelai dan latar musik yang digunakan.

Kalau walimah umumnya dihibur dangdut, sedangkan perayaan maulid yang biasa disebut masyarakat dengan limit ini, mendendangkan syair-syair salawat nabi diiringi rebbana.

"Dalam konteks adat masyarakat Balangan, bulan Maulid atau Rabi’ul Awal, yang tahun ini datang bersamaan dengan datangnya bulan Desember, adalah bulan yang sangat istimewa," ujar Yoyo, pemerhati sosial di Balangan.

Bahkan kata dia, bukan hanya sanak saudara yang turut berbaur saat salah satu tuan rumah menggelar limit, namun juga semua kerabat, tetangga hingga orang tidak dikenal yang melintas di depan rumah pemilik acara dipanggil untuk mampir.

"Saya sering saat melintas di depan rumah orang yang mengadakan limit, tidak sedikit yang secara spontan mengundang untuk singgah dan makan dulu, padahal tidak satupun saya kenal. Benar-benar momen berbagi kebahagiaan memperingati hari kelahiran Sang Rasul," ujarnya.

Rumah-rumah warga yang menyelenggarakan limit menerima tamu dan menyajikan makanan sejak pagi sekitar pukul 07.00 Wita hingga tengah hari. Kalaupun sebegitu banyaknya tamu, biasanya limit benar-benar selesai tidak lebih dari sejam setelah adzan Dzuhur.

Nuansa keislaman juga diperkuat dengan pakaian tuan rumah maupun para tamu yang umumnya berbusana muslim; dress code yang sama dengan saat lebaran. Benar-benar mirip lebaran.

Namanya hajatan, tak pernah jauh dari makan-makan. Menu yang disajikan tidak jauh-jauh dari masakan dan kue-kue khas Banjar. Untuk makan beratnya, yang sering tampil di acara saruan maulid adalah nasi sup, soto banjar, rendang daging, berbagai masakan ikan sungai, gado-gado dengan lontong, laksa, puracit, dan sebagainya.

Sedangkan makanan yang lebih ringan yang sering tampil di acara tersebut ada berbagai macam kue basah khas banjar seperti kue lapis, bermacam-macam bingka, dan lain-lain. Ada juga berbagai jenis bubur khas banjar, seperti bubur baayak, bubur sungsum, bubur gunting, bubur kakicak, dan bubur randang.

Bagi penikmat kuliner, datang ke saruan maulid bisa menjadi “oase” yang mengobati kerinduan pada makanan tradisional, setelah sehari-harinya “diserbu” oleh makanan-makanan yang lebih praktis dan modern atau menu-menu yang sarat pengaruh asing.

Menariknya, perayaan saruan maulid di Balangan memiliki manajemen yang sangat baik agar jadwal saruan maulid satu warga tidak berbenturan dengan warga lainnya, hal ini juga yang membuat perayaan maulid selalu ramai selama sebulan penuh setiap harinya. Warga tiap desa bahkan RT saat ini sudah terbiasa berkoordinasi mengatur jadwal saruan maulid. (yn/ram)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 19:02

Misran, Pembakal Yang Jadi Pembicara Nasional

Berawal dari postingan video tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)…

Jumat, 17 September 2021 18:45

Sebentar Lagi Wisata Kampung Kuin Kacil Dibuka

Dulu Kuin Kacil cuma daerah terpencil di pinggiran kota. Sekarang…

Jumat, 17 September 2021 13:38

Shafa Nur Anisa, Putri Cilik Kalsel 2021 dari Tapin

Shafa Nur Anisa menorehkan prestasi membanggakan untuk Kabupaten Tapin. Ia…

Selasa, 14 September 2021 15:50

Syahridin, Kepala Desa Inspiratif dari Balangan

Keberadaan Pasar Budaya Racah Mampulang dan titian bambu atas sawah…

Selasa, 14 September 2021 15:44

Cerita Balai Bini Pengambangan: Diusulkan Cagar Budaya, Pernah Ditawar Turis Korea

Rumah almarhum pembakal Haji Sanusi di Kelurahan Pengambangan RT 11…

Kamis, 09 September 2021 13:56

Rumbih, Pengayuh Becak Populer yang Menjadi Youtuber

Sudah menjadi ciri khasnya, kemana-mana selalu bersama becak. Itu lah…

Kamis, 09 September 2021 12:27

Cerita Agen Koran di Era Digital: Malah Lebih Untung Menjual yang Bekas

Di era senja media cetak, ada agen koran di Banjarmasin…

Rabu, 08 September 2021 13:31

Sedotan Purun, Kerajinan Desa Banyu Hirang Yang Mendunia

Isu lingkungan mengurangi sampah plastik membuka peluang usaha sedotan organik…

Rabu, 08 September 2021 12:22

Menengok Fasilitas Isoter di Mulawarman: Cukup Bawa Perkakas Mandi

Seorang perawat berjalan melintasi lorong gedung. Berhenti di depan sebuah…

Senin, 06 September 2021 15:59

Dari Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin: Main Mamanda, Ibnu Jadi Raja

Pelantikan Dewan Kesenian Banjarmasin periode 2021-2026 diramaikan dengan pementasan kesenian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers